Showing posts with label Windows. Show all posts
Showing posts with label Windows. Show all posts

Kelebihan dan Kekurangan Windows 7

|
Kelebihan dan Kekurangan Windows 7 - Sebuah komputer, agar bisa berjalan memerlukan sistem operasi yang harus terinstall didalamnya. Sistem operasi Komputer adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Sistem operasi menjalankan operasi dasar pada komputer, menyajikan tampilan, dan mengkoordinasikan kerja perangkat komputer. Tanpa sistem operasi, pengguna tidak akan dapat menjalankan berbagai aplikasi pada komputer.

HARMANSYAH BLOG


Windows merupakan salah satu sistem operasi yang banyak digunakan di seluruh dunia dan versi terbaru dari sistem operasi buatan Microsoft hingga saat ini adalah Windows 10. Sebelum Windows 8 dan 10 keluar, ada salah satu versi Windows yang dahulu pernah populer karena dilihat dari segi kestabilan dan kesederhanaan UI yang memudahkannya untuk dipelajari, yakni Windows 7. Selain sederhana dan stabil, banyak software yang dapat berjalan lebih baik pada versi Windows ini.

Windows 7 yang dirilis untuk publik pada tanggal 22 Oktober 2009, merupakan versi windows terakhir yang menpgunakan menu start untuk menampilkan program-program aplikasi yang terinstall di dalam komputer.  Windows 7 disebut sebagai windows yang memiliki kompromi terbaik dalam segi kestabilan dan kesederhanaan User Interfacenya.

Spesifikasi perangkat keras minimum yang dibutuhkan untuk menjalankan  Windows 7 sebagai berikut :

Kecepatan processor : 1 GHz 32-bit (x86) atau 1 GHz 64-bit (x64)
Kapasitas RAM : 1 GB (32-bit) atau 2 GB (64-bit)
Kapasitas Harddisk : minimal 16 GB (32-bit) atau 20 GB (64-bit)
Unit Pengolah Grafis : DirectX 9 graphics device with WDDM 1.0

Windows 7 juga membatasi penggunaan memori (RAM) pada komputer, berdasarkan arsitektur yang digunakan serta versi windows yang dipakai. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut :

Windows 7 ultimate : 4GB (32-bit) atau 192 GB (64-bit)
Windows 7 Enterprise : 4GB (32-bit) atau 192 GB (64-bit)
Windows 7 Professional : 4GB (32-bit) atau 192 GB (64-bit)
Windows 7 Home Premium : 4 GB (32-bit) atau 16 GB (64-bit)
Windows 7 Basic : 4GB (32-bit) atau 8 GB (64-bit)
Windows 7 Starter : 2 GB (32-bit) dan tidak ada 64-bit

Untuk jumlah inti prosessor, windows 7 membatasi penggunaan hingga 32 inti prosessor untuk 332-bit, dan 256 inti prosessor untuk 64-bit.  Sedangkan untuk jumlah maksimal penggunaan prosessor (fisik) yang didukung pada windows 7 Proffesional, Enterprise, dan Ultimate adalah sebanyak 2 buah prosessor. Untuk Windows 7 Stater, Home Basic, dan Home Premuim hanya mendukun penggunaan satu buah processor saja.

Baca juga :



Berikut penjelasan mengenai beberapa kelebihan dan kekurangan Windows 7.

Kelebihan Windows 7

1. Windows 7 Stabil dan Lengkap
Beberapa keluhan tentang kurang stabilnya sistem operasi versi Windows 10. Hal ini jarang ditemui pada versi Windows 7. Sistem operasi ini sangat stabil dan memiliki kompatibilitas dengan software pihak ketiga yang cukup tinggi. Pada versi Windows ini jarang terjadi crash aplikasi yang sampai mengganggu performa Sistem Operasi komputer.

Selain itu driver yang kompatibel dengan Windows 7 sangat lengkap. Apabila anda menggunakan Windows 7, maka anda tidak akan mengalami kesulitan dalam menyesuaikan hardware dengan Windows 7, terutama jika anda menggunakan hardware 2016 ke bawah, dikarenakan hardware yang dibuat 2016 ke atas itu dikhususkan untuk Windows 10.

2. Pengguna lebih Mudah Menemukan Software yang Kompatibel untuk Bekerja dan Aktivitas Produktif
Apabila anda adalah orang yang hobi bermain komputer atau seorang pekerja yang selalu menggunakan komputer untuk membantu menyelesaikan sebuah pekerjaan dan membutuhkan banyak software atau aplikasi untuk mendukung pekerjaan tersebut, maka sistem operasi Windows 7 adalah solusinya. Para programmer atau pembuat software biasanya tidak terburu-buru dalam meng-upgrade software buatan mereka ke vers yang lebih tinggi. Hal ini karena mereka khawatir bahwa sistem operasi yang baru masih belum stabil. Dan ketika Windows 10 dirilis, pada developer software masih hanya melihat dan menunggu tentang perkembangan versi Windows ini.

3. Multimedia lengkap
Untuk bagian ini bisa dianggap wajar, Mengapa? karena pengembangannya yang sudah cukup lama, maka hampir semua multimedia dapat kompatibel untuk diputar di Windows 7. Saat saya menggunakan pemutar video default Windows 10 (Movies and TV), ada beberapa format yang tidak dapat diputar, dan tidak memungkinkan untuk update codec, sehingga alternatifnya hanyalah saya harus menggunakan pemutar multimedia pihak ketiga. Ini berbeda dengan Windows 7 yang memiliki codec lengkap, sehingga jika kamu berkecimpung di bidang multimedia, maka Windows 7 akan lebih mudah membantu anda untuk menyelesikan pekerjaan anda dalam bidang ini.

4. Mudah dipelajari Bagi Pemula
Karena Windows 7 memiliki bentuk dan tampilan yang sederhana, maka Windows 7 lebih mudah digunakan dan dipelajari oleh orang awam. Apabila dibandingkan dengan Windows 10 yang terkadang masih terlihat dualisme dalam UX nya.

Kekurangan Windows 7

Selain memiliki bebeapa kelebihan, Windows 7 juga memiliki beberapa kekurangan tentunya. Berikut beberapa kekurangan atau kelemahan Windows 7.

1. Rentan terhadap serangan Virus
Pihak Microsoft tanpa henti meminta para pengguna untuk segera beralih ke Sistem Operasi terbaru karena versi lama lebih beresiko terkena virus dan juga program jahat atau Malware. Seperti ingin lebih meyakinkan para pengguna, Microsoft pun melakukan sebuah riset mengenai Sistem Operasi mana yang sangat rawan diserang oleh Virus dan Malware.

Pada laporan Security Intelligence Report terbaru yang dikeluarkannya. Microsoft menemukan bahwa Sistem Operasi yang dirilis pada tahun 2007 yaitu Windows Vista masih menjadi Sistem Operasi paling rawan dengan perolehan persentase mencapai 3.24 persen. Disusul oleh Windows 7 diposisi kedua serta Windows XP diposisi ketiga masing- masing mendapatkan  persentase sekitar 2.59 persen dan 2.42 persen.
Secara logika para pengembang program jahat dan juga virus selalu mengincar Sistem Operasi dengan tingkat kepopuleran tinggi, maka itulah alasannya mengapa Windows 7 dan Windows XP mendapatkan perolehan lebih tinggi karena kini lebih banyak digunakan oleh para pengguna dibandingkan dengan Window 8 dan Windows 8.1.

2. Support akan berakhir dalam waktu dekat
Meskipun dikatakan support untuk Windows 7 sudah berakhir pada tanggal 13 Januari 2015 yang lalu, sebenarnya yang berakhir adalah mainstream support, yang artinya Microsoft berhenti merilis perubahan desain, fitur, dan fungsi baru serta tidak lagi menanggapi klaim jaminan terkait Sistem Operasi tersebut. Namun sebenarnya, Windows 7 masih memiliki support keamanan yang berlaku hingga 14 Januari 2020 mendatang. Update keamanan memastikan Sistem Operasi terlindung dari ancaman digital terbaru.

Jika support keamanan ini berakhir, maka pilihannya hanya tinggal upgrade atau membeli perangkat yang lebih baru. Anda masih punya sekitar satu tahun tujuh bulan untuk menikmati Windows 7 dengan aman. Namun setelahnya, Microsoft tidak lagi menjamin keamanan perangkat anda.

3. Update yang Mengganggu
Yang sangat menyebalkan dari Windows 7 adalah update yang besar dan mengganggu. Microsoft rajin merilis update dan volumenya cukup besar sehingga kemungkinan memboroskan kuota internet anda.

Pada Windows 10 Creators Update, ini sudah diatasi dengan cara hanya mengirimkan file yang dibutuhkan untuk update, sehingga nantinya diperlukan lebih sedikit data untuk kepentingan update.

4. Mudah menginstall Software namun membuatnya menjadi lemot
Banyaknya software dari pihak ketiga yang kompatibel dengan Windows 7 itu ibarat pisau bermata dua. Sistem registry yang digunakan dalam Windows menjadikan sampah registri jadi menumpuk secara cepat sehingga lama-kelamaan akan membuat windows 7 menjadi lebih lambat. Walaupun Windows 10 mempunyai kecenderungan yang serupa, tetapi apabila anda memanfaatkan UWP serta pihak ketiga resmi (seperti Adobe dan lain-lain), maka anda tinggal mencegah Windows 10 tertumpuk oleh sampah registry.

Windows 10 diciptakan berdasarkan pemikiran seperti itu. Karena itulah Microsoft di masa mendatang kemungkinan mengarahkan developer untuk mengembangkan aplikasi berbasis UWP sehingga bisa menjamin dari segi kualitas pengalaman penggunanya.

5. Kompatibilitas dengan Hardware terbaru terbatas
Banyak hardware rilisan baru yang tidak lagi kompatibel dengan Windows 7, seperti misalnya AMD Ryzen serta processor intel core i7 terbaru. Tindakan ini kemungkinan dilakukan Microsoft untuk mendorong pengguna lebih memanfaatkan Windows 10 yang merupakan edisi terbaru Sistem Operasi Microsoft yang mendapatkan dukungan penuh dari raksasa software ini. Jadi apabila anda berharap untuk membangun sebuah PC dengan hardware terbaru, maka bukan tidak mungkin anda tidak akan dapat memanfaatkan Windows 7 lagi.

Source : https://winpoin.com/

Demikian penjabaran sederhana mengenai beberapa kelebihan dan kekurangan Windows 7. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Cara Menghapus File di Recycle Bin Secara Otomatis

|
Cara Menghapus File di Recycle Bin Secara Otomatis - Ketika menghapus sebuah file pada komputer dengan sistem operasi Windows (tanpa menggunakan tombol kombinasi Shift+Del), sebetulnya file tersebut belum benar-benar terhapus secara permanen, namun akan masuk dan tersimpan ke dalam sebuah aplikasi bawaan Windows bernama Recycle Bin. Tujuan dari Recycle Bin ini adalah jika suatu saat ternyata anda masih membutuhkan file yang sudah terhapus dan tersimpan di dalam Recycle Bin, anda masih bisa mengembalikannya atau untuk menghindari penghapusan file yang tidak disengaja. Kecuali jika menghapus sebuah file menggunakan tombol kombinasi Shift+Del, maka file tersebut akan benar-benar terhapus secara permanen tanpa tersimpan terlebih dahulu ke Recycle Bin sehingga tidak bisa dikembalikan lagi.

