Showing posts with label Computer. Show all posts
Showing posts with label Computer. Show all posts

Mengatasi Flashdisk Tidak Terbaca di Komputer

|
Mengatasi Flashdisk Tidak Terbaca di Komputer Windows 7 - Seperti yang sudah saya jelaskan pada artikel yang berjudul Cara Format Flashdisk Yang Baik dan Benar, Flashdisk merupakan sebuah perangkat penyimpanan data eksternal yang dihubungkan pada port USB yang mampu menyimpan file atau data dalam berbagai format dan memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup besar. Selain itu, flashdisk memiliki ukuran yang sangat kecil, sehingga mudah dibawa kemana-mana.

HARMANSYAH BLOG


Namun ada masalah yang sering kali dialami oleh para pengguna Flashdisk. Masalah tersebut adalah Flasdisk tidak terdeteksi atau tidak terbaca ketika dicolokkan ke port USB komputer PC maupun laptop. Sebelum melangkah ke tahap cara mengatasi Flashdisk yang tidak terdeteksi di komputer, ada baiknya anda mengetahui dan memahami terlebih dahulu beberapa penyebab Flashdisk tidak terbaca atau tidak terdeteksi pada komputer. Berikut beberapa penyebab Flashdisk tidak terbaca atau tidak terdeteksi pada komputer PC maupun Laptop.

  • Flashdisk rusak secara fisik
  • Driver USB bermasalah
  • Port USB pada komputer bermasalah/rusak
  • Dan lainnya.
Setiap masalah yang menjadi penyebab Flashdisk tidak terdeteksi atau tidak terbaca pada komputer, memiliki cara tersendiri untuk mengatasinya. Bisa jadi masalah Flashdisk tidak terbaca berasal dari Flashdisk itu sendiri, bisa juga dari komputer tempat anda mencolokkan Flashdisk. Untuk mengetahuinya, silahkanmencoba untuk colokkan Flashdisk ke komputer lain. Atau bisa juga anda colokkan Flashdisk lain ke komputer dimana anda menemui masalah tersebut. Hasilnya pasti akan terlihat. Kalau Flashdisk anda terbaca di komputer lain, berarti masalahnya ada pada komputer. Sebaliknya, jika Flashdisk anda tidak terbaca juga di komputer lain, ada kemungkinan Flashdisk anda yang rusak. Berikut cara-cara tepat menangani Flashdisk tidak terbaca atau terdeteksi di komputer PC maupun Laptop.

1. Mengecek Kondisi Port USB
Sebuah perangkat bisa dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama apabila dirawat dengan baik dan benar. Nah, hal ini juga berlaku pada perangkat yang menggunakan USB dan port USB yang ada pada komputer PC maupun Laptop. Jika anda biasa meletakkan Flashdisk, laptop, atau PC pada tempat yang kotor dan berdebu, bisa saja lubang USB atau port USB kemasukkan debu dan menempel, sehingga menyebabkan Flashdisk atau perangkat USB lain tidak terbaca dengan baik. Atau bisa juga kepala Flashdisk yang masuk ke port USB tersebut yang kotor. Segera bersihkan hingga bersih.

Untuk memberishkannya cukup dengan kuas kecil dan kain lap. Kuas kecil digunakan untuk membersihkan lubang kecil pada port USB atau konektor Flashdisk, sedangkan kain lap digunakan untuk membersihkan bagian luar USB atau konektor Flashdisk.

2. Update Device Driver
Driver USB pada komputer PC maupun laptop terkadang bisa bermasalah. Masalah tersebut diakibatkan oleh terjadinya crash atau corrupt pada file driver USB pada sistem operasi komputer anda. Driver yang bermasalah mengakibatkan perangkat USB tidak bisa terbaca oleh komputer PC atau laptop, meskipun sudah dihubungkan.

Salah satu cara mengatasi driver USB yang bermasalah adalah dengan melakukan update pada driver perangkat USB Anda. Caranya, buka jendela Device Manager dengan cara Klik Start > Control Panel > System > Device Manager. Cara lain untuk mengakses Device Manger adalah dengan klik kanan pada My Computer > Properties > lalu Device Manager atau tekan logo Windows+R untuk membuka kotak Run, kemudian ketikkan "devmgmt.msc" (tanpa tanda petik) pada kotak yang tersedia lalu tekan Enter pada keyboard.

Pada jendela Device Manager, pilih “Unknown Device”. Klik kanan pada Unknown Device, lalu klik Properties. Selanjutnya, Anda akan melihat jendela Properties dari Unknown Device. Pada jendela tersebut, pilih tab Driver, kemudian klik "Update Driver". Selanjutnya pilih "Browse My Computer for Driver Software" > Next.

Selanjutnya, anda akan dihadapkan pada dua pilihan. Jika anda yakin driver USB Anda sebelumnya sudah sesuai dengan spesifikasi perangkat USB Anda, klik "Let me pick from a list of driver software on my computer" > Next. Lalu, pilih "Show All Drivers" > Next. Nantinya, anda akan melihat daftar dari beberapa driver yang tersedia oleh Windows beserta perusahaan yang merilis driver tersebut. Nah, pilihlah salah satu driver alternatif yang bisa menggantikan driver USB yang bermasalah.

Setelah anda memilih driver, klik Next dan tunggu proses instalasi driver USB hingga selesai. Jika instalasi driver tidak berhasil, coba anda pilih driver lain yang tersedia.

Jika ternyata USB anda masih belum terdeteksi, anda bisa mengunduh driver USB yang sesuai dengan spesifikasi perangkat anda melalui internet. Meskipun peluang untuk mendapatkannya cukup sulit, namun tidak ada salahnya untuk mencoba.

3. Uninstall Driver Perangkat USB
Langkah ini bertujuan untuk menghilangkan installan driver device driver yang mengalami coruupt pada sistem operasi komputer PC atau laptop. Pada jendela Device Manager, klik kanan pada " Universal Serial Bus Controllers " > lalu pilih Uninstall. Kemudian cabut perangkat USB anda dan colokkan kembali. Akan tampil sebuah notifikasi pemberitahuan sebuah perangkat baru akan terinstall atau anda bisa menginstall driver USB tersebut menggunakan driver bawaan komputer.

Jika cara-cara di atas masih tidak juga mengatasi masalah Flashdisk tidak terbaca atau terdeteksi di komputer, maka bisa dipastikan Flashdisk anda lah yang mengalami masalah atau rusak.

Baca juga :

Demikian artikel tutorial sederhana mengenai cara mengatasi Flashdisk tidak terbaca di komputer. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Cara Mengembalikan File Yang Terhapus di Flashdisk

|
Cara Mengembalikan File atau Data Yang Terhapus di Flashdisk | HARMANSYAH BLOG - Ada banyak hal yang dapat menyebabkan file atau data di flashdisk anda hilang atau terhapus, mulai dari terhapus tanpa sengaja, hilang karena virus, atau penyebab fisik seperti flashdisk terjatuh, tercabut di saat proses read / write. Mengembalikan data yang terhapus dari flashdisk memang tidak semudah mengembalikan data yang terhapus dari hard disk drive, pasalnya data yang terhapus dari hard disk drive akan di simpan terlebih dahulu ke lokasi khusus sebelum akhirnya di hapus permanen, pada komputer dengan sistem operasi Windows data dari hard disk drive yang terhapus akan di simpan terlebih dahulu ke Recycle Bin. Mengembalikan data dari Recycle Bin sangat mudah, data yang di kembalikan pun akan utuh sebagaimana kondisi data sebelumnya, namun lain halnya jika data tersebut terhapus dari flashdisk, pada flashdisk data yang terhapus akan di hilangkan secara permanen dan tidak akan di temukan di Recycle Bin sekalipun anda menghapusnya pada komputer dengan sistem operasi Windows.

Oleh karena itu, file atau data yang terhapus dari Flashdisk tidak bisa dikembalikan lagi tanpa bantuan atau campur tangan software atau perangkat lunak khusus yang memang dibuat untuk mengembalikan data atau file yang terhapus. Apabila anda mengalaminya, solusi terbaik untuk mengembalikan file atau data yang terhapus di flashdisk adalah dengan menggunakan software file recovery.
Namun sebelum melakukan pengembalian file atau data yang terhapus, sebaiknya anda cek terlebih dahulu apakah file atau data yang ada di dalam Flashdisk tersebut terhapus karena virus atau bukan. Lakukan langkah-langkah berikut ini.

  • Klik program Windows Explorer atau dengan tombol Windows+E ada keyboard
  • Pilih drive dimana Flashdisk anda berada, misal letak Flashdisk ada pada drive F:namaflashdisk, kemudian klik kanan - pilih Properties. 
  • Jika pada tab Properties, pada Used spaces nya tidak 0 (nol) alias terpakai, maka bisa dipastikan file atau data di dalam flashdisk tidak terhapus namun hilang karena terhidden (disembunyikan) oleh virus. Agar file atau data yang disembunyikan tersebut muncul atau terlihat, silahkan ikuti langkah-langkah di bawah ini.
Cara Menampilkan File atau Data yang Terhidden atau Disembunyikan oleh Virus

Setelah mengetahui file atau data yang ada di dalam Flashdisk tersebut hanya hilang karena terhidden atau disembunyikan oleh virus, maka yang perlu anda lakukan adalah menampilkannya kembali agar bisa terlihat. Dalam hal ini anda bisa menggunakan tools bawaan Windows yakni Hidden files and folders. Berikut langkah-langkahnya.

1. Tekan tombol logo Windows+E pada keyboard untuk membuka jendela Windows Explorer.
2. Setelah jendela Windows Explorer terbuka, klik tanda panah ke bawah pada pilihan Organize, kemudian pada menu dropdownnya klik pilihan Folder and Search Options.
3. Muncul jendela Folder Options, klik tab View kemudian beri checklist pada pilihan Show hidden files, folders, and drives. Klik tombol OK.
4. Sekarang file atau data yang terhidden/hilang oleh virus yang ada di dalam Flashdisk sudah bisa terlihat atau muncul kembali.

Namun, apabila ketika anda membuka Properties drive Flashdisk dan pada Used spaces nya 0 (Nol) alias tidak terpakai, maka bisa dipastikan file atau data yang ada di dalam Flashdisk tersebut telah terhapus dengan sengaja atau tidak disengaja (buka Format). Jadi cara yang bisa anda lakukan untuk mengembalikan file atau data yang terhapus tersebut adalah mengembalikannya dengan menggunakan bantuan software atau perangkat lunak (Software File Recovery).

Baca juga :

Cara Mengembalikan File Yang Terhapus di Flashdisk dengan Software

Ada banyak software file recovery yang banyak ditawarkan di internet yang berfungsi untuk mengembalikan data atau file yang terhapus, baik yang versi gratis maupun versi berbayar. Berikut beberapa perangkat lunak atau software yang bisa anda gunakan untuk mengembalikan file atau data yang terhapus pada Flashdisk serta langkah-langkah menggunakannya.

1. Runtime GetDataBack for NTFS

Aplikasi selanjutnya yang bisa digunakan untuk mengembalikan file atau data flashdisk yang terhapus adalah dengan menggunakan perangkat lunak runtime GetDataBack, berikut langkah-langkahnya. Pertama-tama silahkan download perangkat lunaknya di situs web resmi berikut.

http://www.runtime.org/datarecovery.html

GetDataBack untuk Windows didistribusikan dalam dua versi, GetDataBack for FAT dan GetDataBack for NTFS. Silahkan pilih salah satu sesuai dengan file system flashdisk yang bersangkutan, untuk mengetahui apakah suatu flashdisk (atau drive lain) memiliki file system FAT (maupun FAT32) atau NTFS silahkan klik kanan pada drive yang bersangkutan lalu pilih Properties.

Jika sudah didownload, silahkan install dengan mengikuti petujuk (wizard) pada saat proses instalasi. Ketika pertama kali di jalankan, GetDataBack akan menampilkan opsi atau pilihan yang disebut "data loss scenario", diantaranya terdapat opsi "I want to recover deleted files", pilih opsi tersebut (karena kita akan mencoba mengembalikan data yang terhapus), klik Next.

Pada tampilan selanjutnya, anda diharuskan memilih drive (partisi) yang akan anda pindai (scan) pilih drive flashdisk yang bersangkutan, klik "Next". Pada tampilan selanjutnya, kembali anda diharuskan memilih rentang sektor dari file system yang akan dipindai, pilih "NTFS at sector 0" atau "FAT at sector 0" untuk memindai flashdisk secara lengkap dari sector ke 0, klik "Next". Tunggu beberapa saat hingga proses scanning selesai.

Setelah selesai anda akan melihat daftar file dan folder yang terdapat pada flashdisk anda termasuk file dan folder yang masih ada. Diantaranya anda akan melihat nama file atau folder yang dicoret misalnya seperti folder dengan nama Catatan. Folder tersebut berarti telah terhapus namun ada kemungkinan masih dapat di kembalikan.
Silahkan anda klik (atau double click) untuk melihat dan memeriksa data dalam folder tersebut. Apabila sudah yakin bahwa data tersebut adalah data terhapus yang ingin anda kembalikan, klik data tersebut. Kemudian klik tombol Copy yang ada di panel bagian atas aplikasi, atau bisa juga dengan klik kanan lalu pilih Copy.

Pilih folder atau direktori (misalnya My Documents) untuk menyimpan data yang akan di recover tersebut, lalu klik OK, tunggu hingga proses Copy (restore) selesai. Silahkan buka My Documents (jika anda memilih folder tersebut) untuk melihat dan memeriksa apakah data yang anda restore berhasil dengan baik atau ada kesalahan.

Apabila tidak berhasil mengembalikan data yang hilang dengan aplikasi Runtime GetDataBack, coba gunakan perangkat lunak Recuva, selain gratis perangkat lunak ini banyak di rekomendasikan oleh banyak blogger dibanyak situs web.

2. Recuva

Saya anggap file atau data tersebut hilang karena tanpa sengaja terhapus dari flashdisk, bukan karena flashdisk tidak sengaja terformat, flashdisk yang terformat akan menurunkan persentase keberhasilan pengembalian data yang hilang. Berikut cara mengembalikan file atau data yang terhapus dengan menggunakan perangkat lunak Recuva. Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah mendownload Recuva pada situs resminya

https://www.piriform.com/recuva

Hindari mengambil / mengunduh perangkat lunak gratis dari situs web yang tidak resmi, karena ada kemungkinan file yang anda download telah tersisipi / disisipi malware. Meskipun ada versi Pro berbayar, anda bisa cukup menggunakan versi gratisnya saja. Pilih versi gratis (klik tombol Download Free Version, lalu klik Free Download, terakhir klik Download from : Piriform.com). File dengan nama rcsetup135.exe (135 merupakan versi perangkat lunak) akan segera di download, ukurannya tidak terlalu besar, sekitar 5.3MB.
Proses download selesai, silahkan install perangkat lunak Recuva pada komputer, ikuti proses installasi sesuai instruksi. Setelah proses installasi Recuva selesai, langkah selanjutnya adalah tancapkan flashdisk, buka Recuva, kemudian lakukan scan file yang terhapus di flashdisk anda tersebut.

Di awal proses anda Recuva akan menampilkan wizard klik Next. Pada tampilan berikutnya, anda dapat menentukan jenis file apa yang ingin anda coba untuk di kembalikan, terdapat pilihan All Files, Pictures, Music, Documents, Video, atau File Compressed (.zip, .rar).

Jika anda yakin jenis file apa yang terhapus dan ingin mengembalikannya, pilih salah satu (misalnya Documents untuk mengembalikan file jenis dokumen), namun jika anda tidak yakin pilih All Files saja, kemudian klik Next. Pada tampilan berikutnya, anda dapat menentukan lokasi file yang terhapus, terdapat pilihan I'm not sure, On my media card or iPod, In My Documents, In the Recycle Bin, In a specific location, atau On a CD / DVD.

Karena pembahasan kita mengenai cara mengembalikan data yang hilang dari flashdisk, maka pilih In a spesific location kemudian Browse ke drive flashdisk anda, lalau klik OK, selanjutnya klik Next. Pada tampilan berikutnya, anda dapat mengaktifkan fitur Deep Scan, namun mengaktifkan fitur tersebut akan membuat waktu yang dibutuhkan untuk "scanning" semakin lama, jadi untuk saat ini fitur tersebut kita abaikan dulu, selanjutnya klik Start untuk memulai proses scanning.

Hasil scanning akan disajikan dalam sebuah tabel. Beberapa detail yang perlu anda perhatikan adalah warna bulatan yang berada di samping nama file, Filename, dan State. Jika warna bulatan hijau dengan state Excellent, maka bisa dipastikan file yang terhapus di flashdisk tersebut bisa kamu kembalikan lagi. Namun jika warna bulatan merah dengan state Unrecoverable, maka bisa dipastikan file tersebut tidak bisa dikembalikan lagi. Sedangkan jika warna bulatan orange dengan state Poor, maka bisa dikembalikan tetapi ada kemungkinan file corrupt. Klik checkbox pada file yang ingin anda kembalikan.

Kemudian klik Recover (tombol di sudut kanan bawah). Setelah itu tentukan lokasi untuk menyimpan file tersebut, misalnya My Documents, lalu klik OK. Buka My Documents untuk melihat file yang telah di recover tersebut.

Demikian tutorial tentang cara mengembalikan file atau data yang terhapus di flashdisk. Silahkan pilih salah satu aplikasi di atas atau anda juga bisa mencoba keduanya sebagai pengalaman. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Penyebab dan Cara Mengatasi Komputer Not Responding

|
HARMANSYAH BLOG | Penyebab dan Cara Mengatasi Program Komputer Not Responding atau " Hang " dengan Mudah dan Lengkap - Komputer PC/Laptop menjadi salah satu perangkat yang sangat dibutuhkan dalam kebutuhan sehari-hari. Namun, ketika sedang beraktifitas menggunakan sebuah perangkat komputer, seorang pengguna pastinya pernah mengalami permasalahan yang disebut dengan Not Responding atau orang biasanya menyebutnya "Hang" pada perangkat komputer yang dimiliki.

HARMANSYAH BLOG


Apa itu Not Responding pada komputer?
Not Responding adalah suatu keadaan dimana software yang digunakan mengalami kegagalan perintah, dan mengakibatkan software tersebut tidak dapat memahami apa yang diperintahkan, dan komputer pun akan memberikan sebuah pertanyaan apakan mau menunggu atau mengakhiri aplikasi ( sofware ) tersebut secara paksa.

Sebagai contoh ketika pengguna membuka sebuah program besar seperti aplikasi Adobe Photoshop, namun sistem tidak mampu merespon untuk menjalankan aplikasi tersebut sehingga tampil sebuah kotak dialog "Applications is not responding" diikuti dengan berubahnya warna layar monitor menjadi keputihan. Terkadang masalah ini juga sering terjadi pada jendela Windows Explorer ketika me-load isi kepingan DVD dan USB Drive atau Flashdisk yang terlalu full dan besar.
Komputer yang mengalami Not Responding akan cenderung lemot, lambat, dan mudah panas hal ini dikarenakan sistem komputer akan bekerja 2 kali atau lebih tinggi saat mengalami Not Responding. Jika ini sering terjadi komputer akan mudah panas dan dapat dipastikan performanya akan turun (lambat), bahkan jika ini berlanjut komputer bisa jadi akan sering restart atau mati sendiri. Ada banyak hal kenapa komputer mengalami Not Responding dan masalah ini tidak hanya disebabkan oleh permasalahan Software saja, tetapi terkadang permasalahan ini kerap timbul karena ada permasalahan pada Hardware komputer.

Bagaimana mengatasi komputer yang mengalami Not Responding?
Untuk mengatasi permasalahan Not Responding pada sebuah perangkat komputer, tentunya anda harus mengetahui dan memahami terlebih dahulu beberapa penyebab komputer mengalami masalah Not Responding. Berikut ini beberapa penyebab komputer mengalami masalah Not Resonding dan cara mengatasinya.

1. Sistem Operasi Windows / Software bermasalah
Apabila sistem operasi Windows di komputer bermasalah , maka tentunya akan membuat kinerja komputer menjadi kurang maksimal, salah satunya terjadi Not Responding. Tidak hanya pada Sistem Operasi saja, software yang corrupt juga bisa membuat kinerja menjadi kurang maksimal. Untuk mengatasinya anda bisa melakukan Repair atau Install Ulang.

Baca juga :
2. Virus dan Malware
Virus dan malware sudah kita ketahui selalu ikut turut andil dalam semua masalah yang terjadi pada komputer. Termasuk masalah komputer Not Responding. Virus dan malware sangat mempengaruhi kinerja sistem dengan merusak sistem Windows pada komputer. Untuk mengatasinya, selalu update database anti virus pada komputer dan lakukan scan secara berkala.

Baca juga :
3. Terlalu banyak aplikasi yang terinstall
Terlalu banyak aplikasi yang terinstall pada komputer merupakan salah satu penyebab komputer sering mengalami Not Responding. Mengapa? Karena proses yang dilakukan oleh system dalam me-load (membuka) semua aplikasi akan menjadi semakin berat, ditambah lagi jika aplikasi tersebut memiliki size/ukuran yang besar hal itu dapat mengurangi kapasitas harddiskdan akibatnya komputer anda akan menjadi lambat dan sering mengalami Not Responding. Untuk mengatasinya, hapus atau uninstall program yang tidak perlu.

4. Terlalu banyak menjalankan aplikasi secara bersamaan / Multitasking
Saat beraktifitas dengan komputer, pastinya anda pernah atau sering menjalankan beberapa aplikasi atau program sekaligus dalam waktu yang bersamaan atau orang biasa menyebutnya multitasking. Melakukan multitasking memang sangat berguna untuk mempercepat pekerjaan anda, akan tetapi terlalu banyak aplikasi yang terbuka secara bersamaan akan mengakibatkan RAM komputer akan terkuras habis, dan kemudian akan mengakibatkan Not Responding. Untuk mengatasinya, kurangi multitasking, namun apabila anda ingin multitasking, batasi saja pada program-program yang relatif memakan porsi RAM kecil dan tidak membutuhkan pemrosesan CPU yang tinggi. Dengan demikian error not responding pasti akan sangat jarang terjadi.

5. Tampilan desktop terlalu berlebihan
Menggunakan tampilan desktop yang kompleks, seperti menggunakan banyak widget, banyak shortcut, aplikasi kalender yang berat dan lain sebagainya dapat membuat banyak resource tersedot untuk menjalankan aplikasi-aplikasi desktop tersebut. Jika hal tersebut dilakukan secara berlebihan akan mengakibatkan RAM komputer akan bekerja lebih ekstra untuk me-load seluruh efek tampilan visual yang ada.
Akibatnya, komputer akan sering mengalami Not Responding. Jadi, jangan terlalu berlebihan memasang dan menginstall berbagai tampilan untuk mengubah tampilan komputer lebih menarik. Oleh karena itu untuk mengatasinya, ada baiknya anda mulai membersihkan desktop komputer anda dari hal-hal yang sekiranya kurang penting. Icon aplikasi yang terlalu banyak, sistem information yang terlalu kompleks dan lain sebagainya sebaiknya anda hapus dari desktop. Dan lebih baik gunakan tema/tampilan standar saja.

6. Banyak aplikasi yang berjalan di latar belakang
Ketikamenggunakan komputer ada beberapa aplikasi yang berjalan di latar belakang. Aplikasi tersebut berjalan secara otomatis ketika anda pertama kali menghidupkan komputer. Terlalu banyak aplikasi yang berjalan di latar belakang akan akan banyak mengambil resource memori dan komputer kamu menjadi sering Not Responding.
Oleh karena itu, untuk mengatasinya, sebaiknya anda menghentikan beberapa aplikasi latar belakang yang benar-benar tidak penting dan dapat jalankan secara manual jika diperlukan. Untuk dapat memeriksa Startup, cukup buka Windows Run (Win+R) dan ketikkan msconfig (untuk Windows XP, Vista dan 7). Lalu di Tab Startup, hilangkan centang pada aplikasi yang tidak ingin anda jalankan secara otomatis.

7. Aplikasi yang tidak kompatibel dengan OS
Aplikasi yang tidak kompatibel dengan OS yang komputer anda miliki merupakan salah satu penyebab mengapa terjadi masalah Not Responding. Oleh karena itu, untuk mengatasinya sebaiknya anda segera menguinstall atau menghapus aplikasi-aplikasi yang dari catatannya sudah ada keterangan bahwa aplikasi tersebut hanya bisa dijalankan pada sistem operasi tertentu. Dengan demikian anda akan menghindari resource conflicts yang dapat menyebabkan sistem operasi sering mengalami crash Not Responding.

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, penyebab komputer sering mengalami masalah Not Responding bukan hanya karena masalah Software/aplikasi, tetapi juga karena masalah Hardware. Silahkan lanjut ke point berikutnya.

8. RAM mengalami kerusakan
Terkadang penyebab masalah Not Responding adalah karena adanya blok memori RAM yang sudah rusak. Untuk mengatasi hal ini, maka tindakan yang perlu anda lakukan adalah dengan mengganti RAM yang terpasang pada komputer. Namun sebelumnya, anda harus melakukan tes memori RAM terlebih dahulu untuk memastikan apakah ada sektor atau blok yang error di RAMmu dengan aplikasi testing memori RAM laptop yang banyak tersedia di internet.

Baca juga : Membersihkan Pin RAM dengan Penghapus

9. Harddisk terlalu penuh
Space harddisk yang terlalu penuh atau hampir penuh dapat menyebabkan komputer mengalami masalah Not Responding. Hal ini dikarenakan komputer akan membutuhkan waktu yang lama untuk membuka atau me-load seluruh file yang ada di dalam harddisk. Untuk mengatasinya, usahakan untuk membuat atau memberi space kosong pada harddisk agar komputrer dapat berjalan dengan lancar dan melakukan Defragment secara berkala dan Disk Clean Up.

Baca juga :
10. Kapasitas RAM yang kurang
Selain sektor memori yang rusak, komputer yang mengalami masalah Not Responding juga dapat disebabkan karena jumlah RAM yang ada pada komputer tidak tersedia untuk menjalankan aplikasi yang membutuhkan RAM lebih besar. Solusinya adalah dengan cara menambah RAM agar tersedia lebih banyak slot memori untuk menjalankan aplikasi yang ingin dijalankan.

Baca juga : Cara Menambah atau Upgrade RAM Komputer PC

Cara Menutup Jendela Program Komputer Yang Mengalami Not Responding atau Hang
Apabila ketika anda sedang beraktifitas menggunakan komputer dan anda mendapati salah satu atau semua jendela program komputer anda mengalami Not Responding atau Hang, untuk mengatasinya anda bisa melakukan langkah-langkah berikut untuk menutup program yang sedang mengalami Not Responding.
1. Buka jendela Tas Manager pada laptop atau komputer dengan menekan koombinasi tombol Ctrl+Alt+Delete secara bersamaan pada keyboard atau anda bisa juga membukanya lewat RUN dan mengetikkan tskmgr, lalu tekan Enter.
2. Setelah jendela Task Manager terbuka, selanjutnya pilih tab Applications. Disitu anda bisa melihat Status beberapa program yang sedang berjalan.
3. Kemudian pilihlah program yang memiliki Status Not Responding, lalu tekan End Task.
4. Setelah tombol End Task diklik, biasanya akan muncul sebuah jendela kecil yang berisi pesan bahwa program tersebut tidak merespon, silahkan klik tombol End Now.

Cara Cepat Menutup Jendela Program Not Responding
Untuk menutup program-program komputer yang sedang mengalami Not Responding dengan cepat tanpa harus membuka jendela Task Manager dengan sekali klik, Anda bisa membuat sebuah Shortcut yang berfungsi untuk menutup program yang mengalami Not Responding dan bisa anda letakkan pada tempat yang jarang bisa dipengaruhi oleh masalah Not Responding yakni Taskbar. Berikut langkah-langkahnya.
1. Pertama klik kanan pada Desktop, lalu pilih New kemudian Shortcut.
2. Muncul jendela create Shortcut, ketikkan perintah di bawah ini ke dalam kotak yang tersedia, lalu klik tombol Next.

taskkill.exe /f /fi “status eq not responding
3. Kemudian ketikkan nama Shortcut pada kotak yang tersedia, lalu klik tombol Finish.
4. Anda bisa mengganti icon Shortcut dengan icon kesukaan anda.
5. Setelah itu, klik kanan Shortcut yang anda buat tersebut kemudian pilih Pin to Taskbar untuk  meletakkannya pada Taskbar.
6. Jadi ketika program komputer mengalami masalah Not Responding, anda tinggal menuju Taskbar lalu meng-klik Shortcut yang anda buat tadi dan anda letakkan pada Taskbar

Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi komputer Not Responding yang dapat anda praktikan sendiri di komputer anda yang sedang mengalami masalah Not Responding serta cara menutup program komputer yang mengalami Not Responding. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Cara Memperbaiki Touchpad Laptop Yang Tidak Berfungsi

|
Cara Memperbaiki Touchpad Laptop Yang Tidak Berfungsi - Touchpad adalah sebuah komponen yang memiliki peran penting pada laptop. Sebagai perangkat laptop yang menggantikan peran mouse, Touchpad memberikan kemudahan kepada setiap pengguna untuk menggerakkan cursor dengan tujuan mengklik suatu aplikasi atau file apapun. Namun ada kalanya perangkat Touchpad pada laptop mendapatkan situasi dimana Touchpad tidak dapat berfungsi dengan baik bahkan mengalami kerusakan.
Oleh karenanya para pengguna ketika akan melakukan aktifitas komputasi akan mengalami sedikit kerepotan karena harus membawa mouse USB serta mouse pad sebagai alas mouse. Mudah saja jika anda sedang menggunakan laptop pada meja yang sangat luas, namun akan beda cerita jika anda menggunakan paha anda sebagai meja laptop, tanpa Touchpad sepertinya akan sangat merepotkan.

Berikut beberapa penyebab Touchpad laptop tidak berfungsi dan cara mengatasinya, yang bisa anda coba peraktikan sendiri dirumah.

1. Touchpad dinonaktifkan (disable)
Pada beberapa laptop, terdapat sebuah tombol khusus pada keyboard yang berfungsi untuk mengaktifkan dan menonaktifkan perangkat Touchpad pada laptop. Kemungkinan, anda secara tidak sengaja menekan tombol khusus ini, sehingga menonaktifkan Touchpad dan membuatnya menjadi tidak berfungsi. Misalnya pada laptop yang saya gunakan sekarang ini (ACER ASPIRE 4741Z) memiliki fitur untuk mengaktifkan dan menonaktifkan Touchpad terdapat pada tombol keyboard F7 yang tepat di bawah tulisan F7 ada logo bergambar Touchpad dan tangan. Untuk menggunakannya, anda hanya perlu menekan tombol Fn + tombol tersebut (F7) untuk mengaktifkan Touchpad atau untuk menonaktifkan Touchpad.

HARMANSYAH BLOG


Baca juga :


Cara mengatasinya : Anda bisa mencari tombol khusus tersebut dan menggunakannya seperti yang sudah saya jelaskan di atas. Namun apabila anda tidak menemukan tombol khusus tersebut pada laptop, maka periksa system tray apakah ada aplikasi dengan icon touchpad? Jika ada,  klik kanan aplikasi (pada system tray) tersebut, lalu perhatikan apakah ada pilihan untuk mengaktifkan touchpad (biasanya mengandung kata “enabled” dan “touchpad”).

2. Driver belum terinstall atau di Update
Driver merupakan sebuah perangkat lunak yang bertugas mengontrol setiap perangkat keras yang terpasang di komputer, agar setiap perangkat keras yang terpasang bisa berinteraksi dengan Sistem Operasi, aplikasi dan berinteraksi dengan perangkat yang lain.
Dalam dunia komputer driver bertugas sebagai penerjemah komunikasi antara perangkat keras itu sendiri dengan sistem operasi, perlu diketahui setiap perangkat keras di komputer berbicara/bekerja dengan cara dan bahasanya sendiri (tindak menggunakan command yang distandarkan), sedangkan semua perangkat yang terpasang ke komputer harus bisa berkomunikasi dengan sistem operasi agar perangkat bisa digunakan.
Begitupun dengan Touchpad, saat sistem operasi komputer baru saja diinstall ulang (memformat partisi sistem operasi yang lama lalau menginstall sistem operasi yang baru) atau sistem operasi anda di-update, besar kemungkinan terjadi ketidak-sesuaian antara driver yang terinstall dengan sistem operasi dan hardware (dalam hal ini Touchpad), sehingga untuk mengimbangi kondisi sistem operasi yang ter-update maka driver touchpad (dan driver lain) pun harus di-update pula, hal tersebut mungkin saja terjadi.

Cara mengatasinya : Install driver Touchpad dari driver laptop Atau jika anda tahu merk type Touchpad pada laptop yang digunakan, download driver terbaru dari website resminya (rekomendasi). Biasanya, produsen besar menyediakan unduhan driver secara gratis untuk mengurangi risiko eror. Jika tidak, kamu bisa mendatangi pusat servis resmi untuk melakukan update driver untuk touchpad.

3. Kerusakan pada Sistem Operasi
Ketika dengan tiba-tiba Touchpad laptop anda tidak bisa berfungsi, dan anda sudah memastikan driver touchpad telah teinstall dan/atau terupdate dengan sempurna, maka kemungkinan selanjutnya adalah masalah pada sistem operasi, ada banyak hal yang dapat mempengaruhi sistem operasi dalam kasus ini, diantaranya :
- Virus komputer
Virus komputer memang yang paling berbahaya karena selain beresiko menginfeksi/merusak file system (yang dapat menyebabkan kegagalan system misalnya  system tidak dapat booting) juga menyebabkan kegagalan sistem operasi dalam mengendalikan perangkat keras (seperti touchpad), langkah paling umum yang diambil dalam menangani kerusakan sistem operasi yang disebabkan oleh virus komputer adalah dengan melakukan scanning menggunakan antivirus, pilihlah antivirus yang “top rated” misalnya AVG, Bitdefender, Avira dan lain sebagainya, jangan gunakan antivirus yang di crack atau di patch, gunakanlah antivirus versi gratisnya, hal tersebut lebih aman karena antivirus akan bebas dari virus, jika antivirus yang Anda gunakan di-crack atau di patch, besar kemungkinan file crack atau patch tersebut mengandung virus sehingga menginfeksi antivirus yang diinstall.

Baca juga : Jenis Virus Komputer dan Cara Mengatasinya

Cara mengatasinya : Scan keseluruhan komputer (termasuk drive dan registry), hal ini akan membutuhkan waktu yang relatif lama, setelah proses scanning selesai periksa hasil scan (biasanya program antivirus menampilkan laporan hasil scan) apakah memang laptop Anda terjangkit virus atau tidak, setelah virus dibersihkan dari komputer Anda, restart laptop lalu periksa kembali touchsreen laptop Anda apakah kembali berfungsi seperti seharusnya.
- Registry
Dalam sistem operasi Windows, registry merupakan database utama yang menyimpan semua data mengenai konfigurasi sistem operasi sekaligus software yang terinstall didalamnya. Kesalahan pada salah satu nilai pada registry dapat menyebabkan ketidaksesuaian fungsi suatu aplikasi termasuk kemampuan sistem operasi mengenali perangkat keras (misalnya Touchpad).
Cara mengatasinya : Scan registry pada laptop anda dengan aplikasi CCleaner atau aplikasi lainnya. Perbaiki (fix) registry apabila ditemukan kesalahan dalam hasil scan. Restart laptop kemudian coba kembali Touchpad anda apakah telah kembali berfungsi seperti sedia kala.

4. Kerusakan pada hardware Touchpad
Kemungkinan terakhir adalah kerusakan pada hardware Touchpad tersebut, hal itu dapat disebabkan oleh beberapa hal misalnya  adanya komponen yang over-heat (terlalu panas) sehingga merusak socket pada motherboard atau kabel fleksibel dari Touchpad atau elemen lain pada Touchpad tersebut. Apapun itu jika masalahnya adalah hardware maka tidak ada pilihan lain selain memperbaikinya (bila memungkinkan) atau menggantinya, jika anda tidak yakin maka untuk mengatasinya konsultasikan dengan teknisi komputer yang anda percaya apakah kerusakannya (jika memang hardware touchpad-nya yang rusak) masih bisa diperbaiki, atau harus diganti dengan hardware yang serupa.

Baca juga :


Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi Touchpad laptop tidak berfungsi. Perlu anda diperhatikan lakukan perawatan secara berkala dari segi hardware dan software. Untuk software lakukan update pada setiap driver komputer, anti virus, dan lakukan scanning secara berkala. Gunakan cooling pad sebagai meja laptop untuk mengurangi panas berlebihan yang dapat menyebabkan kerusakan pada laptop. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Mengatasi Komputer Gagal Booting atau Tidak Bisa Masuk Windows

|
Mengatasi Komputer Gagal Booting atau Tidak Bisa Masuk Windows | Computer - Komputer gagal booting adalah kejadian dimana ketika menghidupkan atau me-restart sebuah komputer, sebelum masuk ke Windows atau Sistem Operasi lain, komputer akan melakukan proses booting terlebih dahulu. Proses booting normalnya hanya berlangsung beberapa detik saja, namun terkadang bisa menjadi sangat lama atau bahkan berhenti di satu titik. Layar komputer hanya menampilkan background hitam dengan tulisan tertentu atau bahkan hanya menampilkan kedap-kedip dari kursor untuk waktu yang cukup lama dan tidak terlihat tanda-tanda masuk ke Windows (logo windows tidak tampil) atau system operasi lain, bisa di pastikan komputer mengalami gagal booting.

HARMANSYAH BLOG


Ketika anda harus menggunakan komputer untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan penting, kemudian komputer mengalami Gagal Booting, sudah tentu pasti akan membuat anda menjadi kesal dan pusing. Sebelum membawa komputer ke tukang service atau ke ahlinya, ada beberapa cara sederhana yang akan saya bagikan yang bisa anda coba untuk mengatasi masalah tersebut. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui apa penyebab komputer mengalami gagal Booting. Komputer gagal Booting disebabkan oleh dua hal, yakni masalah Software dan masalah Hardware. Untuk lebih lengkapnya, berikut penjabaran dari kedua masalah dan cara mengatasinya.

Cara Mengatasi Komputer Gagal Booting atau Tidak Bisa Masuk Windows

A. Komputer gagal Booting karena Permasalahan Software

1. Software yang diinstall tidak kompatibel dengan Hardware yang terpasang
Permasalahan komputer gagal Booting bisa terjadi jika anda meng-install software / Driver yang tidak kompatibel dengan hardware yang terpasang pada komputer, atau bisa juga apabila anda tidak selesai melakukan uninstall software tertentu. Meskipun jarang terjadi, tetap saja hal ini perlu di waspadai. Apabila kemungkinan terjadi kesalahan penginstallan (tidak kompatibel), anda sebaiknya mengingat-ingat software apa yang terakhir anda install sebelum komputer mengalami masalah gagal Booting.  Hal ini perlu, agar anda bisa yakin software mana yang harus anda uninstall atau dihapus untuk memperbaiki komputer yang mengalami gagal booting. Berikut cara uninstall software pada komputer yang mengalami gagal Booting.

Masuk ke komputer dengan menggunakan Safe Mode. Caranya dengan menekan F8 atau tombol lain yang bisa anda lihat pada layar bagian bawah ketika komputer pertama kali dihidupkan. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca artikel berjudul Cara Mengakses Safe Mode pada Windows.

Setelah anda berhasil masuk ke Safe Mode, buka Control Panel >> Uninstall a program, kemudian pilih Software terakhir yang anda install sebelum masalah gagal Booting terjadi lalu uninstall software tersebut. Tetapi apabila anda tidak ingat sama sekali atau tidak yakin software mana yang anda install terakhir kali sebelum permasalahan terjadi, amati semua software yang terinstall dan pilihlah Software yang menurut anda mencurigakan lalu hapus atau uninstall. Untuk hal ini anda harus mengerti tentang beberapa Software penting yang terinstall dan apa fungsinya pada komputer. Proses uninstall harus benar-benar bersih atau terhapus dengan komplit hingga tidak tersisa, namun apabila masih tersisa file dari software yang diuninstall anda bisa menghapusnya dengan manual pada system dan melalui registry editor. Agar lebih baik anda bisa menggunakan sebuah aplikasi yang fungsinya untuk menguninstall software secara komplit hingga tidak tersisa.

Untuk melihat hasilnya, restart komputer anda, biarkan komputer masuk ke windows secara normal. Apabila cara di atas belum bisa menangani masalah komputer gagal Booting, cobalah untuk merestore komputer anda ke dimana komputer anda belum mengalami masalah atau masih normal. Baca juga Cara Membuat System Restore Point Windows 7.

2. Komputer terjangkit Virus
Virus yang berbahaya tidak hanya bisa merusak, atau mengubah file, tapi juga bisa menghilangkan file yang tersimpan dalam komputer anda. Yang lebih berbahaya lagi terjadi jika virus sudah masuk ke sistem operasi komputer anda. File system yang rusak/hilang tentu akan mengacaukan jalannya sistem operasi, termasuk mengakibatkan komputer mengalami gagal Booting. Untuk mengatasinya, anda harus membersihkan virus yang menginfeksi komputer anda dengan antivirus. Gunakanlah antivirus yang terpercaya atau kalau bisa berbayar.

Masuk ke komputer dengan menggunakan Safe Mode. Caranya dengan menekan F8 atau tombol lain yang bisa anda lihat pada layar bagian bawah ketika komputer pertama kali dihidupkan. Kemudian jalankan program antivirus komputer anda. Lakukan Scanning hingga selesai. Apabila anti virus mendapati sebuah virus/malware/spyware, silahkan hapus dan restart kembali komputer.

3. File Sistem Operasi Windows atau lainnya Corrupt
File registry Windows atau sistem operasi lainnya yang mengalami corrupt (rusak/hilang), juga bisa mengakibatkan komputer mengalami gagal Booting. Dan untuk mengatasinya anda bisa melakukan repair sistem operasi komputer anda. Berikut langkah-langkahnya.

  • Siapkan DVD sistem operasi atau USB Sistem Operasi (sebagai contoh saya menggunakan OS Windows).
  • Hidupkan/Restart komputer, kemudian tekan tombol DEL (Delete) untuk masuk ke menu BIOS. Tombol yang paling umum digunakan untuk masuk ke menu BIOS adalah DEL, F1, F2, atau Fn+F2 (laptop), tergantung manufacturer motherboard anda.
  • Setelah masuk BIOS, klik tab Boot, lalu ubah First Boot yang awalnya Hard Drive menjadi CD-Rom Drive (DVD) atau Removable Devices (USB). Pilihan CD-Rom Drive anda pilih jika anda akan merepair menggunakan DVD, sedangkan pilihan Removable Devices dipilih jika anda akan merepair menggunakan USB bootable. (sebagai contoh saya menggunakan USB bootable)
  • Masukkan DVD atau USB bootable sistem operasi, kemudian simpan perubahan yang telah dibuat, lalu keluar dari menu BIOS dengan menekan opsi save dan exit.
  • Proses booting akan diulang dari awal begitu anda keluar dari menu BIOS.
  • Perhatikan tampilan pada layar, ketika muncul command ”Press Any Key to Boot from .....”, tekanlah sembarang tombol pada keyboard untuk masuk ke instalasi Windows.
  • Tidak lama kemudian akan muncul jendela instalasi Windows, untuk melakukan perbaikan pada file registery komputer anda yang corrupt, maka pilih opsi Repair your computer.
  • Proses repair akan segera berjalan, anda hanya perlu menunggu.
  • Jika proses repair berhasil, komputer akan melakukan restart secara otomatis.
  • Jalankan lagi komputer seperti biasa.
B. Komputer gagal Booting karena Permasalahan Hardware

1. Harddisk tidak terdeteksi
Harddisk yang tidak terdeteksi dengan ditandai dengan tampilan tulisan command "Disk Boot Failure..." pada layar komputer juga disinyalir sebagai penyebab komputer gagal Booting. Apabila hal tersebut terjadi pada komputer anda, anda bisa mengatasinya dengan melakukan langkah-langkah di bawah ini.
Cek semua perangkat koneksi ke komputer, pastikan tidak ada DVD atau USB bootable yang terpasang pada komputer. Jika ada, lepaskan lalu coba restart komputer. Jika masih bermasalah lanjutkan langkah berikutnya.

Matikan komputer, cabut semua kabel dari aliran listrik, Buka CPU, cek sambungan kabel data pada harddisk. Pastikan telah terpasang dengan benar. Jika memang terpasang dengan benar, periksa kabel data, apakah ada yang rusak. Anda bisa mengeceknya dengan mencoba memasang kabel data lain (mengganti kabel data).

Jika kabel data tidak bermasalah, maka bisa jadi Harddisk anda yang bermasalah. Pada harddisk IDE silahkan cek pengaturan slave dan masternya, cek apakah ada yang tertukar atau tidak. Cek juga apakah Hardisk sudah terdeteksi oleh BIOS atau belum, coba di-detect satu persatu. Kalau Harddisk di BIOS tidak terdeteksi maka permasalahannya ada pada harddisk.

Harddisk bisa rusak karena usia atau karena benturan. Anda bisa mengeceknya dengan mencoba menghubungkan komputer anda dengan harddisk lain, atau menggubungkan harddisk anda dengan komputer lain. Jika benar harddisk yang bermasalah, maka ganti harddisk yang rusak tersebut dengan harddisk yang baru.

Baca juga :

2. Processor Kepanasan atau Overheat
Processor yang mengalami Overheat bisa juga menyebabkan komputer gagal melakukan Booting atau melakukan restart terus menerus.
Cek kondisi Heatsink dan fan Processor, apakah fan masih berfungsi atau tidak, cek juga keadaan fan dan heatsink , jika fan dan heatsink kotor penuh debu bersihkan dengan menggunakan kuassecara perlahan atau hati-hati, jika fan ternyata rusak silahkan ganti dengan yang baru. Jangan lupa ganti thermal paste pada processor dengan yang baru jika thermal paste sudah kering. Setelah itu cek temperatur processor di Bios pada bagian hardware monitor. Pastikan kondisi fan dan heatsink processor dalam temperatur normal, sehingga processor tidak mengalami overheat.

3. RAM mengalami kerusakan
Rusaknya RAM juga bisa mengkibatkan booting tidak bisa berjalan dengan baik. Biasanya RAM yang bermasalah akan menyebabkan layar tidak menampilkan apapun, hanya hitam. Anda bisa melakukan beberapa hal berikut untuk mengatasinya.

Matikan komputer, cabut semua kabel dari aliran listrik. Buka CPU dan Periksa posisi RAM pada slot apakah RAM sudah terpasang dengan benar. Jika pemasangannya sudah baik, coba lepas RAM lalu bersihkan pin-pin berwarna tembaga pada RAM. Caranya dengan menggosok pin-pin RAM dengan penghapus pensil secara perlahan dan hati-hati (jangan sampai mengenai bagian yang lain). Setelah itu coba pasang kembali dengan benar, dan hidupkan komputer. Untuk lebih lengkapnya cara membersihkan PIN RAM baca artikel berjudul Membersihkan Pin RAM dengan Penghapus.
Jika masih bermasalah, coba ganti RAM, cek apakah memang RAM yang bermasalah atau tidak. Jika memang RAM yang bermasalah, ganti RAM tersebut dengan RAM yang baru.

Baca juga : Cara Menambah atau Upgrade RAM Komputer PC

4. Pengaturan CMOS/BIOS yang tidak benar
Terkadang permasalahan komputer gagal melakukan Booting atau masuk ke Windows, juga bisa disebabkan oleh pengaturan pada CMOS/BIOS yang tidak benar. Untuk mengatasinya bisa dilakukan dengan me-resetnya agar semua pengaturan yang tidak benar kembali ke pengaturan semula.

Nah itulah langkah-langkah yang bisa anda lakukan untuk mengatasi komputer gagal melakukan booting. Apabila langkah-langkah di atas masih belum bisa mengatasi masalah tersebut, anda bisa melakukan pengecekan terhadap hardware lain. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Cara Meningkatkan Kinerja VGA pada Komputer

|
Cara Meningkatkan Kinerja atau Performa VGA (Video Graphic Accelerator Card) pada Komputer - Graphic Card atau Video Graphic Card atau biasa disebut VGA merupakan salah satu komponen yang sangat penting di dalam sebuah komputer PC maupun Laptop. Komponen ini memiliki peran penting melakukan pemrosesan gambar agar dapat ditampilkan pada layar monitor. Selain itu secara tidak langsung juga mempengaruhi cepat atau lambatnya sistem operasi Windows bekerja. Karena hal inilah para pengguna PC maupun Laptop selalu berusaha menjaga dan meningkatkan kinerja atau performa VGA. Mengingat semua aktifitas yang dikerjakan menggunakan komputer, baik itu menonton film favorite, rendering, atau yang lebih berat lagi yakni bermain game, akan menjadi lancar dan tidak ada masalah apapun yang terjadi.

Baca juga : Langkah-Langkah Merakit Komputer Lengkap dengan Gambar

HARMANSYAH BLOG

Bagaimana menjaga dan meningkatkan kinerja atau performa VGA komputer?
Untuk menjaga dan meningkatkan kinerja VGA sebuah komputer, sangat mudah dilakukan. Hanya dengan merawat dengan benar dan melakukan tips sederhana yang akan saya share pada artikel kali ini, anda sudah bisa menjaga dan meningkatkan kinerja sebuah VGA yang ada di dalam komputer PC maupun Laptop. Berikut cara merawat dan meningkatkan kinerja VGA sesuai dengan pengalaman yang pernah saya lakukan pada Komputer PC yang saya miliki.

1. Kebersihan Perangkat VGA Card
Menjaga kinerja VGA dapat dilakukan dengan merawat kebersihan perangkat dari kotoran debu secara berkala. Debu yang menempel pada perangkat akan mengakibatkan kipas hsf berhenti berfungsi (berputar), bahkan rusak sama sekali dan akibatnya VGA akan kepanasan atau nama kerennya overheating ketika komputer digunakan, sehingga komputer PC menjadi hang, restart, atau BSOD (Blue Screen Of Death).
Lepaskan VGA Card eksternal PC anda dari motherboard, lalu bersihkan menggunakan kuas cat yang lembut dengan cara menyapunya secara hati-hati atau perlahan, sampai semua kotoran debu yang menempel pada perangkat hilang. Usahakan menggunakan tutup casing untuk menghindari masuknya debu berlebihan, serangga, dan tikus.
Untuk VGA pada komputer Laptop, anda cukup menjaga kebersihan laptop dari kotoran dan debu. Usahakan meletakan laptop pada bidang yang rata, agar ada rongga masuk keluarnya udara (pembuangan panas) dari kipas hsf laptop ketika sedang digunakan. Atau untuk lebih baiknya gunakan meja khusus untuk laptop (meja yang memiliki kipas). Hal ini untuk menghindari kotoran debu menempel pada rongga laptop yang dapat menyumbat masuk keluarnya udara (pembuangan panas).

2. Update Driver VGA Card
Langkah yang kedua adalah melakukan update driver VGA. Dengan meng-update driver VGA komputer anda, maka secara otomatis driver yang anda gunakan adalah driver yang menggunakan teknologi terbaru, sehingga sudah bisa dipastikan update driver dapat meningkatkan kinerja VGA pada komputer. Secara berkala biasanya para produsen perangkat VGA ini selalu mengupdate driver terbaru pada situs resmi mereka. Dengan catatan, update driver untuk tiap seri berbeda, maka cek dahulu seri vga komputer anda sebelum mengunduh driver update tersebut sesuai dengan produsen VGA seperti Nvidia, AMD Radeon, dan lainnya.
Lalu bagaimana dengan pengguna VGA onboard intel HD ? jangan khawatir, anda juga bisa mencari update driver intel HD di situs resminya. Ingat cek selalu seri Intel HD anda agar sesuai dengan update driver yang diunduh.

3. Mematikan Fungsi Animasi pada Sistem Operasi Windows
Animasi pada sistem dapat menyedot banyak memori VGA pada saat aktif. Jadi dengan mematikan animasi pada windows tersebut, maka performa VGA dapat menjadi lebih maksimal. Untuk mematikan fungsi animasi ini, dapat anda lakukan pada tools Registry Editor, berikut lankah-langkahnya.
Buka jendela tool Registry Editor, dengan mengetik regedit pada kotak pencarian kemudian tekan Enter. Selanjutnya silahkan masuk ke subkey berikut ini :

HKEY_CURRENT_USER\ControlPanel\Desktop\WindowsMetrics

Di dalam subkey tersebut, temukan value dengan identitas sebagai berikut:
- Name : MinAnimate
- Type : REG_SZ
- Value Data : 1
Ganti angka nilai 1 pada Value data menjadi 0, dengan melakukan klik dua kali
Tutup tool registry kemudian lakukan restart pada windows.

Dengan melakukan langkah-langkah diatas, maka akan meningkatkan kinerja atau performa VGA Card yang ada pada komputer PC maupun Laptop.

Demikian tutorial sederhana mengenai bagaimana cara meningkatkan kinerja VGA Card pada komputer PC maupun Laptop. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Cara Memasang Kabel Front Audio pada Motherboard

|
Cara Memasang Kabel Front Audio pada Motherboard Komputer PC - Ketika sedang melakukan aktifitas menggunakan perangkat komputer PC, akan lebih menyenangkan apabila sambil mendengarkan musik mp3 dari komputer. Saat membuka sebuah aplikasi yang membutuhkan suara atau bunyi seperti aplikasi DJ, Mixer, Media Player, Game, dan aplikasi lainnya, tentunya suara adalah bagian penting yang harus ada.

Dalam sebuah komputer jenis PC, pada CPU terdapat 2 buah slot (colokan) audio yakni slot microphone dan slot jack headphone yang berfungsi untuk memasukkan dan mengeluarkan Audio. Kedua slot ini terletak pada bagian belakang CPU dan bagian depan CPU. Slot Audio pada bagian belakang merupakan slot bawaan dari Motherboard sedangkan slot pada bagian depan atau biasa disebut Front Audio merupakan slot bawaan casing yang harus dihubungkan ke Motherboard terlebih dahulu agar slot tersebut bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Lalu bagaimana cara menghubungkan kabel Front Audio ke Motherboard?
Untuk menghubungkan kabel Front audio pada Motherboard, caranya sangat mudah sekali. Langkah pemasangan kabel Front Audio pada Motherboard tidak jauh berbeda dengan pemasangan Front Panel pada Motherboard yang pernah saya bahas sebelumnya pada artikel berjudul Cara Memasang Kabel Front Panel pada Motherboard. Berikut langkah-langkah pemasangan kable Front Audio pada Motherboard.

Baca juga : Cara Memasang Kabel Front Panel pada Motherboard

Cara Memasang Kabel Front Audio pada Motherboard Komputer PC

Untuk langkah awal, silahkan cari Slot Front Audio pada papan Motherboard. Biasanya disamping Slot terdapat tulisan F_AUDIO, HD_AUDIO, FP AUDIO, atau yang ada tulisan AUDIOnya. Pastikan bentuk Slot Audio tersebut mirip dengan gambar berikut.

HARMANSYAH BLOG


Apabila sudah ketemu, selanjutnya cari kabel Front Audio yang akan dipasang pada Slot Audio pada Motherboard. Jika kabel Front Audio tersebut menyatu atau tidak terpisah, anda bisa langsung memasangnya pada Slot Audio pada Motherboard seperti gambar di bawah ini. Untuk memastikan posisi kabel Front Audio dengan Slot Audio pada Motherboard sesuai ketika hendak memasangnya, anda bisa memperhatikan soket pada kabel Front Audio. Disana terdapat soket buntu (tidak memiliki lubang) yakni pada pin 8, nah anda tinggal menyamakan posisi pin 8 (buntu) pada kable Front Audio dengan Slot pin 8 yang tidak memliki kaki pada Motherboard.

HARMANSYAH BLOG


Namun, apabila kabel Front Audio pada casing terpisah atau tidak menyatu, maka pasanglah kabel tersebut sesuai dengan gambar di bawah ini. MIC-IN ke pin 1, GROUND ke pin 2, MIC-POWER ke pin 3, R-OUT ke pin 5, R-RET ke pin 6, L-OUT ke pin 9, dan L-RET ke pin 10.

HARMANSYAH BLOG


Setelah terpasang dengan baik dan benar, silahkan cek dengan memasang headphone yang memiliki 2 colokkan yakni colokan in (microphone) dan colokan out (audio) serta membuka aplikasi bawaan Windows yakni Sound Recorder. Jika suara dari mc berhasil terekam dan ada suara dari hasil rekaman, itu berarti pemasangan berhasil.

Cara Memasang Jumper pada Slot Front Audio di Motherboard

Umumnya pada Motherboard lama, bila Audio depan atau Front Audio tidak terpasang atau tidak ada maka pengguna harus melakukan jumper pada Slot Front Audio di Motherboard. Ada dua bagian yang harus diberi jumper, yakni R-Out dengan R-In dan L-Out dengan L-In. Mengapa? Karena bila tidak diberi jumper, sound tidak akan mengeluarkan bunyi atau suara, walaupun driver audio sudah terinstall. Beda halnya dengan Motherboard terbaru (jaman sekarang), untuk Motherboard terbaru soundnya tetap akan mengeluarkan suara atau bunyi walau tidak diberi jumper.

Untuk melakukan jumper pun sangat mudah, anda hanya perlu menyiapkan dua buah jumper. Setelah itu temukan Slot Front Audio pada papan Motherboard seperti yang dilakukan di atas. Pada sisi Slot biasanya terdapat tulisan F_AUDIO, HD_AUDIO, FP AUDIO, atau yang ada tulisan AUDIOnya seperti gambar berikut.

HARMANSYAH BLOG


Apabila sudah ketemu, beri jumper R-Out dengan R-In dan L-Out dengan L-In seperti gambar berikut.

HARMANSYAH BLOG

HARMANSYAH BLOG


Ada beberapa casing komputer PC tidak memiliki kabel R-In dan L-In. Untuk Motherboard jenis lama, apabila hanya memasang kabel R-Out dan L-Out maka soundnya tidak bisa mengeluarkan bunyi atau suara secara bersamaan, bahkan colokkan sound pada bagian belakang menjadi tidak berfungsi atau tidak mengelaurkan suara atau bunyi. Kalau terjadi demikian anda tidak perlu khawatir, anda bisa mengakalinya dengan memberi jumper R-in dan L-in, dengan cara menggabungkan R-out dan R-in dengan sebuah kabel, demikian juga L-out dan L-in, sehingga susunan kabelnya menjadi standar yang berlaku untuk azalia/AC97 yakni, mic, mic power/bias, ground, R-out, R-in, L-out dan L-in.

HARMANSYAH BLOG


Pastikan anda selalu berhati-hati dalam memasang dan mengecek kembali susunan kabel F_AUDIO apakah sudah benar atau belum. Karena kalau salah dalam pemasangan akan mengakibatkan terbakarnya chipset Audio pada Motherboard. Yang membuat kerusakan biasanya kesalahan dalam pemasangan mic/mic power.

Demikian tutorial sederhana mengenai bagaimana cara memasang kabel front audio pada motherboard yang baik dan benar. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Cara Memasang Kabel Front Panel pada Motherboard

|
Cara Memasang Kabel Front Panel pada Motherboard Komputer PC - Front panel adalah sekumpulan kabel yang menghubungkan antara Tombol switch (Power, Reset) dan lampu LED (lampu indikator) yang terletak pada bagian depan casing CPU ke Motherboard yang ada di dalam CPU sebuah komputer PC. Dengan adanya Front Panel ini segala aktifitas terkait dengan menghidupkan komputer dan merestart komputer bisa dengan mudah anda lakukan. Jadi bisa dikatakan Front Panel ini memiliki fungsi yang sangat penting pada sebuah komputer PC. Adapun jenis kabel Front Panel pada PC beserta fungsinya masing-masing adalah sebagai berikut :

- Kabel HDD LED, kabel ini berfungsi untuk menyalakan lampu LED Hard Disk Drive yang terletak pada bagian depan casing sebagai indikator Hard Disk sedang bekerja.
- Kabel Power LED, kabel ini berfungsi untuk menyalakan lampu LED Power yang biasanya terletak satu paket dengan tombol switch Power sebagai indikator PC telah hidup.
- Kabel Power SW, kabel ini berfungsi menghubungkan tombol Power yang terletak pada bagian depan casing ke slot Power pada motherboard yang digunakan untuk menghidupkan CPU.
- Kabel Reset SW, kabel ini berfungsi menghubungkan tombol Reset yang terletak pada bagian depan casing ke slot Reset pada motherboard yang digunakan untuk me-restart CPU.

Itulah penjelasan singkat mengenai apa itu Front Panel dan jenis kabel Front Panel beserta fungsinya. Lalu bagaimana cara memasang kabel menghubungkan semua kabel Front Panel tersebut ke slot Front Panel pada motherboard? Sebenarnya untuk petunjuk pemasangan kabel Front Panel ke Motherboard ini sudah ada pada buku panduan pemakaian motherboard ketika membeli PC baru. Namun jika membeli PC bekas, kemungkinan buku petunjuk pemasangan kabel Front Panel pada Motherboard tidak akan didapatkan karena sudah hilang atau dibuang. Nah untuk itu pada artikel kali ini saya akan share bagaimana cara memasang kabel front panel pada motherboard tanpa membaca buku petunjuk pemasangan yang biasanya selalu ada ketika membeli PC baru.

Baca juga :

Cara Memasang Kabel Front Panel pada Motherboard Komputer

Pertama-tama arahkan pandangan anda ke Motherboard yang ada di dalam CPU. Cari slot Front Panel pada papan Motherboard. Banyak sekali slot yang mirip dengan slot Front Panel, untuk itu dibutuhkan ketelitian. Biasanya terdapat tulisan F PANEL disisi slot dan tidak adanya satu kaki pada pin 10. Berikut penampakan slot Front Panel pada Mtoherboard.

HARMANSYAH BLOG


HARMANSYAH BLOG

Slot front panel ini terdapat 10 pin. Lima pin berada di atas semuanya bernomor genap, urutan pemasangan dari kiri ke kanan bernomor 2-4-6-8-10. Sedangkan pin yang ada di bawah semua bernomor ganjil, urutannya masih sama dari kiri ke kanan bernomer 1-3-5-7-9. Pin yang kosong atau tidak memiliki kaki adalah pin 10. Berikut ini susunan pemasangan kabel front panel.

  • Pin 1-3 untuk Kabel HDD LED
  • Pin 2-4 untuk Kabel POWER LED
  • Pin 5-7 untuk Kabel RESET SW
  • Pin 6-8 untuk Kabel POWER SW
  • Sedangkan Pin 9 dan Pin 10 dibiarkan Kosong


HARMANSYAH BLOG


Perlu diperhatikan mana pin positif dan negatif, pin yang negatif untuk kabel yang negatif dan pin positif untuk kabel yang positif juga. Kabel negatif biasanya berwarna putih atau hitam namun jika ada melihat kabel hitam dan putih di satu kabel maka jelas kabel yang warna putih adalah negatif, dan kabel selain putih dan hitam maka kabel itu positif.

Pin yang memiliki aliran positif adalah kabel 1,2,6 dan 7, sedangkan pin yang memiliki aliran negatif adalah pin 3,4,5,dan 8, kalau bisa sobat hafalkan tuh mana pin yang negatif maupun pin yang positif, tidak sulit menghafal cuma pin 5 dan 7 saja yang terbalik yaitu +(plus) -(min) yang lain -(min) +(plus). Dan pin yang negatif harus dihubungkan dengan kabel yang negatif pula, begitu sebaliknya pin positif dengan kabel yang positif juga, biasanya para teknisi maupun para pemula banyak yang salah disini mereka memasang kabel nagatif ke pin positif akibatnya tombol (power dan reset) dan lampu Led tidak berfungsi, oleh karena itu anda harus teliti. Biasanya untuk membedakan kabel negatif dan mana kabel positif dilihat dari warna kabel tersebut, kabel negatif biasanya memiliki warna putih dan hitam, namun jika kabel warna putih dan hitam disatu kabel yang sama, maka yang negatif adalah yang warna putih, dan untuk kabel yang positif biasanya warnanya selain warna putih maupun hitam (warna hitam bisa menjadi positif jika mereka berpasangan atau satu kabel dengan warna putih namun jika selain warna putih maka sudah pasti warna hitamlah yang negatif). Jika tidak ada kabel warna putih atau hitam biasanya akan ada warna merah sebagai kabel positif. Untuk lebih jelasnya berikut gambar rangkaian kabel front panel.

HARMANSYAH BLOG


Demikian tutorial sederhana mengenai bagaimana cara memasang kabel front panel pada motherboard. Untuk pengguna yang sudah terbiasa atau sering merakit komputer jenis PC, hal seperti ini merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Semakin sering anda melakukannya anda juga akan terbiasa. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Pengertian, Penyebab dan Cara Mengatasi Bad Sector pada Hard Disk (HDD)

|
Pengertian, Penyebab dan Cara Mengatasi Bad Sector pada Hard Disk Drive (HDD) - Hard Disk Drive atau biasa disebut HDD merupakan sebuah komponen penting yang terdapat pada Komputer PC/Laptop yang digunakan sebagai media penyimpanan berkapasitas besar. Kapasitas terbesar harddisk saat ini mencapai 14 TB dengan ukuran standar 3,5 inci. Komponen penting ini harus dirawat secara berkala, karena jika tidak dalam jangka panjang, kompononen ini akan mengalami beberapa gangguan dan gangguan yang paling sering dialami oleh hard disk adalah gangguan Bad Sector.
Tahukah anda bahwa hard disk drive dibagi menjadi 'sektor' dan data ditetapkan ke sektor tertentu saat disimpan? Itulah sebabnya ketika anda memiliki 'bad sector' data anda bisa menjadi rusak dan mungkin tidak dapat diakses atau tidak ditampilkan dengan benar. Terjadinya Bad Sector pada hard disk komputer PC/Laptop ini juga akan menyebabkan sistem operasi tidak akan berjalan dengan optimal, bahkan komputer tidak bisa masuk ke sistem karena PC melakukan restart secara terus menerus. Selain itu proses aktifitas apapun pada PC/Laptop yang mengalami gangguan akan berjalan lambat.

Baca juga :


Pengertian Bad Sector pada Hard Disk Drive
Bad Sector adalah suatu keadaan dimana satu atau lebih sector dalam hard disk atau penyimpanan lain mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa digunakan lagi sebagai media penyimpanan data. Hal yang perlu dipahami tentang bad sector adalah bad sector terbagi menjadi dua kategori yang berbeda yakni Physical (Hard Bad Sector) dan Logical (Soft Bad Sector).

Physical (Hard Bad Sector)
Physical (Hard Bad Sector) adalah dimana sektor penyimpanan di hard disk drive komputer PC/Laptop yang telah rusak secara fisik karena alasan tertentu. Umumnya bad sector secara fisik ini merusak cluster penyimpanan di harddisk dan mengubah cluster penyimpanan dalam bentuk keadaan magnetik tetap. Hal ini akan mengakibatkan semua jenis operasi-operasi baca dan tulis akan menjadi terhambat. Baik OS maupun disk controller tidak dapat mengaksesnya.

Logical (Soft Bad Sector)
Berbeda dengan bad sector fisik, bad sector logis yakni cluster penyimpanan yang tidak berfungsi dengan benar. Untuk kedua perangkat lunak OS dan Disk Controller, sektor-sektor ini tidak dapat diakses. Hal ini terjadi ketika sektor menemukan Error Correction Code (ECC) tidak sinkron dengan konten sektor yang menunjukkan ada sesuatu yang salah. Sehingga sistem operasi membaca ini sebagai bad sector, tetapi dapat diperbaiki dengan format secara low level. Menggunakan tools Windows Disk Check juga dapat memperbaiki permasalahan seperti ini.

Penyebab terjadinya Bad Sector pada Hard Disk Drive

Berikut penyebab lain terjadinya Bad Sector pada Hard Disk Drive :
  • Melemahnya magnetik dari piringan harddisk dan kesalahan mekanis. Kemungkinan, daerah magnetik disk kehilangan magnet dan karenanya kehilangan kemampuan untuk menyimpan data. Hal ini biasa terjadi pada hard disk yang sudah mengalami penuaan
  • Akibat dari guncangan atau getaran, dimana saat mengoperasikan komputer dan saat harddisk sedang melakukan proses baca dan tulis. Apbila terjadi goncangan atau getaran, dapat menyebabkan head akan menggesek piringan dari harddisk sehingga menyebabkan goresan pada piringan, sehingga terjadi bad sector
  • Daya listrik yang menurun secara tiba-tiba saat harddisk melakukan proses baca dan tulis, sehingga head akan terhenti mendadak dan bekerja mendadak saat daya listrik naik lagi secara tiba-tiba, dimana head dapat menggesek piringan harddisk
  • Susunan file pada harddisk tidak teratur. Hal ini akan mengakibatkan head tidak teratur dalam membaca urutan file yang dibutuhkan sebuah aplikasi, yang lama-kelamaan head dapat menggesek plater dari harddisk dan mengakibatkan bad sector pada harddisk
  • Bad sector juga bisa disebabkan oleh pemeriksaan Parity yang buruk saat menyalin bit pada disk. Pada harddisk modern data akan disimpan secara transparan dan akan menyimpan Parity bit bersama-sama dengan data. Ketika data dibaca, bit paritas juga diambil dan dibandingkan untuk menjamin integritas data. Hal ini berlangsung tanpa sepengetahuan user. Ketika bit parity rusak untuk beberapa alasan, kemudian akan berakibat pada kesalahan bad sector. Dalam hal ini, melalui beberapa perangkat lunak pemulihan proprietary, ADRC benar-benar bisa memperbaiki bad sector tanpa kehilangan data dengan mengoreksi atau menulis ulang bit-bit Parity yang rusak pada disk
  • Head gagal dalam melakukan proses baca dan tulis. Ketika head gagal dalam proses membaca dan menulis dan menafsirkan sinyal magnetik normal, selain itu bad sector juga bisa terjadi karena tanda-tanda awal disk crash karena mengalami penurunan kinerja.
  • Overheating pada harddisk
  • Komputer tidak di shutdown dengan benar
  • Adanya virus atau malware di harddisk
  • Kesalahan Sistem File, kesalahan ini didefinisikan sebagai salah satu penyebab utama Bad Sector. Dampak dari penyebab ini adalah bahwa hal ini tidak hanya membuatnya tidak dapat diakses tetapi juga dapat membuatnya rusak permanen dan tidak dapat dipulihkan
Apa Gejala-Gejala atau Ciri-Ciri Hard Disk Drive mengalami Bad Sector?

Untuk menghindari kehilangan data penting yang diakibatkan oleh rusaknya harddisk karena bad sector, tentunya seorang pengguna komputer PC/Laptop harus betul-betul mengetahui atau memahami gejala-gejala atau ciri-ciri bad sector pada harddisk komputer.

Berikut gejala-gejala atau ciri-ciri Hard Disk Drive mengalami Bad Sector

1. Performa komputer menjadi lambat
Tanda-tanda hardisk komputer bermasalah atau mengalami bad sector pertama adalah performa komputer atau laptop menjadi lambat dari biasanya. Ketika komputer sedang melakukan booting untuk masuk ke operasi sistem Windows akan memakan waktu lebih lama dari biasanya. Sebagian kasus lagi ketika komputer sudah nyalapun kita harus menunggu lama sampai program-program komputer bisa dijalankan. Seharusnya ketika komputer pertama kali nyala untuk melakukan Refresh komputer bisa langsung dilakukan tanpa kendala. Tapi lain lagi jika hardisk sudah bermasalah maka melakukan Refresh komputer pun efeknya akan lambat.
Saat komputer melakukan startup maka akan banyak program yang dipanggil dari harddisk seperti AntiVirus dan program-program yang aktif pada startup. Untuk mengatasi komputer lambat ketika startup ini anda bisa mencoba menonaktifkan program yang dirasa kurang penting untuk aktif ketika startup. Untuk panduannya silahkan baca artikel berjudul Cara Mempercepat Kinerja Komputer Windows.
Jika langkah tersebut sudah dilakukan namun komputer tetap saja lemot (lambat) mungkin saja akar masalahnya adalah adanya Virus yang sedang bekerja. Silakan cek AntiVirus yang terpasang apakah sudah up to date atau belum, jika belum silahkan diupdate. Langkah terakhir yang bisa dilakukan, jika komputer masih lambat adalah meng-install ulang sistem operasi Windows, silahkan baca artikel berjudul Cara Installasi Windows 7 Lengkap dengan Gambar sebagai panduannya. Namun jika install ulang belum bisa menyelesaikan masalahnya, itu berarti haddisk pada komputer mengalami bad sector.
2. Data atau File pada komputer rusak atau corrupt
Gejala yang kedua adalah file data pada komputer akan sering rusak. Meskipun anda tidak melakukan apa-apa, secara mendadak saat anda ingin membukanya,  datanya bisa rusak begitu saja.
3. Keluar suara aneh dari dalam harddisk
Gejala yang ketiga adalah akan keluar suara aneh dari harddisk dalam. Suara tersebut kira-kira berbunyi "kretek-kretek" secara terus-menerus dan agak kencang bunyinya.
4. Terjadi Blue Screen of Death (BSOD)
Gejala keempat adalah komputer mengalami blue screen. Sekalipun anda sudah melakukan install ulang OS, biasanya kasus seperti ini akan tetap terjadi. Nah, itu tandanya harddisk anda mengalami kerusakan.
5. Adanya Kasus Stuck (Hang) Ketika Komputer Booting
Jika anda mengalami komputer atau laptop ketika dinyalakan langsung tiba-tiba hang atang stuck maka ini adalah tanda-tanda kerusakan pada harddisk. Biasanya kasus stuck/hang ini komputer PC/Laptop akan tertahan pada posisi booting logo vendor dan komputer langsung berhenti kinerjanya. Coba cek komputer dengan mencabut harddisk lalu nyalakan lagi. Jika memang komputer bisa berjalan dengan normal atau tidak stuck/hang maka sudah dipastikan hardisknya bermasalah
6. System suka restart terus menerus
7. Kapasitas hard disk berubah menjadi sangat kecil.
8. System suka loading lama ketika POST Screen, hingga kadang harddisk tidak terdeteksi pada BIOS/ EFI/ UEFI.
9. Didalam hard disk suka terdengar bunyi yang tidak normal, walaupun penyebab umumnya adalah head hard disk bermasalah, namun bad sector juga turut andil dalam hal ini.

Bagaimana memperbaiki Harddisk Bad Sector?

Cara Memperbaiki Hard Disk Bad Sector

Cara sederhana yang bisa anda lakukan untuk mengatasi harddisk yang mengalami bad sector adalah menggunakan fasilitas atau sebuah tool bawaan Windows yakni Disk Check atau biasa disebut  chkdsk yang dapat melakukan pemeriksaan pada hardisk apakah bad sector atau tidak. Sebenarnya Windows akan menjalankan secara otomatis tools ini ketika harddisk bermasalah, tetapi anda dapat menjalankannya secara manual.

Berikut ini cara memperbaiki harddisk bad sector menggunakan tool bawaan Windows
Pertama buka Windows Explorer, klik kanan pada drive yang ingin diperiksa lalu pilih Properties. Setelah itu pilih tab Tools dan klik tombol Check now...

HARMANSYAH BLOG

Beri centang pada kedua opsi, lalu klik Start untuk memulai prosesnya.

HARMANSYAH BLOG

Apabila tidak ada masalah, maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut.

HARMANSYAH BLOG


Cara Mencegah Terjadinya Bad Sector
Sudah diketahui pada penjelasan di atas, bad sector memiliki 2 kategori yakni physical atau Hard Bad Sector dan Logical atau Soft Bad Sector. Maka dari itu cara pencegahannya pun dibedakan menjadi 2 bagian.

Mencegah Hard Disk mengalami Hard Bad Sector

  • Pastikan ruangan tempat komputer PC/Laptop anda berada bersih dari debu, karena debu dapat masuk ke dalam harddisk dengan melewati sela-sela dan mengendap pada piringan magnetik
  • Pastikan kipas-kipas yang berada pada komputer PC/Laptop berfungsi dengan baik, sehingga komputer memiliki sistem pendingin yang baik
  • Jangan pernah memindahkan komputer yang dapat membuat guncangan ketika komputer masih hidup
  • Gunakan perangkat UPS. agar komputer tidak mati secara mendadak ketika aliran listrik mati atau mengalami penurunan tegangan

Mencegah Hard Disk mengalami Soft Bad Sector


  • Pastikan komputer telah terinstall Anti Virus yang selalu Up To Date dan lakukan scanning secara berkala
  • Melakukan defrag dan disk cleanup dengan menggunakan tools bawaan Windows secara berkala, supaya data-data yang ada di dalam harddisk tersusun dengan rapi

Jadi dengan melakukan pencegahan dari kedua kategori tersebut, maka akan membuat komputer PC/Laptop anda tetap dalam keadaan normal dan nyaman ketika digunakan.
Demikian penjelasan dan tutorial sederhana tentang apa itu bad sector, apa penyebabnya, dan bagaimana mengatasi serta mencegahnya. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Mengatasi Komputer Nyala Sebentar Lalu Mati

|
Mengatasi Komputer Nyala Sebentar Lalu Mati - Permasalahan yang terjadi pada perangkat komputer memang sangat beragam, dari masalah yang sederhana sampai dengan masalah yang berat. Semua permasalahan yang dapat terjadi pada komputer terkadang membuat para pengguna harus memutar otak untuk menyelesaikan permasalahannya. Banyak pengguna komputer sering kali menemui kasus komputer arror dengan gejala komputer nyala sebentar namun mati lagi selang beberapa detik dan kadang tidak sampai satu detik. Beberapa diantaranya dapat diatasi dengan cara yang cukup mudah dan murah. Kasus komputer setelah menekan tombol power, komputer nyala sebentar dan mati lagi seperti yang akan dibahas kali ini penyebabnya cukup beragam, mulai dari masalah seperti korsleting listrik atau apapun sampai masalah hardware serius.

Apa anda mengalami masalah tersebut? Silahkan ikuti langkah-langkah berikut secara berurut dengan seksama. Berikut alat-alat yang digunakan untuk melakukan penyelesaian masalah ini.

  • Obeng
  • Sumber arus listrik
  • Satu unit PC yang masih berjalan normal (tidak rusak) dengan tipe yang sama

Cara mengetahui dan mengatasi permasalahan komputer yang error dengan gejala nyala sebentar lalu mati

1. Untuk langkah pertama coba baca panduan bunyi suara Beep, dengan asumsi Anda mendengar suara beep tersebut. kode suara beep untuk tiap vendor motherboard berbeda-beda karena bios yang mereka gunakan berbeda. misalnya untuk komputer yang berjalan normal terdengar bunyi beep pendek sekali setelah kita nyalakan. bunyi beep panjang terus menerus bisa menandakan vga kita yang bermasalah, dan seterusnya. Untuk lebih lengkapnya, silahkan baca artikel berjudul Mendeteksi Kerusakan Hardware Komputer Melalui Suara Beep Speaker

HARMANSYAH BLOG

Namun jika anda tidak mendengarkan bunyi beep yang tidak normal, anda bisa lanjut membaca ke langkah-langkah berikutnya.

2. Langkah kedua yang harus dilakukan adalah membersihkan bagian dalam komputer dari kotoran debu, karena seperti yang diketahui tahu bahwa debu dapat menyebabkan beberapa permasalahan komputer yang kadang tidak diketahui penyebabnya. Setelah itu nyalakan komputer, tetapi hasilnya komputer tetap menyala sebentar lalu mati, lanjut ke langkah berikutnya.

3. Langkah ketiga adalah mengecek PSU ( Power Supply Unit ). Karena tidak memiliki alat pendeteksi kerusakan power supply, langkah sederhana yang dapat diambil adalah dengan melakukan jumper pada pin konektor 20/24 pada power supply. Tujuannya adalah untuk memastikan apakah power supply tersebut  masih bekerja atau sudah rusak (mati). Untuk melakukan jumper pada pin power supply silahkan baca artikel berjudul Cara Mengecek Power Supply Rusak atau Tidak sebagai panduannya.

HARMANSYAH BLOG

Dengan melakukan test jumper pin pada PSU, meskipun kipas berputar normal belum tentu PSU tersebut betul-betul normal karena mungkin ada kerusakan pada komponen dalam PSU.
Jika anda tidak mempunyai Avometer untuk mengecek kerusakan PSU, maka untuk lebih mudahnya silahkan gunakan power supply komputer yang masih normal yang sudah anda siapkan untuk testing motherboard. Jika motherboard dapat nyala normal maka dipastikan PSU lah yang menjadi penyebabnya. Silahkan beli PSU yang masih normal dengan pin dan daya yang cukup untuk motherboard anda.
Namun Setelah melakukan jumper ternyata kipas power supply masih menyala dan atau PSU diganti dengan PSU yang normal permasalahanya belum teratasi, itu berarti kerusakannya bukan pada PSU, jadi silahkan ikuti langkah selanjutnya.

4. Langkah keempat adalah mengecek RAM. Untuk mengetahui apakah RAM adalah penyebab masalah ini, coba anda lepaskan kepingan RAM yang tertancap pada soket RAM di Motherboard. Jika sudah dilepaskan, hidupkan komputer anda. Apabila komputer menyala terus menerus tidak mati lagi dan mengeluarkan suara beep panjang (keluar suara beep panjang karena tidak ada RAM yang tertancap), itu berarti masalahnya ada pada kepingan RAM. Bersihkan pin RAM berwarna kuning dengan menggunakan penghapus. Untuk lebih lengkapnya bagaimana proses membersihkan RAM dengan penghapus pensil, silahkan baca artikel berjudul Membersihkan Pin RAM dengan Penghapus sebagai panduannya.

HARMANSYAH BLOG

Pin RAM sudah dirasa bersih, tancapkan kembali kepingan RAM ke motherboard. Atau anda bisa mengganti RAM dengan RAM yang baru, jika RAM yang lama memang mengalami kerusakan.
Namun apabila, ketika setelah melepaskan kepingan RAM dari motherboard dan dihidupkan, komputer masih tetap nyala sebentar dan mati lagi, silahkan ikuti langkah selanjutnya.

5. Langkah kelima adalah memeriksa switch tombol power. Switch tombol power pada casing komputer yang mengalami korsleting terkadang menjadi penyebab komputer nyala sebentar lalu mati. Cara memeriksanya yakni dengan melepas konektor tombol power yang tertancap pada motherboard. Kemudian coba nyalakan dengan menggunakan obeng, caranya dengan menghubungkan 2 kaki tempat menancapnya konektor tombol power pada motherboard tadi dengan obeng. Jika masalahnya belum teratasi lanjut ke langkah berikutnya.

6. Langkah keenam adalah cek pasta pada Processor. Berkurangnya atau menegringnya pasta pada processor bisa saja menjadi penyebab masalah komputer nyala sebentar lalu mati, karena processor yang mengalami kepanasan berlebihan atau overheating. Untuk melakukannya, buka pengait processor, lalu bersihkan sisa pasta pada processor kemudian tambahkan pasta baru pada processor. Terakhir tutup pengait processor.

HARMANSYAH BLOG

Apabila langkah ini sudah dilakukan dan komputer tetap mengalami masalah yang sama, kemungkinan processor sudah rusak, untuk mengetahui apakah perangkat ini sudah rusak atau tidak, coba pasang processor pada komputer normal ke motherboard komputer yang mengalami masalah. Jangan lupa untuk menambahkan pasta dan memasang kembali kipas pendingin processor.

7. Jika langkah di atas belum bisa mengatasi permasalahannya, silahkan lanjut ke langkah ketujuh, yakni memeriksa VGA Card. Akhir-akhir ini saya menemukan ilmu baru dari teman yang ahli, ternyata VGA Card yang error juga menjadi salah satu penyebab komputer nyala sebentar lalu mati lagi. Pada motherboard yang tidak memiliki onboard VGA alias menggunakan VGA eksternal, bersihkan juga pin VGA dengan penghapus dan coba pasang kembali.

HARMANSYAH BLOG

VGA Onboard error, ini yang baru saja saya temui pada motherboard yang memiliki onboard VGA. Dengan kasus yang sama, VGA onboard yang error dapat menyebabkan komputer mengalami hal demikian. Dari beberapa penjelasan master, komputer yang nyala sebentar lalu mati lagi disebabkan karena adanya komponen yang konsleting atau error, salah satunya yaitu VGA dan soundcard.
Untuk mengatasi VGA onboard yang error Anda dapat memasang VGA Eksternal pada motherboard Anda. Begitu pula jika permasalah terjadi pada soundcard yang error, silahkan pasang soundcard eksternal. Dengan memasang VGA/ Soundcard eksternal maka secara otomatis fungsi perangkat onboard akan terdissable dan motherboard dapat nyala dengan normal.

Apabila semua langkah-langkah diatas sudah dilakukan, namun masalah komputer nyala sebentar lalu mati, maka bisa dipastikan penyebab masalah tersebut adalah motherboard yang mengalami kerusakan.

8. Langkah kedelapan adalah mengganti motherboard pada komputer yang mengalami masalah dengan motherboard normal pada komputer normal yang anda siapkan tadi yang tipenya sama.

Langkah-langkah diatas adalah langkah-langkah yang saya lakukan untuk mengatasi permasalahan komputer yang hidup atau nyala sebentar lalu mati dan keberhasilan saya dalam mengatasi permasalahan ini yang saya temui adalah pada langkah mengecek PSU, RAM dan motherboard.

Catatan : Apabila anda tidak memiliki komputer lain yang masih normal dan memiliki spesifikasi yang sama dengan komputer yang bermasalah, akan menyebabkan anda tidak akan tahu komponen hardware mana yang mengalami kerusakan. Karena komputer normal tersebut digunakan untuk proses testing. Jadi jalan terakhir yang bisa anda lakukan adalah mempercayakannya ke tukang service komputer profesional atau ke toko tempat anda membeli dan merakit PC anda.

Demikian tutorial sederhana mengenai bagaimana mengatasi komputer yang error dengan gejala komputer nyala sebentar lalu mati. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "