Asyiknya NgeJomblo

|
Yang penting bukan setatusnya : jomblo atau bukan, tapi bagaimana cara kita melihat dan menyikapinya. Sungguh, sesuatu itu bisa jadi "berkat" atau "kutukan" kadang tergantung kita menyikapinya juga koq.

Siapa bilang ngejomblo itu tidak bisa asyik. Bisa, kalau mau. Syaratnya sederhana koq : buang keluh kesah, berhenti meratap. Lihat ke-jomblo-an sebagai peluang, bukan hambatan (kayak dibisnis aja). Dan terima sebagai anugerah, bukan kutukan. Lalu bersyukurlah. Apa pun keadaan kita, akan terasa lebih "nikmat" kalau dijalani dengan syukur. Banget loh.
Simak deh "pengakuan" Wati sebutlah begitu. Semasa kuliah di Jogja ia pernah pacaran. Tapi bubar di tengah jalan. Tidak jelas kenapa. Sekarang ia sudah bekerja di Jakarta. Dan belum pernah pacaran lagi. Bukannya tidak mau, tapi memang belum ketemu yang cocok aja.
"Saya sih enjoy-enjoy aja dengan kesendirian saya. Saya bisa lebih konsen dengan aktivitas saya. Saya bisa ikut macam-macam kursus. Saya juga lebih leluasa berwisata ke mana saja. Hampir semua tempat bagus di Jawa pernah saya kunjungi. Di luar Jawa seperti Bali, Toraja, Manado. Saya ingin keliling Indonesia.
Kalau lagi dirumah, saya bisa baca buku sepuas yang saya mau, nyetel DVD kesukaan saya, nonton tv, main internet, saya banyak daftar medsos, main twitter, facebook, dan punya beberapa sahabat chatting. Pokoknya asyik-asyik deh. Kebetulan saya tinggal serumah cuma berdua dengan adik saya yang sama-sama jomblo. Orang tua tinggal di Kudus. Kita sudah bisa ngurus diri sendiri-sendiri."
Emang mau ngejomblo terus? (Tanya saya)
"Ya, kalau itu emang keendak yang Ilahi. Prinsipnya sih saya tetap membuka diri. Tapi saya kan tidak bisa main sruduk-sruduk. Saya tidak mau terus sembarangan. Toh kalau pun saya harus terus ngejomblo sepanjang hayat dikandung badan, saya tidak susah hati. Saya tetap enjoy with my life koq."

Atau cerita Mawar nama samaran. Cewek kuliahan semester empat di salah satu universitas swasta di Bandung. Ia indekost. Sedang orang tuanya di Jakarta. Percaya tidak percaya sampai seusianya itu ia belum pernah pacaran. Padahal kalau mau, ia gampang dapat pacar. Tampang oke. Anak pengusaha sukses. Pinter nyanyi. Kurang apa coba?! Hebatnya kalau mau di bilang begitu ia asyik-asyik aja gitu.
Tidak pernah nyeselin diri tidak punya pacar? (Tanya saya)
"Emang asyik sih. Kita bisa punya teman se-gank yang dekat banget. Lebih dari saudara. Pergi ke mana-mana bareng. Kalau lagi tidak ada kuliah bisa saling nginep di tempat koast, ngerumpi,main kartu, atau catur. Kalau liburan, traveling kemana saja kita suka. Kita punya tabungan bersama loh. Kita juga aktif di organisasi kampus, di yayasan sosial macam LSM yang ngurusin anak jalanan dan tentu di panti."
Tidak pernah kepikiran punya pacar? (Tanya saya).
"Kepikiran sih, pernahlah. Namanya juga manusia normal. Tapi tidak sampai gimana gitu. Ya sebatas naksir, tidak sampai jadian. Kalau jadian nanti malah repot. Bisa ngerusak keseimbangan yang ada, hehehe. Maybe someday lah. Kalau saya udah karatan baru deh mikirin pacaran. Sekarang sih selagi jomblo, saya ingin nikmatin and menggunakan waktu saya sebaik-baiknya."

Simak juga kesaksian Doni nama bohongan. Kalau Wati dan Mawar cewek, Doni cowok. Asli. Lulusan sekoah komputer di Jakarta. Hobi musik, jago main piano dan gitar. Sekarang tinggal di Singapura. Dapat beasiswa untuk memperdalam musik. Semasa awal-awal SMU ia pernah pacaran. Tapi tidak lanjut.
"Biasalah, cinta monyet," katanya.
Terus waktu kuliah tingkat akhir, ia pacaran pula. Kalau sebelumnya sebatas cinta monyet, sedang yang ini sudah cinta gorila kali. Tapi putus lagi. Sejak itu, ia ngejomblo. Sampai sekarang.
"Ngejomblo itu ternyata ada asyiknya," begitu ia bilang. "Saya lebih bebas. Tidak ada kewajiban ngapel. Mau jalan sama siapa, kemana, berapa lama, tidak perlu exit permit. Saya bisa lebih konsen menekuni hobi dan aktivitas saya. Tidak di ganggu dengan segala macam perasaan yang bisa bikin pusing tujuh keliling seperti entah itu cemburu, angen atau kuatir kalau-kalau dia selingkuh atau kenapa-kenapa.
Cinta itu kan berwajah ganda. Di satu sisi menyimpan kebahagiaan, tapi di sisi lain menyimpan penderitaan. Madu dan racun bersatu padu dalam cinta. Jadi kalau tidak siap menderita, ya jangan jatuh cinta. Jomblo terus. Sampai nanti tiba di batas kota (ngutip lagu hihi).
Tidak pernah ngerasa lonely? (Tanya saya)
"Ya, Pernah lah. Misalnya waktu saya kepengen banget ngobrol, eh teman-teman pada sibuk. Atau kalau saya lagi dapat kabar gembira seperti ketika apply saya untuk dapat beasiswa sekolah musik di Singapura diterima, wah, senangnya bukan main. Pengen berbagi kegembiraan tapi berbagi sama siapa. Jadinya teras sepi, Lonely. Tapi ya, cuma sebataas itu. Bersama waktu, sepi itu hilang dengan sendirinya."

Begitulah sekelumit kisah tentang orang-orang yang asyik ngejomblo.
"Koq yang disajikan yang happy-happy melulu sih? Kan ada tuh yang merana karena ngejomblo berkepanjangan," begitu mungkin kamu protes.
Ya, memang. Tapi yang mau dikemukakan dalam tulisan ini pun cuma: Bahwa ngejomblo kalau kita sikapi secara positif dan kreatif bisa asyik juga. Makanya yang disajikan ya yang asyik-asyik dong. Hitung-hitung saja untuk memasyarakatkan jomblo dan menjomblokan masyarakat haha :). By Ayub Yahya

Asyiknya Ngejomblo
Asyiknya Ngejomblo

Sekian.. Semoga tulisan orang ini bisa sangat bermanfaat untuk para jomblower. "Happy Blogging"

Related Posts :

Silahkan klik disini untuk berlangganan Artikel Gratis via email, Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di HARMANSYAH BLOG

5 komentar:

Himawan Sant said...

Wuiih bener bangeeet istilah ' cinta berwajah ganda ' ...
Aku sendiri pernah ngerasain,sob.
Tentunya mas Harman juga pernah ngerasain ( Ya eyaaalah mas kan jadi menuliskan pengalamannya disini, jadi tau persis bagaimana cinta itu 😁 ) ... kalo cinta itu ada sisi bahagia juga ada sisi nyebelinnya.

Makanya kalo ingat hal2 yang nyebelin kayak gitu, lebih enak jadi jomblo.
Rasanya bebas saja mau ngapa2in ..., yang penting kegiatan positif.
Ngga ada drama2an, ngga ada ribut2 yang ngga jelas.
Hehehe ..

Harmansyah said...

@himawan sant, haha iya sob selain itu pacaran juga terkadang mengundang kita untuk ngelakuin hal-hal yang sifatnya negatif ketika hubungan sedang romantis maupun sedang cekcok, sehingga bisa merugikan dari kedua belah pihak walau sebenarnya laki-laki menang banyak seperti biasanya.

Himawan Sant said...

Jadi ..., solusinya terbaik mungkin jadi : i-j-o-l-u-m-u-t saja,mas 😁

Harmansyah said...

@himawan sant, hahaha iya mas hima

Himawan Sant said...

😂😂 hahaaha ...
Hiduup IjoLumut ..
I-katan JO-mblo LU-cu dan i-MUt

Post a Comment

...... Terima kasih telah berkunjung, silahkan berkomentar dengan baik sopan sesuai dengan tema konten dan tidak mengandung unsur Sara ......