Tanpa anda sadari, semakin seringnya anda melakukan penghapusan file-file yang sudah tidak diperlukan lagi pada sebuah komputer, maka tentunya akan ada banyak file yang menumpuk di dalam aplikasi Recycle Bin yang mengakibatkan berkurangnya space kosong atau ruang penyimpanan pada partisi sistem yang biasanya berada pada drive Local Disk (C:).

Nah untuk menghindari penumpukkan file pada Recycle Bin, anda dapat membersihkan atau menghapus file pada Recycle Bin secara berkala ntah itu setiap hari, satu minggu sekali, satu bulan sekali, dan seterusnya terserah anda. Dan untuk memudahkan anda dalam membersihkan isi Recycle Bin yang sudah menumpuk secara berkala, anda bisa memanfaatkan Task Scheduler, sehingga proses pembersihan atau penghapusan file pada Recycle Bin akan berjalan secara otomatis sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Baca juga :



Cara Menghapus File di Recycle Bin Secara Otomatis

Sebagai langkah awal, silahkan buka Windows Run dengan cara menekan logo Windows+R pada keyboard. Setelah itu ketikkan taskschd.msc pada kotak yang tersedia, lalu klik OK atau tekan Enter pada keyboard.

HARMANSYAH BLOG


Jendela Tas Scheduler tampil, pada bagian Action silahkan klik pilihan Create Basic Task...

HARMANSYAH BLOG


Pada wizard pertama, masukkan nama dari Task pada bagian Name serta deskripsi (jika perlu) pada bagian Description. Jika sudah dirasa mantap, tekan tombol Next untuk melanjutkan proses.

HARMANSYAH BLOG


Langkah selanjutnya adalah memilih kapan Task yang anda buat akan dijalankan secara otomatis. Disini anda bisa memilih sesuai keingan, diantaranya Daily, Weekly, Monthly, One time, When the computer starts, When I log on, dan When a specific even is logged. Sebagai contoh disini saya akan memilih Monthly. Setelahnya, silahkan klik atau tekan tombol Next untuk melanjutkan proses.

HARMANSYAH BLOG


Tentukan kapan Task yang anda buat akan mulai berjalan. Anda dapat menentukan Task akan berjalan kapan saja, apakah hari ini besok, hari apa saja dalam satu bulan. Apabila sudah dirasa mantap klik atau tekan tombol Next untuk kembali melanjutkan proses.

HARMANSYAH BLOG


Tentukan apa yang akan dilakukan ketika Task mulai berjalan. Pilih dan beri checklist pada pilihan Start a program, lalu tekan tombol Next untuk melanjutkan proses.

HARMANSYAH BLOG


Pada kolom isian Program/script, masukkan cmd.exe. Sedangkan untuk kolom isian Add arguments (optional), silahkan masukkan perintah di bawah ini. Jika sudah benar, klik atau tekan tombol Next untuk melanjutkan proses.

/c "echo Y|PowerShell.exe -NoProfile -Command Clear-RecycleBin"

HARMANSYAH BLOG


Pada langkah ini anda akan disuguhkan hasil rekapitulasi dari Task yang anda buat. Apabila semuanya sudah dirasa benar, silahkan klik atau tekan tombol Finish untuk mengakhiri semua proses.

HARMANSYAH BLOG


Langkah terakhir, silahkan tutup jendela Task Scheduler.

Dengan menjadwalkan proses pembersihan isi Recycle Bin menggunakan Task Scheduler, maka anda tidak perlu khawatir dengan penumpukkan file-file pada Recycle Bin dan tidak perlu lagi mengosongkan isi Recycle Bin secara manual, karena pembersihan atau penghapusan isi Recycle Bin akan berjalan secara otomatis.

Catatan : Untuk menghilangkan Task ini, silahkan pilih menu Task Scheduler Library pada bagian sebelah kiri jendela Task Scheduler. Kemudian cari nama Task yang anda buat tadi, lalu klik kanan pada Task tersebut, kemudian pilih Delete.

HARMANSYAH BLOG


Demikian tutorial sederhana bagaimana cara menghapus file di Recycle Bin secara otomatis. Cara ini dapat digunakan pada semua versi Windows. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Cara Defragment pada Windows 7

|
Cara Defrag atau Defragment Hard disk pada Komputer Windows 7 - Defrag atau Defragmentasi adalah sebuah proses untuk mengatur, menyusun, atau merapikan kembali data yang mengalami Fragmentasi internal di dalam sebuah hard disk. Berkas atau data bisa dibilang mengalami Fragmentasi apabila sebuah berkas atau data tidak menempati ruangan yang saling berdekatan dalam penyimpanan fisik. Fragmentasi dapat menyebabkan subsistem media penyimpanan melakukan operasi pencarian data yang lebih banyak, sehingga dengan kata lain berkas atau data yang mengalami Fragmentasi dapat memperlambat kerja sistem, khususnya pada saat melakukan operasi yang berkaitan dengan media penyimpanan.

Untuk lebih jelasnya, berikut kondisi dimana Fragmentasi dapat terjadi pada berkas atau data yang ada di dalam hard disk komputer.
  • Pada saat pengguna membuat berkas, partisi di mana pengguna hendak menyimpan berkas tersebut tidak memiliki unit alokasi yang saling berdekatan yang cukup besar untuk menyimpan berkas yang bersangkutan. Sistem berkas akan memecah berkas tersebut ke dalam beberapa fragmen (yang setiap fragmennya berukuran sama dengan ukuran unit alokasi), sebelum disimpan dalam media penyimpanan.
  • Pada saat pengguna menyunting berkas, berkas tersebut ternyata "membengkak" melebihi unit alokasi yang sebelumnya dialokasikan oleh sistem berkas terhadap berkas yang bersangkutan. Ketika sebuah berkas menghabiskan semua unit alokasi yang telah dialokasikan, maka sistem berkas akan mengalokasikan tambahan unit alokasi yang didapat dari unit alokasi yang belum dialokasikan (masih bebas), di lokasi yang kadang berdekatan, atau kadang-kadang berjauhan. Pada saat lokasi yang dialokasikan sistem berkas saling berjauhan, maka dapat dikatakan bahwa berkas tersebut terfragmentasi, karena berkas disimpan dalam beberapa fragmen yang tidak disusun secara berdekatan.
Oleh karena itu diperlukan sebuah tool yang berfungsi untuk men-defrag berkas atau data yang ada di dalam hard disk. Untungnya Windows sendiri sudah menyediakan sebuah tool pada sistemnya untuk melakukan defrag pada berkas atau data di dalam hard disk, bernama Disk Defragmenter. Dengan melakukan defragmentasi terhadap hard disk bisa mengoptimalkan kinerja komputer anda, bisa lebih baik lagi. Cara menggunakan tool bawaan Windows ini pun sangat mudah. Pada Windows 7, anda dapat men-defrag hard disk komputer secara manual setiap saat, atau mengatur jadwal defrag secara teratur menggunakan Disk Defragmenter.

Baca juga : Cara Mempercepat Kinerja Windows 7

Cara Defragment pada Windows 7

Membuka jendela Disk Defragmenter dengan cara :
1. Klik tombol Start (logo Windows) pada komputer Windows 7 anda, kemudian ketik "Disk Defragmenter" pada kotak Search lalu tekan Enter pada keyboard.
2. atau Klik Start Menu (logo Windows) >> All Programs >> Accessories >> System Tools >> kemudian pilih dan klik Disk Defragmenter.
3. atau Buka Windows explorer, klik kanan pada harddrive yang ingin di Defrag >> pilih Properties >> pilih tab Tools >> kemudian klik tombol Defragment now...

Setelah jendela Disk Defragmenter terbuka seperti gambar di bawah ini akan terlihat daftar Disk yang ada pada komputer. Beri tanda salah satu Disk yang ingin di Defrag, misalkan pada contoh ini saya akan men-Defrag Disk D, kemudian setelah itu klik tombol Defragment disk.

HARMANSYAH BLOG


Gambar dibawah ini menunjukkan proses Defragment yang sedang berlangsung. Silahkan tunggu hingga proses Defragment selesai. Lama tidaknya proses tersebut tergantung dari kapasitas hard disk yang ada pada komputer. Apabila sudah selesai, silahkan klik tombol Close untuk menutup jendela Disk Defragmenter.

HARMANSYAH BLOG


Mengatur Jadwal Disk Defragmenter

Sembari menunggu proses Defrag yang sedang berjalan yang cukup memakan waktu, anda bisa membuat pengaturan jadwal Defrag secara berkala yang akan berjalan secara otomatis sesuai dengan aturan jadwal yang sudah anda buat. Jadi anda tidak perlu lagi repot melakukan Defrag ke hard disk komputer anda secara manual. Berikut langkah-langkahnya.

Pada jendela Disk Defragmenter, bagian Schedule silahkan klik tombol Configure schedule... sehingga keluar jendela Disk Defragmenter : Modify Schedule seperti gambar di bawah ini. Silahkan atur jadwal Defrag sesuai keinginan anda.

HARMANSYAH BLOG


Penjelasan :
Frequency : Silahkan pilih, apakah proses Defrag akan berjalan secara otomatis dengan mode Daily (setiap hari), Weekly (setiap minggu), atau Monthly (setiap bulan).
Day : Silahkan pilih hari apa proses Defrag akan berjalan secara otomatis
Time : Silahkan pilih jam atau waktu berapa proses Defrag akan berjalan secara otomatis. Pastikan untuk memilih jam atau waktu komputer selalu dalam kondisi hidup.
Disks : Silahkan beri tanda checklist pada disk yang akan di defrag secara otomatis. Apabila anda ingin melakukan Defrag secara otomatis pada disk baru, silahkan beri tanda checklist pada pilihan Automatically defragment new disk.

Jangan lupa untuk memastikan pada pilihan Run on a schedule (recommended) sudah tercentang atau belum. Setelah semuanya sudah sesuai dengan keinginan silahkan klik tombol OK, kemudian Close untuk menyimpan preferensi Disk Defragmenter anda. Komputer anda akan di-defrag secara teratur di hari dan waktu yang anda pilih dalam jadwal tersebut. Pada bagian Schedule akan terlihat jadwal yang anda atur pada jendela Modify Schedule.

HARMANSYAH BLOG


Catatan :
  • Sebelum melakukan defrag secara manual, periksa jadwal yang ada pada jendela utama Disk Defragmenter untuk melihat apakah komputer anda sudah di-defrag atau belum. Jadwal tersebut akan menampilkan waktu dan tanggal ketika proses defrag terbaru dijalankan.
  • Apabila anda menggunakan komputer di tempat kerja atau di jaringan publik, anda mungkin memerlukan kata sandi administrator untuk menjalankan Disk Defragmenter di Windows 7.
  • Klik Analyze Disk di dalam jendela utama Disk Defragmenter sebelum menjalankan defrag secara manual. Proses Analyze Disk akan memberitahu apakah komputer anda perlu di-defrag di waktu tertentu atau tidak.
  • Atur jadwal proses defrag secara otomatis ketika komputer anda dalam keadaan hidup, tetapi tidak digunakan, seperti selama istirahat makan siang atau menjelang berakhirnya jam kerja anda. Ini akan mencegah Disk Defragmenter memperlambat komputer atau mengonsumsi CPU ketika anda masih menggunakannya.
Dengan melakukan Defragment pada berkas atau data yang di dalam hard disk komputer menggunakan tool bawaan Windows, maka selain untuk mempercepat kerja sistem juga untuk menjaga stabilitas dan menghindarkan hard disk dari bad sector yang buruk bagi komputer.

Demikian tutorial sederhana mengenai bagaimana cara defragment berkas atau data pada hard disk komputer Windows 7. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Cara Mudah Mengambil Screenshot di Windows 7 Komputer

|
Cara Mudah Mengambil Screenshot di Windows 7 Komputer PC/Laptop - Screenshot atau Screen Capture (SS) adalah suatu gambar tampilan layar yang diambil dari perangkat komputer atau laptop, bisa berupa tampilan dekstop, jendela explorer, gambar, atau tampilan lain yang diinginkan. Fungsi utama dari Screenshot adalah menunjukkan informasi kepada orang lain tentang apa yang kita lihat pada layar komputer. Karena terkadang kita tidak mampu untuk menjelaskan suatu keadaan dengan sangat akurat dan detail, sehingga screenshot adalah solusi yang terbaik. Selain itu hasil dari sebuah Screenshot juga sering ditambahkan pada sebuah artikel blog dengan tujuan untuk menjelaskan maksud dari sebuah tulisan yang ada, terutama pada artikel yang memiliki niche tutorial.

Sebagian besar pengguna komputer dengan sistem operasi Windows sudah mengerti bagaimana cara mengambil Screenshot. Tetapi tidak menutup kemungkinan, apabila masih ada pengguna komputer yang masih newbie alias baru pertama kali menggunakan komputer, belum bisa mengambil Screenshot ketika mengoperasikan sebuah komputer. Maka dari itu, pada artikel kali ini saya ingin sedikit menjabarkan cara mudah mengambil Screenshot pada komputer dengan sistem operasi Windows, yang bisa anda praktikan langsung di komputer milik anda. Gambar pada tutorial ini merupakan contoh Screenshot yang saya maksud.

Baca juga :


Cara Mudah Mengambil Screenshot atau Screen Capture di Windows 7, 8, 10 Komputer atau Laptop

1. Menggunakan tombol "PrtScr"
Cara mengambil Screenshot menggunakan tombol "PrtScr" pada keyboard ini adalah cara yang paling umum dan banyak digunakan oleh pengguna windows. Cara ini cukup sederhana karena dengan hanya menekan tombol Print Screen (PrtScr) pada keyboard, anda sudah berhasil meng-copy seluruh tampilan dekstop layar komputer dan akan tersimpan pada Clipboard secara otomatis.

Selanjutnya, agar gambar yang diambil tadi dapat tersimpan sebagai file, anda harus membuka aplikasi Paint yakni aplikasi bawaan Windows kemudian menekan Ctrl+V pada keyboard, maka anda akan melihat gambar Screenshot hasil dari hanya menekan tombol "PrtScr". Anda bisa mengedit terlebih dahulu gambar tersebut atau langsung menyimpannya ke harddrive komputer dengan format yang anda inginkan. Berikut hasil dari hanya menekan "PrtScr".

HARMANSYAH BLOG


2. Menggunakan kombinasi tombol "Alt+PrtScr"
Cara mengambil Screenshot dengan menekan kombinasi tombol "Alt+PrtScr" sebetulnya tidak jauh berbeda dengan cara yang pertama, perbedaannya terletak pada tampilan yang diambil saat melakukan Screenshot. Menggunakan kombinasi tombol "Alt+PrtScr tidak akan mengambil Screenshot layar secara keseluruhan seperti pada cara pertama, namun hanya mengambil jendela ( baik itu aplikasi maupun explorer ) yang sedang aktif. Contoh gambar di atas merupakan hasil Screenshot yang diambil secara keseluruhan dan contoh gambar di bawah ini merupakan hasil Screenshot jendela yang aktif saja, dalam hal ini jendela explorer.

HARMANSYAH BLOG


Dan untuk mengubahnya menjadi sebuah file, anda bisa melakukan langkah seperti langkah selanjutnya pada cara pertama.

3. Menggunakan Snipping Tool
Snipping Tool merupakan sebuah apilkasi bawaan Windows yang digunakan untuk mengambil Screenshot layar pada komputer PC/Laptop. Snipping tool memudahkan pengguna mengambil Screenshot layar komputer secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu pada layar. Screenshot layar yang diambil akan tampil di jendela Mark-up. Pada jendela tersebut pengguna dapat menyimpan hasil Screenshot, menyalin (copy), menempelnya (paste), mengirimnya melalui email dengan membubuhkan sebuah catatan kecil di dalamnya. Bagaimana cara menggunakannya, berikut langkah-langkahnya.

Bukalah snipping tool melalui menu Start, dengan menekan tombol logo Windows, kemudian masukkan kata kunci "Snipping Tool" pada kotak pencarian yang tersedia, lalu tekan Enter. Selain itu anda juga bisa membuka aplikasi ini melalui folder menu Accessories pada menu All Programs.

HARMANSYAH BLOG


Setelah program Snipping tool terbuka, klik tanda panah yang terletak di samping kanan New. Kemudian pilih jenis Snip dari menu dropdown yang tampil. Berikut penjelasan masing-masing jenis Snip yang tampil pada menu dropdown.

HARMANSYAH BLOG


  • Free-form Snip : Gunakan kursor atau pena untuk menggambar bentuk khusus di sekitar item.
  • Rectangular Snip : Buatlah snip kotak dengan mengeklik dan menarik kursor/pena di sekitar pojok objek.
  • Window Snip : Klik jendela yang ingin Anda tangkap.
  • Full-screen Snip : Tangkap keseluruhan layar.

Silahkan anda coba satu persatu. Untuk jenis Snip yang pertama dan kedua mirip dengan melakukan crop gambar. Apabila anda sudah melakukan Screenshot dengan jenis Snip pilihan anda, maka gambar yang diambil akan di mark-up atau masuk ke Snipping tool secara otomatis. Setelah itu anda bisa membuhukan sebuah catatan di dalamnya lalu mengirimnya melalui email dengan kjlik icon amplop atau anda bisa langsung menyimpannya ke harddrive komputer dengan format pilihan yang diinginkan dengan klik File lalu pilih Save as... atau dengan menekan Ctrl+S pada keyboard. Disitu terdapat 4 type format penyimpanan file, yakni antara lain : Portable Network Graphic file (PNG), GIF file, JPEG file, dan Single file HTML (MHT).

Berikut ini contoh penggunaan Snipping Tool dengan jenis Window Snip, lalu saya memilih hanya jendela explorer untuk diambil gambar layarnya dan saya langsung menyimpannya ke harddrive komputer dengan type PNG.

Setelah aplikasi terbuka dan memilih jenis Window Snip, klik jendela yang ingin diambil gambarnya, dalam hal saya ingin mengambil gambar jendela explorer.

HARMANSYAH BLOG

Secara otomatis jendela explorer akan langsung termark-up ke dalam aplikasi Snipping Tools setelah diklik.

HARMANSYAH BLOG

Klik File yang terletak pada pojok kiri atas aplikasi, lalu pilih Save as... atau anda bisa langsung tekan Ctrl+S pada keyboard untuk menyimpan hasil Screenshot. Kemudian tekan tombol Save.

HARMANSYAH BLOG


Catatan : Jika anda ingin mengubah jenis Snip ketika gambar sudah di mark-up, klik New lalu klik Cancel. Dan apabila anda ingin mengambil gambar lain dengan jenis Snip yang sama, anda klik New tanpa klik Cancel dan anda bisa langsung mengambil gambar yang lain. Usahakan gambar layar jendela yang akan diambil Screenshotnya posisikan paling depan pada layar komputer.

Itulah cara mudah mengambil Screenshot di Windows 7 komputer PC/Laptop. Silahkan pilih cara di atas yang menurut anda paling mudah dan menyenangkan, apakah menggunakan tombol pada keyboard atau menggunakan aplikasi bawaan Windows yakni Snipping Tool.

Demikian tutorial sederhana mengenai bagaimana cara mudah mengambil screenshot di Windows 7 komputer. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Cara Membuat Shortcut Shutdown Restart Windows 7 8 10

|
Cara Membuat Shortcut Shutdown Restart Sleep Lock Hibernate di Windows 7 8 10 - Komputer adalah sebuah perangkat berteknologi canggih yang digunakan untuk mempermudah manusia dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Saat ini mulai dari aktifitas sekolah sampai dengan aktifitas kantor memang lebih banyak menggunakan komputer untuk membantu mereka dalam beraktifitas.

Untuk anda para pengguna komputer PC/Laptop, tentunya sudah paham mengenai perintah Shutdown, Restart, Sleep, Lock, dan Hibernate yang ada pada Windows komputer. Semua proses perintah tersebut memerlukan beberapa langkah yang cukup membutuhkan waktu agar proses bisa berjalan. Lain lagi dengan versi Windows di atas 7 seperti Windows 8, dan 10, letak tombol perintahnya tersembunyi, atau lebih tepatnya show hide. Oleh karena itu ada beberapa pengguna newbie atau baru mengenal komputer masih merasa kesulitan untuk menemukan tombol tersebut untuk menjalankan perintah baik itu Shutdown, Restart, Sleep, dan lain-lain.

Baca juga :
Nah untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menghilangkan langkah yang cukup membutuhkan waktu dan kurang praktis tersebut. Bagaimana caranya? Caranya yakni dengan membuat semua perintah tersebut menjadi sebuah Shortcut yang diletakkan di dekstop layar komputer.

Shortcut merupakan jalan pintas/cara cepat untuk menjalakan suatu diprogram komputer pada suatu sistem yang terinstal di komputer. Jadi dengan anda membuatnya menjadi sebuah Shortcut anda tidak lagi harus mencari tombol yang tersembunyi untuk menjalankan suatu perintah pada komputer.

Sebetulnya tanpa membuat Shortcut anda juga bisa mematikan komputer dengan mudah dan cepat, yakni dengan menekan Ctrl+F4 pada keyboard, lalu memilih perintah yang ingin dijalankan. Namun, untuk anda yang ingin membuat shortcut dalam bentuk icon keren agar bisa dengan mudah menjalankan perintah, berikut langkah-langkah untuk membuat semua perintah tersebut menjadi sebuah Shortcut.

Cara Membuat Shortcut Shutdown, Restart, Sleep, Lock, dan Hibernate di Windows 7, 8, dan 10 Komputer

Ada beberapa langkah yang akan dilakukan untuk menjadikan perintah menjadi sebuah Shortcut
1. Pertama-tama lakukan klik kanan pada dekstop komputer anda, kemudian pilih New lalu pilih dan klik Shortcut.

HARMANSYAH BLOG

2. Akan tampil sebuah jendela baru seperti gambar berikut. Pada kotak kolom panjang persis samping kiri tombol Browse... masukkan salah satu kode di bawah ini, sesuai dengan fungsi perintah yang diinginkan. (sebagai contoh saya ingin membuat perintah Shutdown menjadi sebuah Shortcut).

HARMANSYAH BLOG


Untuk perintah Shutdown
Shutdown.exe -s -t 00
Untuk perintah Restart
Shutdown.exe -r -t 00
Untuk perintah beralih ke mode Sleep
rundll32.exe powrprof.dll,SetSuspendState 0,1,0
Untuk perintah mengunci/Lock
Rundll32.exe User32.dll,LockWorkStation
Untuk perintah Hibernate
rundll32.exe PowrProf.dll,SetSuspendState

Keterangan untuk perintah Shutdown dan Restart :

  • -s merupakan perintah untuk shutdown,
  • -r merupakan perintah untuk restart
  • -t 00 merupakan timer yang diatur menjadi 00 atau tanpa ada jeda waktu tertentu.


3. Setelah kodenya terisi dengan benar dan sesuai dengan fungsi perintah yang diinginkan, silahkan klik tombol Next.
4. Terakhir anda bisa mengganti nama Shorcut atau dibiarkan saja, lalu klik tombol Finish.

HARMANSYAH BLOG


Jika menurut anda Shortcut yang anda buat tampilannya kurang baik atau bagus, silahkan ganti iconnya dengan langkah-langkah berikut ini.
1. Klik kanan pada Shortcut yang ingin diganti iconnya, lalu pilih dan klik Properties.

HARMANSYAH BLOG

2. Klik tombol Change icon...

HARMANSYAH BLOG

3. Pilih icon yang tersedia dengan klik icon, lalu klik tombol OK.

HARMANSYAH BLOG

4. Apabila dirasa sudah cocok dengan icon yang dipilih, maka klik tombol Apply kemudian klik tombol OK.

HARMANSYAH BLOG

5. Selesai.

Demikian tutorial sederhana mengenai bagaimana cara membuat Shortcut Shutdown, Restart, Sleep, Lock, dan Hibernate di Windows 7 komputer PC/latop dengan mudah. Dengan menjadikan fungsi-fungsi perintah pada Windows menjadi sebuah Shortcut, maka anda bisa dengan lebih cepat menjalankan fungsi perintah pada Windows. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Perbedaan Windows 32 Bit dengan 64 Bit

|
Perbedaan Windows 32 Bit dengan 64 Bit - Dalam dunia tekhnologi komputer yang kini semakin berkembang, Windows merupakan sistem operasi komputer yang paling banyak digemari. Bahkan dipasaran, komputer dan laptop sekarang ini sebagian besar menggunakan OS Windows ketimbang OS yang lain. Selain mudah digunakan, sistem operasi Windows ini juga mudah dipahami. Hal itulah yang membuat banyak orang lebih memilih menggunakan sistem operasi ini.

Sebagai pengguna komputer aktif, pengguna pasti sering melihat sistem operasi Windows berbasis 32-bit dan 64-bit. Terutama ketika akan meng-install program aplikasi baru kedalam komputer / laptop. Karena biasanya software atau program aplikasi selalu menyertakan spesifikasi komputer yang cocok tempat meng-install program tersebut. Pasti terlintas pertanyaan dalam pikiran anda, apa maksud dari angka-angka 32-bit dan 64-bit tersebut ?
32-bit dan 64-bit adalah satuan angka yang mengacu pada kemampuan Prossesor PC atau CPU untuk menangani berbagai bit informasi yang ada di dalam komputer. Semakin tinggi angka Bit yang tertera pada spesifikasi komputer, semakin besar pula kemampuan prossesor tersebut menangani sebuah sistem operasi.
Sistem operasi 32-bit dan 64-bit memiliki hubungan erat dengan prosesor yang sedang dipakai oleh komputer. Saat memilih sistem operasi yang hendak digunakan, sebaiknya sesuaikan versinya dengan prosesor yang sudah tertanam pada PC anda. Misalnya, prossesor anda menggunakan sistem 64 bit, maka disarankan untuk menggunakan operating sistem 64 bit pula, walaupun sebenarnya juga bisa di aplikasikan pada operating sistem 32 bit. Tetapi jika prossesor anda menggunakan sistem 32 bit, anda tidak bisa memasang sistem operasi 64 bit. Karena prossesor 32 bit hanya kompatibel dengan sistem operasi 32 bit. Supaya anda lebih memahami perbedaan dari kedua bit ini, silahkan simak penjelasan berikut secara spesifikasi.

1. Jumlah RAM yang digunakan

Perbedaan yang cukup mencolok diantara sistem 32 bit dengan 62 bit pada sistem operasi Windows adalah maksimal RAM yang dapat digunakan. Hal ini tentunya banyak diketahui oleh para pengguna komputer. Setiap sistem memiliki batasan yang berbeda-beda. Untuk sistem operasi Windows berbasis 32 bit memiliki batasan RAM yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan sistem 64 bit. Windows 32 bit hanya memiliki batas maksimal penggunaan memori RAM kurang dari 4 GB (sekitar 3,2 GB) dan akan bekerja maksimal ketika menggunakan RAM 1 GB atau 2 GB. Sedangkan untuk Windows 64 bit sendiri dapat menggunakan  RAM lebih dari 4 GB. Bila windows 32 dipaksakan untuk dipasangkan RAM 4GB maka hanya 3GB saja yang akan terbaca. Hal ini dikarenakan perbedaan arsitektur prosesor antar Windows 32 bit dengan 64 bit.

2. Peforma sistem windows

Perbedaan juga dapat anda lihat pada peforma prossesornya. Bila dibandingkan, tentu saja teknologi prossesor 64 bit lebih canggih bila dibandingkan teknologi 32 bit. Windows 32 bit dengan prossesor 32 bit juga memiliki kemampuan dibawah 64 bit. Sehingga kombinasi prossesor dan Windows ini hanya mampu melakukan pekerjaan yang ringan ringan saja. Selain itu, prossesor 32 bit tidak dapat digunakan untuk membuka aplikasi yang berat. Sedangkan untuk Windows 64 dengan prossesor 64 bit sangat tepat bila digunakan untuk mengerjakan pekerjaan berat seperti desain, video, editing, dan multimedia lainnya.

3. Kemampuan dalam memproses data

Selanjutnya adalah dalam hal pemrosesan data pada komputer itu sendiri. Angka 32 dan 64 yang tertera sebenarnya mewakili jumlah data yang dapat diproses dalam sekali putaran. Untuk windows 32 bit ketika sedang melakukan satu kali proses, data yang dapat dimuat adalah sebesar 32 bit. Sedangkan untuk windows 64 bit akan memproses data sebesar 64 bit lebih cepat dan maksimal dalam satu kali putaran.

4. Segi Kompatibilitas Software

Perbedaan yang mencolok lainnya yang cukup berpengaruh adalah kompatibilitas software yang dapat digunakan pada sistem operasi windows. Untuk Windows 32 bit, sistem ini tidak dapat menjalankan software 64 bit. Namun sebaliknya, Windows 64 bit dapat dengan leluasa untuk menjalankan software 32 bit maupun 64 bit.

Dari perbedaan-perbedaan yang telah disebutkan diatas maka anda dapat melihat berbagai kekurangan dan kelebihan yang dimiliki sistem windows 32 bit maupun sistem windows 64 bit.

Kelebihan dan kekurangan sistem operasi 32-bit dan 64-bit
Jika dilihat secara sekilas sistem operasi Windows 64-bit lebih banyak memiliki kelebihan daripada sistem operasi Windows 32-bit, namun ternyata kedua sistem ini tetap memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Kelebihan sistem operasi Windows 32 bit
  • Kompatibel dengan banyak software lama dan cocok untuk pengguna PC atau laptop lawas
  • Kompatibel untuk driver komputer lama
  • Mampu bekerja optimal meskipun memiliki RAM hanya 2 GB
Kekurangan sistem operasi Windows 32 bit
  • Tidak mampu menggunakan RAM lebih dari 4 GB
  • Tidak mampu menjalankan software berat
  • Hanya sedikit software terbaru yang kompatibel dengan sistem operasi ini
  • Tidak mampu menjalankan pekerjaan – pekerjaan berat seperti mengedit video dan membuat animasi 3 dimensi
Kelebihan sistem operasi Windows 64 bit
  • Mampu membuat kinerja prosesor lebih cepat dan optimal
  • Dapat menjalankan semua software yang kompatibel dengan sistem operasi 32 bit
  • Cocok dengan semua software terbaru
  • Lebih cepat den efisien
  • Mampu mengerjakan pekerjaan berat seperti mengedit video, bermain game berat, sampai membuat animasi 3 dimensi
Kekurangan sistem operasi Windows 64 bit
  • Tidak kompatibel dengan berbagai software lawas yang umumnya masih banyak digunakan
  • Tidak cocok untuk komputer lawas karena kebanyakan software dan drivernya tidak kompatibel
Cara mengetahui apakah komputer menggunakan windows 32 bit atau 64 bit
Ada beberapa cara mengecek versi sistem operasi pada komputer. Beberapa diantaranya adalah dengan memeriksa langsung di properties windows. Berikut cara mengecek versi sistem operasi pada komputer.

Melihat informasi pada system properties
1. Langkah berikut ini merupakan cara yang digunakan pada Windows 7 atau Vista.
  • Pertama cari icon Computer pada Windows eksplorer, Start Menu, atau Dekstop, setelah itu klik kanan lalu pilih Properties.
  • Kemudian akan tampil jendela View basic information about your computer.
  • Pada bilah sebelah kanan akan terlihat beberapa informasi seperti Windows edition, System, Computer name, dan Windows activation. Pada bagian System, disitu terlihat versi Windows yang digunakan pada komputer, apakah menggunakan 32 bit atau 64 bit.
Perbedaan Windows 32 Bit dengan 64 Bit


2. Langkah berikut ini merupakan cara yang digunakan pada Windows XP.
  • Klik Start Menu.
  • Lalu klik kanan pada my computer dan klik Properties.
  • Bila anda tidak melihat kata "x64 edition" terdaftar maka sistem windows yang anda gunakan adalah sistem windows 32 bit windows XP.
  • Jika anda menemukan "x64 edition" di bawah sistem maka anda saat ini sedang menggunakan sistem windows 64 bit pada komputer anda.
Demikian artikel singkat mengenai perbedaan windows 32 bit dan 64 bit. Sangat penting mengetahui versi sistem operasi yang anda gunakan karena hal tersebut sangat berpengaruh pada kinerja prosesor dan konsumsi RAM. Apa pun pilihan Anda pastikan sistem tersebut kompatibel dan mampu mengoptimalkan kinerja komputer anda. Apa pun pilihan anda pastikan sistem tersebut kompatibel dan mampu mengoptimalkan kinerja komputer anda. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Cara Mengatasi Windows Cannot be Installed to This Disk (MBR / GPT)

|
Cara Mengatasi Windows Cannot be Installed to This Disk (MBR / GPT) - Saat akan melakukan installasi atau pemasangan sistem operasi Windows, baik itu pemasangan baru atau pemasangan ulang ke dalam harddisk komputer, terkadang pengguna menjumpai sebuah masalah yang disebabkan oleh harddisk yang digunakan memiliki tipe partisi yang tidak cocok dengan jenis sistem boot Windows yang akan diinstall.
Penjelasan sederhana dari masalah tersebut seperti ini. Dalam komputer itu ada dua jenis sistem boot yaitu UEFI dan Legacy. Sedangkan untuk tipe harddisk yang digunakan dalam komputer ada dua jenis juga yaitu MBR dan GPT. Masalah ini dapat diselesaikan apabila pengguna mengetahui bahwa Windows dalam mode UEFI hanya dapat di install  pada hardisk GPT, sedangkan apabila dalam mode legacy harddisknya harus bertipe MBR. Jadi apabila tidak mengikuti kaidah tersebut maka Windows akan menampilkan pesan Windows Cannot be Installed to this Disk seperti berikut.



Pesan Error #1. " Windows Cannot be Installed to This Disk. The Selected Disk Has An MBR Partition Table On EFI Systems. Windows Can Only Be Installed to GPT Disks ".
Jika diartikan kedalam bahasa Indonesia " Windows tidak dapat diinstall kedalam disk ini. Disk yang dipilih adalah Partisi MBR pada sistem UEFI. Windows hanya bisa diinstall ke dalam Disk GPT ".

Pesan Error #2. " Windows Cannot be Installed to This Disk. The Selected Disk is of the GPT Partition Style ".
Artinya " Windows tidak dapat diinstall / dipasang pada disk ini. Disk yang terpilih adalah Partisi Model GPT ".

Apa itu MBR dan GPT ?
MBR merupakan singkatan dari Master Boot Record yang mempunyai fungsi untuk mengatur data maksimal hanya 2.2TB (Tera Byte) dan hanya bisa terbagi kedalam 4 partisi saja. Dengan kata lain, walaupun hardisk kalian mempunyai kapasitas lebih dari 2.2TB, tetapi percuma saja apabila formatnya masih MBR. Karena format ini hanya bisa melakukan pengaturan data maksimal 2.2TB. MBR adalah tipe yang spesial dari boot sector dan memegang informasi mengenai logical partition, berisi file system serta mengatur sistem.
Sedangkan GPT adalah singkatan dari GUID Partition Table yang memiliki kemampuan untuk mengolah data atau penyimpanan hingga 9.4ZB (Setta Byte) dan bisa memiliki 128 partisi primer. Harddisk GPT ini digunakan untuk menginstall Windows dalam mode UEFI (Unified Extensible Firmware Interface) yang memiliki kemampuan booting dua kali lebih cepat dari BIOS biasa.

Sebenarnya untuk mengatasi masalah ini ada banyak caranya, saya akan urutkan dari cara yang paling mudah :

1. Nonaktifkan mode UEFI
Silahkan masuk ke BIOS dan pilih tab boot kemudian nonaktifkan mode UEFInya atau ganti menjadi legacy jangan lupa untuk save pengaturannya. Kemudian coba install kembali. Apabila masih tidak bisa lanjut ke langkah kedua.

2. Menghapus Disk 0 Partition 2 (partisi C:) dan Disk 0 Partition 1 : System Reserved
Cara kedua yang perlu adalah coba adalah dengan menghapus Disk 0 Partition 2 (partisi C:) serta hardisk kecil yang diatasnya yakni Disk 0 Partition 1 : System Reserved yang ukurannya hanya beberapa MB. Ingat harddisk tempat penyimpanan data jangan dihapus ya?
Penghapusan partisi ini dilakukan saat anda menginstall Windows. Setelah anda deleted partisi C dan partisi system reserved, maka tulisannya akan berubah menjadi Disk 0 Unallocated Space. Klik harddisk yang bertuliskan Disk 0 Unallocated Space tersebut, kemudian klik next dan lanjut install.

3. Convert Hardisk dari MBR ke GPT / Sebaliknya
Untuk mengkonversi harddisk ke format MBR atau GPT, sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan. Namun disini saya akan memberikan cara yang paling mudah tanpa menggunakan aplikasi pihak ketiga yakni dengan menggunakan command prompt. Namun untuk mengkonversi harddisk, saya sarankan agar kalian melakukan backup data terlebih dahulu untuk keamanan semua data anda. Karena cara ini akan membersihkan / memformat semua isi yang ada di dalam hardisk.

Untuk menerapkan cara ini, kalian bisa melakukannya pada saat akan memulai proses pemasangan windows atau saat mendapatkan pesan error. Dengan kata lain, kalian tidak harus berada pada posisi windows yang berjalan normal.

  • Matikan komputer.
  • Hidupkan kembali komputer kalian dan tekan Shift + F10 secara bersamaan hingga Command Prompt muncul di layar. Selanjutnya lakukan perintah-perintah berikut ini.
  • Ketik Diskpart dan tekan enter.
  • Ketik List Disk dan tekan enter lagi.
  • Pilih hardisk yang akan kalian konversi. Jika kalian hanya memilik satu hardisk yang terpasang, Ketik Select Disk 0. Namun apabila terdapat dua atau lebih, silahkan kalian pilih yang akan dikonversi. Misalnya Select Disk 1 / Select Disk 2 dan seterusnya.
  • Ketikkan perintah clean.
  • Ketik lagi perintah convert gpt untuk dikonversi ke format GPT dan convert mbr untuk format MBR.
  • Setelah proses konversi selesai, selanjutnya lakukan instalasi seperti biasanya.

4. Buat Bootable Windows Format GPT atau MBR
Apabila menggunakan cara di atas masih belum terselesaikan, silahkan gunakan rufus!
Sudah tahu rufus? kalau belum silahkan download aja gratis kok. Aplikasi ini juga tidak hanya untuk membuat bootable Windows saja tapi juga untuk semua OS termasuk linux. Silahkan baca artikel berjudul Cara Membuat Bootable Flashdisk Windows 7 dengan Rufus sebagai panduannya.
Warning : Setelah membuka aplikasi rufus, perhatikan pada bagian Partition scheme and target system type, ada tiga jenis yaitu

  • MBR partition Scheme for BIOS or UEFI
  • MBR Partition Scheme for UEFI
  • GPT Partition Scheme for UEFI

Jika format harddisk MBR yang digunakan, maka pilih " MBR Partition Scheme for BIOS or UEF I" atau " MBR Partition Scheme for UEFI ". Jika format harddisk GPT, maka pilih " GPT Partition Scheme for UEFI ".

Jika laptop yang anda install OS awalnya adalah Windows 7, sudah pasti itu MBR. Jadi saat buat bootable silahkan pilih MBR partition scheme for UEFI. Sedangkan jika laptop tersebut awalnya terinstall windows 8 maka harddisknya biasanya GPT dengan sistem UEFI.

Cara ini biasanya bisa mengatasi masalah Windows cannot be installed to this disk dari pada anda harus convert harddisk.

5. Periksa / Ganti Hardware
Selain masalah jenis format pada harddisk, ternyata ada masalah lain yang juga mempengaruhi munculnya pesan windows tidak dapat diinstall. Beberapa masalah yang mungkin terjadi adalah karena adanya hardware yang mengalami kerusakan atau bisa juga disebabkan karena adanya kabel/hardware yang tidak terpasang dengan baik. Untuk itu, coba lakukan hal-hal berikut ini.

  • Periksa kebel atau ganti hardisk.
  • Periksa atau ganti Flashdisk yang digunakan sebagai bootable windows.
  • Cabut dan pasang ulang RAM. Jika di dalam komputer terdapat 2 (dua) RAM, coba cabut salah satunya.

Setelah kalian selesai melakukan hal-hal di atas, selanjutnya lakukan proses instalasi Windows seperti biasanya. Baca artikel berikut ini sebagai panduan dalam menginstall Windows 7.

Demikian tutorial sederhana mengenai bagaimana cara mengatasi Windows cannot be installed to this disk pada komputer. Semoga berhasil and " Happy Blogging "

Masalah Pada Windows dan Penyelesaiannya Troubleshooting

|
Masalah Pada Windows dan Penyelesaiannya Troubleshooting - Kerusakan sistem operasi merupakan hal yang pasti tidak pengguna inginkan, namun terkadang para pengguna banyak menemui permasalahan-permasalahan menyangkut sistem dan harus memperbaikinya agar sistem operasi tersebut bisa digunakan kembali secara normal. Ada banyak kasus mengenai kerusakan sistem operasi khususnya Windows 7, dan kali ini HARMANSYAH BLOG akan menjabarkan beberapa masalah yang biasa terjadi pada Windows 7 dan cara penyelesaiannya atau istilah kerennya Troubleshooting.

Masalah Pada Windows dan Penyelesaiannya Troubleshooting


1. Install Windows 7 Gagal
Kegagalan saat meng-install Windows 7 ditandai dengan munculnya sebuah pesan bertuliskan " A Required CD/DVD Drive Device Driver Is Missing ". Masalah ini biasanya terjadi tepat setelah menekan tombol " Install Now ".

Install Windows 7 Gagal

Berikut beberapa faktor penyebab dan solusi dari install windows 7 (Load Driver, A Required CD/DVD Drive Device Driver Is Missing) :

  • Yang pertama Pengaturan pada bios, silahkan cek pengaturan pada bios komputer dengan cara menekan tombol F1, F2, F10, tombol Delete (del) atau tombol Escape (ESC) atau dengan tombol kombinasi Fn + F2. Silahkan disesuaikan dengan merk laptop atau netbook anda. Setelah berhasil masuk kedalam menu bios, silahkan pilih Menu booting, pilih boot device priority setting sesuai dengan device yang akan anda gunakan untuk installasi Windows anda (dari dvd/Usb flasdisk). Langkah berikutnya klik menu advance pada bios Ubah driver dari SATA ke AHCI. atau Matikan menu SATA alihkan ke AHCI, kemudian save dan restart laptop anda. Selanjutnya silahkan anda coba untuk memulai installasi Windows lagi.
  • Kedua faktor penyebab gagalnya instalasi Windows 7 bisa disebabkan oleh rusaknya file installasi Windows yang anda gunakan. Solusinya buat CD installasi yang baru.
  • Ketiga Harddisk kita mengalami kerusakan, misalnya karena terdapat Bad Sector yang tidak dapat diperbaiki. Solusinya adalah memperbaiki bad sector pada harddisk, apabila pada harddisk tetap terdapat bad sector maka sebaiknya anda membeli harddisk yang baru.
  • Keempat CD ROM atau DVD ROM yang kita miliki sudah rusak, bisa jadi penyebab gagalnya install ulang adalah CD ROM atau DVD ROM kita mengalami kerusakan sehingga tidak dapat membaca CD yang bagus sekalipun. Solusi apabila CD atau DVD ROM anda yang rusak, coba perbaiki dengan menggunakan CD atau DVD Cleaner.
  • Kelima kurangnya catu daya listrik yang diperlukan oleh device installasi (DVD room, usb flash disk, hardisk eksternal, DVD eksternal) solusinya pindahkan device satu persatu misalnya jika anda menggunakan DVD room internal anda bisa mencoba instalasi menggunakan flasdisk, atau jika anda menggunakan flashdisk dan ternyata masih keluar peringatan (Load Driver, A Required CD/DVD Drive Device Driver Is Missing) pindahkan flashdisk ke port lainnya.
  • Keenam adalah kompabilitas port Usb dari laptop yang kita install, sekarang ini hampir rata rata laptop baru menggunakan slot usb 3.0 sementara flashdisk/usb eksternal yang kita gunakan biasanya hanya suport Usb 2.0 kebawah.solusi nya pindahkan port usb yang kita gunakan.
  • Ketujuh faktor penyebab gagalnya instalasi windows 7 dengan peringatan (Load Driver, A Required CD/DVD Drive Device Driver Is Missing) adalah laptop keluaran terbaru, solusinya bacalah manual book dari laptop tersebut apakah laptop yang kita install itu diperuntukan untuk  windows 7 jika tidak langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mencari driver sata AHCI dari laptop tersebut.kemudian ekstrak file driver tersebut kedalam satu folder silahkan anda simpan folder tersebut dengan flasdisk yang lain. Selanjutnya lakukan proses instalasi lagi dengan memasukan flashdisk yang berisi file driver yang sudah kita ekstrak tadi kedalam port usb yang masih kosong, untuk langkah langkah instalasinnya akan saya jelaskan dilain kesempatan
2. Windows Installer Service Rusak
Kadang pengguna menemukan kegagalan di Windows saat menginstall, uninstall atau update sebuah program. Belum tentu hal ini disebabkan installernya yang korup atau rusak, bisa jadi masalahnya berasal dari komputer tersebut. Salah satu penyebabnya adalah pada layanan Windows installer service yang rusak. Berikut beberapa macam pesan error yang akan muncul tapi isinya adalah sama :
  • Windows Installer Service couldn’t be started.
  • The Windows installer service could not be accessed. This can occur if the windows installer is not correctly installed. Contact your support personnel for assistance.
  • Could not start the Windows Installer service on Local Computer. Error 5: Access is denied.
Beberapa solusi yang bisa anda coba untuk mengatasi Windows installer service yang rusak :
a. Pastikan Windows installer service aktif.
  • Buka jendela Run dengan Windows + R dan ketikkan services.msc lalu tekan OK.
  • Pada jendela Services, cari pilihan Windows Installer, kemudian klik kanan dan pilih Properties.
Windows Installer Service Rusak

  • Pada jendela Windows Installer Properties (Local Computer), jika pada bagian Startup type adalah Desible, maka ubahlah menjadi Manual agar hanya aktif saat diperlukan saja atau Automatic untuk selalu hidup. Kemudian klik OK.
Windows Installer Service Rusak

b. Update versi Installer ke yang paling baru.
solusi alternatif yang bisa anda coba adalah dengan melakukan update Windows Installer terbaru. Saat ini versi paling barunya adalah 4.5 yang bisa anda download Windows Installer 4.5 Redistributable pada situs Microsoft dan lakukan installasi setelahnya.

Windows Installer Service Rusak

c. Daftarkan ulang Installer engine kembali.
Untuk melakukannya anda membutuhkan command prompt dan kemudian ketikkan MSIExec /unregister disusul tombol Enter, kemudian ketikkan perintah MSIExec /register dan disusul Enter lagi. Semuanya dengan hak administrator tentunya.

Windows Installer Service Rusak


3. Windows Blank Screen atau Layar Hitam
Layar hitam atau biasa disebut blank screen merupakan kondisi dimana Windows 7 tidak bisa masuk ke tampilan Desktop, dan hanya menampilkan layar hitam setelah proses boot atau logo Windows 7 nampak dilayar, yang bisa disertai dengan kursor mouse tampil atau pun tidak tampil dilayar. Blank screen sendiri banyak sebabnya, dari sisi software saja, bisa jadi disebabkan oleh file sistem yang korrup, driver yang gagal berjalan, partisi MBR yang rusak, primary bootable partition yang crash dan masih banyak lagi. Berikut solusi yang bisa anda coba untuk mengatasi masalah layar hitam.
a. Masuk ke Safe Mode.
Solusi awal yang bisa dilakukan sebagai cara mendapatkan Windows yang baik kembali adalah dengan masuk ke mode aman sistem  atau safe mode windows 7. Langkah untuk masuk ke Safe mode Windows 7 sendiri adalah sebagai berikut :
  • Hidupkan komputer.
  • Sebelum masuk tampilan logo Windows 7, tekan tombol F8, beberapa kali, hingga masuk menu Boot Option Windows 7.
  • Dari opsi yang ada, pilih Safe Mode.
  • Setelah tampil safe mode, tunggu sekitar 5-10 menit lalu restart laptop dan nyalakn kembali laptop, langkah ini pernah diuji dan memang jika masalahnya tidak parah bisa menjadikan laptop menyala normal kembali.
  • Biasanya masalah seperti ini diakibatkan oleh service Windows yang bermasalah atau timing service yang delay.
b. Update graphic (display) adapter.
Masalah pada driver graphic bisa mengakibatkan sistem menjadi unstable dan menjadi penyebab blue screen  misalnya. Berikut langkah-langkahnya :
  • Hidupkan komputer.
  • Masuk ke safe mode seperti langkah diatas.
  • Tekan tombol keyboard CTRL + ALT + DELETE untuk memunculkan Task Manager.
  • Pada jendela Task Manager, tekan CTRL + N atau klik menu File > New > kemudian ketik explorer.exe dan tekan Enter.
  • Setelah Windows Explorer muncul, klik ikon Computer pada panel kiri, dan klik Manage.
  • Pada jendela Computer management yang muncul, pada panel kiri, klik Device Manager.
  • Pada panel kanan, expand section Display adapter, klik kanan pada driver yang muncul dan klik Properties.
  • Pada jendela yang muncul, klik Update driver software, ikuti langkah yang diberikan, hingga selesai.
  • Pada tahap ini, jika instalasi driver sebelumnya memang memerlukan CD-ROM driver bawaan adapter atau dapat unduh dari internet, maka ada opsi untuk mengambil source instalasi driver dari disk.
  • Setelah proses selesai, restart komputer, jika masalah driver graphic selesai, seharusnya Windows 7 sudah masuk Desktop seperti biasa.
c. Mematikan service atau startup program yang bermasalah.
Cara mengatasi layar hitam pada komputer windows 7 yang ketiga adalah melakukan modifikasi pada bagian service. Bukan hanya graphic adapter yang bermasalah, service yang bermasalah juga bisa berakibat blank screen OS Windows 7 ini. Berikut langkah-langkahnya :
  • Hidupkan komputer.
  • Masuk ke safe mode seperti langkah diatas, untuk cara safe mode windows 8 juga sama.
  • Tekan tonbol keyboard CTRL + ALT + DELETE untuk memunculkan Task Manager.
  • Pada jendela taskmanager, tekan CTRL + N atau klik menu File > New > kemudian ketik msconfig dan tekan Enter.
  • Setelah Microsoft System Configuration Utility (msconfig) muncul, masuk ke tab services dan tab startup, disitu kita bisa mengaktifkan dan menonaktifkan item dengan mengklik checkbox yang ada. Umumnya masalah yang berkaitan dengan blank screen adalah di bagian startup, dengan mematikan program yang dirasa tidak diperlukan dan memberatkan.
  • Restart komputer untuk melihat hasilnya.
d. Menggunakan System restore.
Solusi keempat adalah mengembalikan Windows 7 ke kondisi sebelum masalah terjadi, dengan menggunakan utuliti system restore. Utiliti ini berguna untuk keperluan restorasi sistem dan file sistem. Berikut langkah-langkahnya :
  • Masuk ke msconfig dengan langkah yang sama seperti cara ketiga diatas.
  • Pada jendela windows system configuration utility, klik tab Tools.
  • Pada daftar tool yang muncul, pilih system restore.
  • Nanti akan muncul jendela system restore.
  • Pada pemilihan tanggal pilih tanggal sebelum masalah terjadi.
  • Kemudian lanjutkan proses hingga restart.
  • Jika proses System Restore berjalan dengan baik, maka Windows 7 akan boot dengan normal.
e. Melalui Command Prompt.
Untuk mengatasi layar hitam pada Windwos 7 selanjutnya, kita akan memanfaatkan fungsi command prompt untuk melakukan repair sistem. Cara repair menggunakan CMD adalah sebagai berikut :
  • Hidupkan komputer.
  • Masuk ke safe mode seperti langkah diatas.
  • Tekan tonbol keyboard CTRL + ALT + DELETE untuk memunculkan Task Manager.
  • Pada jendela Task Manager, tekan CTRL + N atau klik menu File > New > kemudian ketik CMD dan tekan Enter.
  • Ketikkan perintah berikut pada jendela command prompt (CMD) :  slmgr.vbs –rearm. Kemudian tekan Enter.
  • Setelah muncul konfirmasi " Please restart the system for  the changes to take effect ", klik OK.
  • Restart komputer dan coba kembali login dengan mode normal.
  • Jika masalah selelai, seharusnya windows 7 sudah bisa login sampai muncul desktop dan start menu.
4. Windows Tidak Bisa Booting
Booting adalah proses yang dilakukan CPU sebelum masuk ke Windows atau Sistem Operasi lainnya. Jika komputer tidak bisa booting, komputer tidak akan bisa digunakan seperti seharusnya.
Secara umum ada beberapa penyebab mengapa komputer tiba-tiba gagal booting :
  • Software yang tidak kompatibel.
  • Terserang virus.
  • File windows corrupt.
  • Masalah pada hardware.
Berikut solusi yang mungkin bisa anda coba untuk mengatasi masalah Windows gagal booting atau tidak bisa masuk Windows.
a. Software yang tidak kompatibel.
Ini biasanya menjadi penyebab yang paling sering terjadi mengapa komputer anda gagal
booting atau masuk windows. Coba ingat software atau aplikasi terakhir apa yang pernah anda
install sebelum komputer anda gagal masuk windows.
Langkah awal untuk mengatasi ini adalah :
  • Masuk ke komputer dengan menggunakan safe mode. Safe mode bisa diakses dengan menekan tombol F8 (Beberapa merk komputer mungkin berbeda) persis pada saat komputer pertama kali menyala/baru direstart. Setelah berada pada safe mode, segera periksa aplikasi yang anda curigai menjadi penyebab dari gagalnya komputer anda masuk windows.
  • Hapus software mencurigakan. Anda dapat menghapus software dengan membuka control panel > uninstall a program. Jika anda tidak yakin software mana yang terakhir anda install dan menjadi penyebab, anda bisa melihat semua software yang menurut anda asing/mencurigakan/tidak penting. Untuk hal ini anda memang harus tau mengenai software apa saja yang terinstall dan aoa saja fungsinya dalam komputer anda, jangan pernah install sofware yang tidak berguna. Untuk proses uninstall yang lebih baik saya menyarankan menggunakan software IOBIT Uninstaller. Software ini cukup baik dalam melakukan uninstall karena dapat melacak Ìle-Ìle yang masih tersisa saat anda melakukan proses uninstall. Silahkan cari softwarenya melalui google dan download.
  • Restart ulang komputer anda. Biarkan komputer anda masuk ke windows secara normal atau tanpa safe mode dan lihat hasilnya.
b. Terserang virus.
Virus yang berbahaya tidak hanya bisa merusak, atau mengubah, tapi juga bisa menghilangkan file yang tersimpan dalam komputer anda. Hal yang lebih berbahaya terjadi jika virus sudah masuk ke sistem operasi komputer anda. File system yang rusak/hilang tentu akan mengacaukan jalannya sistem operasi, termasuk mengakibatkan gagalnya proses booting. Untuk mengatasinya, anda harus membersihkan virus yang menginfeksi komputer anda dengan antivirus. Gunakanlah antivirus yang terpercaya, jangan sampai bukannya menghilangkan virus, anda malah menambahkan virus kedalam komputer anda. Berikut langkah-langkahnya.
  • Masuk windows dengan safe mode. Mengenai detailnya dapat anda lihat pada poin langkah sebelumnya.
  • Jalankan program antivirus untuk memeriksa virus dalam komputer anda. Lakukan scanning hingga selesai. Jika ternyata antivirus anda menemukan sebuah virus/malware/spyware, segera hapus program tersebut dan lakukan restart ulang pada komputer anda.
c. File Windows corrupt.
Jika permasalahannya ada pada Ìle windows yang corrupt, anda dapat melakukan repair windows dengan langkah berikut :
  • Masuk ke BIOS. Caranya tekan tombol sesuai dengan perintah yang muncul pada saat anda pertama kali menyalakan komputer untuk masuk ke mode BIOS.
  • Ubah boot option utama menjadi DVD Room atau Flashdisk (Tergantung anda ingin repair menggunakan file windows melalui CD/DVD/Flashdisk). Lalu restart komputer anda.
  • Jika langkah yang anda lakukan benar, seharusnya muncul pesan '' press any key to boot from... " tekan sembarang tombol pada keyboard.
  • Setelah itu klik menu " repair your computer " dan lanjutkan ke proses repair kemudian tunggu hingga proses selesai.
d. Masalah pada hardware.
Jika semua cara diatas masih belum bisa mengatasi permasalahan anda, maka ada kemungkinan masalah ada pada hardware anda (VGA, memory, hardisk). Jika ini yang terjadi maka satu-satunya cara adalah memperbaiki atau mengganti komponen hardware anda.

5. Windows mengalami Blue Screen of Death (BSOD)
Salah satu permasalahan yang sering muncul bagi pengguna windows adalah adanya Blue Screen. Masalah yang satu ini bisa saja terjadi dan menyerang baik itu pada komputer ataupun laptop. Blue screen atau yang sebenarnya bernama Blue Screen of Death (BSOD) adalah kondisi dimana Windows hanya akan memunculkan warna biru pada layar monitor. BSOD ini muncul karena adanya sebuah kesalahan yang ada pada software ataupun hardware yang ada pada laptop atau komputer tersebut.
Penyebab dari BSOD ini juga bisa disebabkan dengan adanya kerusakan baik itu pada hardware ataupun software yang mengalami crash terlalu parah. Crash ini terjadi karena adanya proses ketika Windows bertemu dengan Error STOP yang kemudian menyebabkan kegagalan dari berprosesnya Windows dan menyebabkan Windows berhenti untuk bekerja. Ketika hal ini terjadi, biasanya akan langsung dilakukan restart pada laptop atau komputer tersebut.

Windows mengalami Blue Screen of Death (BSOD)

Beberapa solusi yang bisa anda coba untuk mengatasi komputer yang sudah mengalami masalah BSOD adalah sebagai berikut :
a. Lakukan Restart Komputer.
pertama yang memang harus dilakukan adalah dengan melakukan restart terlebih dahulu pada komputer atau laptop. Restart dilakukan dengan cara tekan tombol restarst kemudian tunggu hingga komputer atau laptop selesai melakukan booting. Setelah booting selesai jika komputer memang belum mengalami kerusakan yang parah akan langsung kembali normal. Namun, ketika cara ini juga tidak bisa mengatasi Blue Screen of Death, maka selanjutnya anda bisa melakukan langkah yang kedua berikut ini.
b. Menggunakan System restore.
Selain restart, pertolongan pertama yang bisa anda lakukan ketika komputer atau laptop baru saja mengalami Blue Screen adalah dengan melakukan system restore pada komputer.
  • Pertama-tama, matikan terlebih dahulu komputer yang sudah memunculkan blue screen tadi dengan cara tekan power button yang ada pada komputer kemudian tahan hingga komputer dalam keadaan off yang sempurna.
  • Hidupkan kembali komputer atau laptop.
  • Setelah komputer dinyalakan dalam keadaan booting klik F8. Berikutnya anda akan masuk ke dalam jendela yang menunjukan pilihan booting.
  • PIlih booting safe mode kemudian tunggu hingga booting safe mode selesai.
  • Untuk metode ini selanjutnya yang harus anda lakukan adalah klik start windows >> control panel >> system & security >> action center >> recovery >> open system restore >> next >> next >> finish >> yes.
  • Berikutnya komputer atau laptop akan melakukan restart dan biarkan saja laptop dan komputer melakukan booting tersendiri.
  • Jika cara ini berhasil berikutnya anda akan mendapatkan tampilan komputer yang normal dan tidak ada lagi dumping memory ataupun Blue Screen of Death.
c. Repair System Operasi Windows.
Jika cara diatas belum berhasil untuk mengembalikan Windows 7 laptop atau kmputer dalam kondisi yang semula, anda bisa mencoba melakukan cara selanjutnya yaitu dengan menggunakan metode Repair System Operasi Windows. Untuk cara ini digunakan untuk mengatasi masalah Blue Screen of Death yang biasanya terjadi karena ada file windows yang corrupt. Cara ini memerlukan falshdisk/DVD operasi system Windows yang kemudian digunakan untuk melakukan repair pada windows.
d. Install Update Driver.
Sebuah driver yang salah install atau tidak diupdate dapat menyebabkan Crash. Download driver terbaru dari perusahaan hardware komputer anda, mungkin ini akan memperbaiki masalah BSOD.
e. Scan Malware.
Ada cara lain lagi, jika melakukan update ataupun repair belum juga memberikan hasil yang baik caranya adalah dengan Scan Malware. Malware juga bisa menjadi salah satu penyebab yang menyebabkan Windows mengalami ketidakstabilan dari sistem. Malware ini bisa merusak bagian paling dalam pada Windows ataupun juga bagian yang paling awal dari Windows. Untuk mengatasinya adalah dengan melakukan scan antivirus pada Malware.
f. Memeriksa Hardware.
Jika masih saja belum kembali ke mode yang semula meskipun sudah melakukan perbaikan dengan menggunakan software maka berikutnya yang harus anda perhatikan adalah bagian hardware dari komputer. Anda bisa melakukan pengecekan pada bagian hardware dengan melakukan cek pada bagian Hard disk terlebih dulu. Hard disk yang memiliki kondisi yang sudah rusak ataupun kurang baik juga bisa menyebabkan terjadinya Blue Screen of Death pada laptop ataupun paga komputer.
g. Install Ulang Windows.
Ini adalah pilihan terakhir yang bisa anda lakukan yakni menginstall ulang komputer. Dengan cara ini, sistem akan terbangun dari awal dan tidak akan ada kerusakan. Jika komputer Windows tetap mengalami Blue Screen berarti permasalahannya ada di hardware.

6. Windows Menjadi Lambat
Banyak hal yang menyebabkan sistem operasi menjadi lambat, bisa dikarenakan program start-up yang berlebihan, memori RAM yang pas-pasan dsb. Bila anda mulai merasa Windows 7 anda mulai menurun kinerjanya, cobalah untuk membersihkan sampah-sampah registry dengan Ccleaner, RegistryEasy, defrag harddisk dsb atau dengan meminimalisasikan tampilah visual effect yang memakan cukup banyak resource memory. Untuk lebih lengkapnya, silahkan baca artikel berjudul Cara Mempercepat Kinerja Windows 7.

7. CD/DVD Drive Tidak Dikenali Oleh Windows
Penyebab tidak dikenalinya CS/DVD drive oleh Windows adalah bisa diakibatkan oleh perangkat keras (hardware) CD-DVD drive yang anda miliki, atau kerusakan yang terjadi pada sistem perangkat lunaknya.
Biasanya yang perlu anda perhatikan adalah, apakah ketika anda menyadari bahwa CD-DVD drive ini hilang muncul pesan mengenai kode-kode seperti berikut :

The device is not working properly because Windows cannot load the drivers required for this device (Code 31).
A driver for this device was not required, and has been disabled (Code 32 or Code 31).
Your registry might be corrupted. (Code 19)
Windows successfully loaded the device driver for this hardware but cannot find the hardware device. (Code 41)
Atau anda mendapati pesan yang berisi peringatan bahwa perangkat  optical drive yang anda gunakan telah ditandai dengan tanda seru berwarna kuning yang berada di sampingnya pada properti Hardware. Perhatikan pula bila terdapat pesan mengenai kerusakan atau error pada sistem operasi yang anda gunakan. Karena kasus hilangnya CD- DVD drive ini biasanya terjadi karena masalah-masalah diatas.
Tapi jika tidak ada pesan sama sekali, mungkin masalahnya adalah dari Hardware, dan bukan dari Software.
Untuk memastikan sumber masalah berasal dari perangkat lunak atau perangkat keras yang digunakan, Anda dapat memeriksanya pada BIOS sistem yang digunakan. Cara yang dapat anda lakukan adalah membuka BIOS dengan menekan F8 pada saat awal booting, kemudian carilah keterangan apakah CD-DVD drive terinstal atau tidak. Jika ada, maka dapat dipastikan masalah bersumber pada perangkat lunak bukan pada perangkat kerasnya.
a. Cara yang pertama adalah dengan melakukan uninstall dari drive yang sudah terpasang di komputer anda. Dengan melakukan uninstall, maka Windows akan mendetect ulang drive yang sebelumnya tidak terbaca.
Langkah-langkahnya sebagai berikut :

  • Sebelum melakukan perbaikan, pastikan bahwa perangkat komputer/ laptop anda dalam keadaan bersih dan terbebas dari virus.
  • Setelah benar-benar bersih, anda dapat masuk ke menu Device Manager, kemudian uninstall CD-DVD Drive dari Device Manager.
  • Restart komputer, dengan tujuan agar CD-DVD Drive dapat dideteksi atau jika anda terbiasa menggunakan registry, anda dapat langsung mengaksesnya melalui regedit
  • Perhatikan, apakah CD-DVD Drive anda sudah muncul? Bila cara ini tidak berhasil menampilkannya, cobalah untuk membongkar-pasang/ membuka dan memasangkan kembali drive optic yang anda miliki. Pertama lepaslah label power dan kabel data, kemudian pasang kembali.
  • Cara lain yang dapat Anda coba adalah dengan menggunakan CD bootable untuk booting, pastikan CD bootable yang digunnakan dalam kondisi yang baik dan tidak cacat. Lihat di BIOS apakah komputer/ laptop anda dapat mendeteksi CD-DVD Drive.
b. Jika CD-DVD drive tetap tidak dapat terlihat, dan  tidak dapat diakses namun keterangan pada " Device Manager " menunjukkan bahwa perangkat CD-DVD  drive yang Anda gunakan terdeteksi dengan baik, maka perhatikan pesan yang terdapat pada " Device Manager ". Pesan yang biasa muncul berkaitan dengan kasus seperti ini biasanya juga  diikuti dengan kode-kode tertentu seperti contoh diatas. Untuk mengatasi masalah ini, anda dapat mengikut langkah-langkah berikut ini:

  • Buka Regedit (Start – Run – ketik regedit).
  • Cari letak registri berikut.
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Class\{4D36E965-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}
  • Pada kolom sebelah kanan delete 2 buah key yaitu "UpperFilters"  & "LowerFilters".
  • Restart komputer / laptop anda.
Catatan untuk solusi mengatasi DVD Drive yang hilang dengan cara kedua :
  • Jika setelah nilai UpperFilters dan nilai LowerFilters dihapus/diubah dan anda mendapati adanya beberapa fungsi yang hilang pada program, anda dapat menginstal kembali perangkat yang hilang tersebut.
  • Jika anda tidak mengikuti langkah-langkah diatas secara benar, dan terjadi modifikasi registry yang tidak tepat kemungkinan besar sistem akan berjalan kacau dan akan timbul masalah yang serius yang mengharuskan sistem operasi di instal ulang. untuk menghindari kehilangan data, maka sebelum melakukan perubahan backup seluruh data anda.
8. Software atau Aplikasi Lama Tidak Bisa Berjalan pada Windows 7
Bila anda memiliki Program / Software lama yang tak dapat dijalankan pada Windows 7 anda dapat mencoba mengujinya dengan bantuan fitur Compability Mode dengan cara

Software atau Aplikasi Lama Tidak Bisa Berjalan pada Windows 7


  • klik kanan pada Program lama tersebut > pilih Properties.
  • Kemudian centang pada bagian Run this program in compatibility mode for
  • Lalu pilihlah jenis OS yang pernah anda gunakan dan dapat menjalankan program tersebut misalkan Windows XP, maka pilihlah Windows XP.

9. Icon Shortcut Rusak di Windows
Penyebab hilangnya icon suatu program atau rusak adalah Icon Cache yang corrupt. Icon Cache atau IconCache.db adalah database khusus pada Windows yang berguna untuk menyimpan salinan icon. Jadi ketika menjalankan suatu program, Windows mengambil salinan icon dari cache, bukan mengambil gambar icon dari aplikasi yang bersangkutan.
penyebab hilangnya icon suatu program adalah Icon Cache yang corrupt. Icon Cache atau IconCache.db adalah database khusus pada Windows yang berguna untuk menyimpan salinan icon. Jadi ketika menjalankan suatu program, Windows mengambil salinan icon dari cache, bukan mengambil gambar icon dari aplikasi yang bersangkutan. Pada Windows 7 dan Windows 8 IconCache.db terletak di :
C:\Users\Username\AppData\Local\IconCache.db
Ada beberapa solusi untuk  memperbaikinya :
a. Cara ini cukup mudah. Anda cukup menghapus file IconCache.db lalu restart komputer. Windows akan membangun kembali IconCache.db secara otomatis setelah komputer restart. File IconCache.db tersebut secara default mempunyai atribut hidden, jadi anda harus mengubah setting pada folder option agar bisa memunculkan file yang beratribut hidden.
  • Buka File Explorer dengan cara tekan tombol " Windows + E " pada keyboard.
  • Pada File Explorer > klik " Organize " > pilih " Folder and Search Options ".
  • Klik tab "View" > pilih "Show hidden files, folders, and drives" > OK
  • Cari file IconCache.db yang terletak di C:\Users\Username\AppData\Local.
  • Setelah ketemu hapus file IconCache.db tersebut, kemudian restart komputer.
b. Cara kedua yakni dengan menggunakan Command Prompt. Langkah-langkahnya sebagai berikut :
  • Buka Command Prompt dengan cara klik "Start" > ketik "cmd" pada kotak pencarian > klik program "cmd.exe".
  • Ketik perintah dibawah ini satu-satu, atau lebih mudahnya anda copy paste saja ke cmd > lalu tekan enter. Komputer akan melakukan restart.
taskkill /IM explorer.exe /F
DEL "%localappdata%\IconCache.db" /A
shutdown /r /f /t 00
c. Jika kedua cara diatas tidak berhasil, anda bisa melakukan alternatif lain, tapi cara ini bukan termasuk salah satu metode Rebuild Icon Cache diatas alias menggunakan cara manual dan tidak memerlukan restart, yaitu mengganti icon program yang rusak dengan icon langsung dari aplikasi yang bersangkutan satu persatu jika banyak program yang iconnya rusak.

10. Windows 7 Tidak Bisa Shutdown
Penyebab dari Windows tidak bisa shutdown sangat beragam. Beberapa pengguna berhasil mengatasi dengan cara yang satu dan pengguna yang lain berhasil mengatasinya dengan cara yang lain. Perlu anda ketahui jika komputer tidak bisa shutdown harus dipisahkan dari Blue Screen Of Death. Sebab jika komputer anda tidak bisa dimatikan karena BSOD, maka penanganannya akan berbeda.
Masalah komputer tidak bisa shutdown ini sudah warisan dari Windows 2000, XP dan sampai pada Windows 7 juga. Dari sekian banyak penyebab Windows tidak bisa shutdown, saya simpulkan penyebabnya seperti dibawah ini :
  • Karena masih ada program yang berjalan di belakang layar (misalnya antivirus)
  • Masalah update/upgrade windows 7 yang tidak sempurnah
  • Masalah driver perangkat
  • File windows corupt
  • Masalah hardware
  • Menginstall perangkat lunak pihak ketiga
Untuk memastikan yang mana penyebabnya juga bukan pekerjaan mudah. Dalam banyak kasus, tidak ada pesan apa-apa tetapi yang nyata adalah Windows tidak bisa shutdown. Pengguna hanya bisa menduga-duga misalnya ketika selesai update driver dan ini terjadi maka berarti kemungkinan penyebabnya adalah driver. Di bawah ini saya berika beberapa pilihan untuk mengatasi hal tersebut.
Catatan :
  • Harap dicatat bahwa jika langkah satu berhasil jangan lagi lanjutkan ke langkah dua dan seterusnya.
  • Jika langkah satu anda terapkan dan tidak berhasil maka silahkan kembalikan perubahan yang anda buat.
SOLUSI  1
  • Tekan tombol [Start]  dan lakukan seperti yang biasanya anda lakukan untuk mematikan komputer, dan ketika itu tidak merespon anda perlu menekan tombol CTRL + ALT + DEL, kemudian masuk ke Task Manager.
  • Di dalam jendela Task Manager anda akan melihat semua proses yang berjalan. Jika tidak ada, klik tab Processes untuk menampilkannya.
  • Setelah anda berada di area Processes, lihat setiap proses yang masih menunjukkan aktivitas. Klik setidaknya 2-4 proses yang sedang berjalan dan klik End Process. Setelah mengakhiri setidaknya 2-4 proses tadi, kembali ke tombol Start Menu dan coba untuk log off lagi. Biarkan Task Manager tetap berjalan agar anda bisa langsung lanjutkan jika tidak berhasil.
  • Jika komputer anda masih tidak log off atau tidak mau restart, ulangi langkah ke 3. Kali ini, hentikan beberapa proses yang menunjukkan tidak ada aktifitas di dalamnya. Setidaknya 3  proses lagi. Lalu tes lagi. Semoga berhasil.
PENTING!!! : Ada beberapa proses yang tidak boleh anda hentikan dan jangan main-main dengan proses ini. Mereka tidak akan membahayakan komputer anda sama sekali, namun anda akan membuat prosedur lebih sulit pada sistem operasi tersebut. Proses-proses yang tidak boleh anda hentikan adalah sebagai berikut :
  • System Idle Process  Jika anda menghentikan proses satu ini, anda mungkin juga menekan tombol ini akan membuat semua proses berhenti. Jadi anda harus mereset kembali.
  • explorer.exe  Ini akan menutup taskbar di bagian bawah komputer anda dan jika anda tutup, anda tidak akan melihat tombol sama sekali.
  • Sebaiknya juga jangan menghentikan taskmgr.exe.
SOLUSI 2
  • Buka jendela System Configuration dengan menekan Windows + R lalu ketikkan msconfig dan tekan Enter.
  • Pada jendela system configuration, silahkan pilih tab Startup dan nonaktifkan layanan yang tidak penting pada boot berikutnya dengan menghilangkan checklist, kemudian restart komputer.
SOLUSI 3
Pada windows 7 yang menggunakan theme Aero, masalah ini juga pernah terjadi dan diatasi dengan me-nonaktifka windows Aero dan mengganti dengan Classic.
SOLUSI 4
Periksa driver kartu grafis melalui Device Manager dan lihat apakah kartu grafis normal dan tidak ada tanda seru berwarna kuning. Jika ada masalah coba unistall dan insatll kembali.
SOLUSI 5
Jika anda ingat sebelumnya anda menginstall salah satu software dan setelah itu masalah ini mulai terjadi coba uninstall perangkat lunak atau software tersebut kemudian restart. Jika software yang anda install adalah driver perangkat, maka uninstall driver tersebut melalui Device Manager dengan klik tombol Start kemudian arahkan ke Control Panel > System > Device Manager. Klik kanan perangkat yang anda install drivernya lalu pilih Uninstall kemudian restart komputer.
SOLUSI 6
Jika cara-cara diatas tidak juga bisa mengatasi masalahnya, maka anda harus melakukan repair pada sistem operasi Windows. Apabila tidak berhasil juga maka siapkan DVD/Flashdisk master Windows anda untuk melakukan install Ulang OS Windows.

11. Error BOOTMGR Is Missing Pada Windows 7
Kehilangan BOOTMGR atau BOOTMGR is missing terkadang terjadi karena mencoba mengotak-atik sistem Windows, hardisk yang tidak terpasang dengan benar, merubah registry dan atau bisa karena melakukan installasi aplikasi. Walaupun anda telah mengatur sistem restore point tetapi hal ini tidak bisa dilakukan untuk mengembalikan pengaturan sistem Windows. Berikut langkah demi langkah yang bisa anda coba untuk mengatasinya (lakukan langkah-langkah secara berurutan).
SOLUSI 1

  • Cek harddisk pada laptop / komputer anda! pastikan Harddisk terpasang dengan benar pada port mainboard.
  • Cek pengaturan Boot! Tekan F2 atau Del saat booting windows (setelah komputer di aktifkan), pastikan boot pertama pada harddisk yang terpasang pada komputer anda. Atau tekan F12 untuk memilih boot jika pengaturan bios anda mendukung.
  • Pastikan hardisk anda tidak rusak! (jika rusak ganti yang baru).

SOLUSI 2
Langkah ini dilakukan jika SOLUSI 1 dalam keadaan yang benar.
  • Masukkan cd atau flasdisk yang memiliki boot Windows 7 atau Windows 8 (lakukan hal ini sebelum mengaktifkan komputer).
  • Layar berikutnya Anda melihat pengaturan Language, Time and Currency and Keyboard boxes. Next>
  • Di sisi kiri bawah ada dua pilihan: " What to know before installing Window "(Apa yang harus Anda tahu sebelum menginstal Windows) dan Repair your computer (Perbaikan komputer Anda).
  • Klik " Repair your computer ". Next
  • Windows kemudian akan mencoba untuk menemukan direktori instalasi untuk Windows, tergantung partisi dimana Anda menginstal windows.
  • Selanjutnya muncul layar dengan kotak yang disebut Opsi Pemulihan. Klik opsi pertama yaitu, Startup Repair.
  • Anda akan melihat kotak Perbaikan Startup dengan pesan " Startup Repair is checking your system for problems ". Jangan melakukan pembatalan hal ini dapat menambah kerusakan sistem windows Anda.
  • Ketika Repair windows dilakukan, komputer akan melakukan reboot. Jika lebih dari satu masalah mungkin reboot akan berulang dilakukan sampai perbaikan sistem anda benar-benar baik.
SOLUSI 3
Melakukan repair komputer dengan command prompt, jika SOLUSI 2 tidak menyelesaikan masalah. Anda dapat membuat kembali BCD store dengan menggunakan alat Bootrec.exe di Windows Recovery Environment. Untuk melakukannya, ikuti langkah-langkah solusi kedua sampai langka ke 6 yaitu munculnya kotak dialog System Recovery Options:

- Dalam Pemulihan kotak dialog System Options (kotak dialog System Recovery Options), klik Command Prompt.
- Type bootrec / RebuildBcd kemudian tekan ENTER

  • Jika Bootrec berjalan sukses, akan jalur installasi direktori Windows. Untuk menambahkan entri ke BCD store, ketik Ya. Sebuah pesan konfirmasi muncul yang menunjukkan entri tersebut ditambahkan.
  • Jika Bootrec tidak dapat menemukan instalasi Windows yang hilang, anda harus menghapus BCD store, dan kemudian Anda harus kembali membuatnya. Untuk membuat BCD store, ketik perintah berikut dalam urutan yang ditunjukkan di bawah ini: (Ingatlah untuk tekan ENTER setelah setiap perintah!)
bcdedit / export C:\BCD_Backup
ren c: \ boot \ bcd bcd.old
bootrec / RebuildBcd
- Restart komputer anda.

12. Disk Defragmenter Bermasalah pada Windows
Saat sedang melakukan defrag harddisk, terkadang muncul pesan " Error Defragmenting Drive C, Windows cannot finish defragmentting this drive because it has encountered a problem. Click Help and carry out the instructions for running Scan Disk, and then try defragmenting again ". Setelah itu, proses defrag berhenti.
Sesuai dengan saran yang diberikan pada pesan kesalahan tersebut, anda bisa menjalankan Scan Disk untuk memeriksa kondisi harddisk, sebelum kemudian mencoba kembali men-defrag harddisk. Jika cara tadi belum juga berhasil, silahkan ikuti langkah-langkah berikut.

  • Klik Start Menu > Settings > Folder Options….
  • Pilih tab View, kemudian klik opsi Show all files.
  • Tekan OK untuk keluar dari jendela Folder Options.
  • Klik Start > Find > Files or Folders.
  • Ketik applog pada kolom Name:, dan pada combo box Look in: pilih drive C.
  • Beri tanda centang pada checkbox Include subfolders.
  • Lakukan pencarian dengan mengklik Find now.
  • Setelah pencarian berakhir, hapuslah semua file yang ditemukan (kecuali folder C:\WINDOWS\applog) kemudian klik ganda folder applog dan hapus seluruh isi folder yang ada didalamnya.
  • Tutup jendela pencarian dan jalankan kembali Disk Defragmenter.
Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "