Membuat Widget Pengikut Blog dengan Kode HTML

|
Membuat Widget Pengikut atau Followers Blog dengan Kode HTML - Widget pengikut atau followers blog merupakan widget yang menampilkan daftar pengguna blogger yang mengikuti blog, disertai sebuah tombol bertuliskan Join this site (Ikuti situs ini) bagi pengguna yang belum mengikuti blog dan Berhenti ikuti bagi pengguna yang sudah mengikuti blog.

Jika dilihat dari namanya saja, sudah bisa dipastikan widget ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan perkembangan blog. Mengapa demikian? Karena pengguna blogger lain yang mengikuti blog anda, akan langsung mendapatkan update postingan di halaman dashboard blogger mereka, setiap anda menerbitkan artikel atau postingan baru di blog yang anda miliki. Jadi besar kemungkinan postingan akan langsung mendapatkan pengunjung atau pembaca.

Sebenarnya widget followers atau pengikut blog ini bisa dengan mudah kita pasang di blog, karena widget ini sudah tersedia pada menu widget atau gadget blogger atau blogspot. Langkah-langkahnya yaitu dengan masuk ke menu Tata Letak >> klik Tambahkan gadget pada posisi yang anda inginkan >> Pilih dan klik Widget Pengikut atau Followers >> kemudian Simpan.

Namun karena ada keperluan tertentu, yakni seorang blogger ingin memasukkan atau menggabungkan widget ini dengan widget yang lain, seperti pada HARMANSYAH BLOG. Widget pengikut atau followers blog, saya masukkan ke dalam menu tab view yang juga saya buat dengan kode CSS dan HTML secara manual. Oleh karena itu, pembuatan widget pengikut dengan mode HTML ini juga sangat diperlukan.

Baca juga : Cara Mengganti Profil Google+ ke Profil Blogger Terkait Penghentian Google+

Caranya sukup mudah, hanya dengan mencari kode tertentu dengan menyamakan kode dengan kode yang saya drag pada gambar, kemudian melakukan copy paste ke widget HTML/JavaScript lalu Simpan. Untuk lebih lengkapnya silahkan ikuti langkah-langkah berikut dengan teliti.

Cara Memasang Widget Pengikut atau Followers Blogger dengan Mode HTML

1. Pertama, silahkan login ke akun blogger.
2. Pasang widget pengikut atau followers dengan cara yang biasa dahulu yakni melalui menu Tata Letak.
3. Pilih menu Tata Letak >> klik Tambahkan gadget pada posisi yang anda inginkan.
4. Pilih dan klik widget Pengikut atau Followers.
5. kemudian Simpan.
6. Selanjutnya buka halaman blog anda, kemudian klik kanan pada halaman blog >> lalu pilih View page source (Lihat sumber laman) atau tekan Ctrl+U pada keyboard.
7. Setelah sumber laman terbuka, tekan Ctrl+F lalu masukkan kata kunci atau nama widget yang ingin dicari, dalam hal ini widget Pengikut atau Followers. Jika anda menggunakan bahasa Inggris pada settingan blog maka ketikkan Followers1 dan jika menggunakan bahasa Indonesia ketikkan Pengikut1. Pilihlah tulisan Followers1 atau Pengikut1 yang diikuti oleh kode-kode seperti gambar berikut.

HARMANSYAH BLOG

8. Blok kode tersebut seperti gambar di atas, dimulai dari kode

<div id='Followers1-wrapper'>
.........................................................
.........................................................
.........................................................
.........................................................
sampai kode
.........................................................
.........................................................
.........................................................
.........................................................
</div>
</div>

9. Copy paste terlebih dahulu kode tersebut ke Notepad untuk digunakan nanti.
10. Masuk kembali ke menu Tata letak.
11. Apabila anda hendak membuat widget baru, klik Tambahkan gadget pada posisi yang anda inginkan, pilih HTML/JavaScript, kemudian copy paste kode yang anda simpan pada Notepad tadi ke kotak konten, lalu tekan tombol Simpan. Sedangkan.
12. Apabila anda hendak menggabungkan widget Pengikut atau Followers dengan widget yang lain. Klik Edit pada widget yang akan digabungkan dengan widget Pengikut. Copy paste kode yang anda simpan pada notepad ke dalam kode widget yang lain tersebut. Atur sesuai keinginan anda.
13. Terakhir tekan tombol Simpan.

Catatan : Apabila widget tersebut tidak bisa tampil, itu karena adanya widget pengikut yang anda pasang pertama dengan cara biasa tadi. Silahkan hapus widget Pengikut atau Followers yang anda pasang pertama dengan cara biasa tersebut, dan widget yang anda pasang dengan mode HTML akan muncul.

Demikian tutorial sederhana mengenai bagaimana cara membuat dan memasang widget pengikut atau followers dengan kode HTML. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Mengatasi Microsoft Excel Tidak Bisa Mendeteksi Printer

|
Mengatasi Microsoft Excel Tidak Bisa Mendeteksi Printer - Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel adalah sebuah program aplikasi lembar kerja yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft Corporation yang dapat dijalankan pada Microsoft Windows dan Mac OS (wikipedia). Aplikasi ini merupakan bagian dari Microsoft Office System. Microsoft Excel berfungsi untuk mengolah angka menggunakan spreadsheet yang terdiri dari baris dan kolom untuk mengeksekusi perintah. Microsoft Excel telah menjadi software pengolah data / angka terbaik di dunia.

Namun, pernahkah anda mengalami ketika mengerjakan suatu pekerjaan menggunakan Microsoft Excel dan hendak melakukan print, Printer tidak terdeteksi? Sudah banyak pengguna yang mengalami masalah tersebut. Dimana printer sudah disetting mengikuti langkah-langkah yang benar. Saat printer digunakan untuk test print file Doc dari Microsoft Word tidak ada masalah, tetapi ketika printer tersebut digunakan untuk print file Excel ternyata tidak bisa karena printer tidak terdeteksi.

Setelah menemui masalah ini, anda langsung melakukan pengecekan terhadap hardware meliputi kabel USB, kabel power, printer dan software meliputi driver dari printer tersebut. Disitu anda menemui semuanya baik-baik saja dan tentu saja hal ini membuat anda menjadi bingung. Anda tidak perlu bingung dan khawatir, karena ada beberapa solusi yang bisa anda lakukan dengan mudah untuk mengatasi masalah ini. Disamping itu disini anda tidak perlu melakukan install ulang terhadap driver printer maupun isntall ulang OS Windows.

Baca juga :

Cara Mengatasi Aplikasi Microsoft Excel Tidak Bisa Mendeteksi Printer Ketika Melakukan Print

Untuk langkah awal, silahkan buka menu Run dengan menekan logo Windows+R pada keyboard. Setelah terbuka silahkan ketikkan regedit kemudian Enter. Maka tampilan User Account Control akan menanyakan kelanjutan prosesnya, apakah mau dilanjutkan atau tidak, untuk melanjutkan silahkan pilih dan tekan tombol Yes.
Selanjutnya anda akan dihadapkan pada jendela halaman Registry Editor seperti gambar berikut.

HARMANSYAH BLOG

Silahkan pilih menu HKEY_CURRENT_USER > Software > Microsoft > WindowsNT > CurrentVersion > Windows sehingga menjadi seperti berikut.
Computer\HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\WindowsNT\CurrentVersion\Windows

HARMANSYAH BLOG

Alihkan pandangan anda ke panel sebelah kanan. Cari tulisan Device, yang apabila anda double kik maka akan tampil jendela kecil Edit String yang berisi tipe printer yang anda set default sebelumnya pada bagian Value data.

HARMANSYAH BLOG

Klik kanan pada Device, kemudian pilih Delete.

HARMANSYAH BLOG

Terkadang untuk menghapus atau men-delete suatu field pada registry anda tidak bisa langsung melakukannya karena anda harus memiliki hak Full Control untuk bisa menghapus field tersebut. Caranya drop field Device agar terpilih, kemudian klik Edit pada jendela Registry Editor, lalu pilih Permissions...

HARMANSYAH BLOG

Setelah tampil jendela Permissions for Windows, pada bagian Permissions for RESTRICTED pilih Full Control dan beri checklist, lalu klik tombol Apply kemudian tekan tombol OK.

HARMANSYAH BLOG

Kembali ke field Device, klik kanan kemudian pilih Delete. Terakhir Restart komputer anda agar hasil lebih maksimal.

Selain untuk mengatasi  Ms Excel yang tidak bisa mendeteksi printer saat melakukan print, langkah-langkah di atas juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah printer yang tidak bisa disetting default dengan kode error " Error 0x00000709:Can’t Set Default Printer " dan juga juga berlaku untuk pengguna yang tidak bisa melakukan print di PDF. Dimana nama printer tak mau muncul atau terdeteksi dalam daftar saat melakukan print. Ketika hendak melakukan print di PDF, yang tampil pada bagian Printer opsi Name hanya Fax, Sent To OneNote 2007, dan Microsoft XPS Document Writer seperti pada Ms Excel.

Bagaimana sobat? cukup mudah bukan?
Demikian tutorial sederhana mengenai cara mengatasi Microsoft Excel tidak bisa mendeteksi printer saat akan melakukan print. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Cara Mengembalikan File Yang Terhapus di Flashdisk

|
Cara Mengembalikan File atau Data Yang Terhapus di Flashdisk | HARMANSYAH BLOG - Ada banyak hal yang dapat menyebabkan file atau data di flashdisk anda hilang atau terhapus, mulai dari terhapus tanpa sengaja, hilang karena virus, atau penyebab fisik seperti flashdisk terjatuh, tercabut di saat proses read / write. Mengembalikan data yang terhapus dari flashdisk memang tidak semudah mengembalikan data yang terhapus dari hard disk drive, pasalnya data yang terhapus dari hard disk drive akan di simpan terlebih dahulu ke lokasi khusus sebelum akhirnya di hapus permanen, pada komputer dengan sistem operasi Windows data dari hard disk drive yang terhapus akan di simpan terlebih dahulu ke Recycle Bin. Mengembalikan data dari Recycle Bin sangat mudah, data yang di kembalikan pun akan utuh sebagaimana kondisi data sebelumnya, namun lain halnya jika data tersebut terhapus dari flashdisk, pada flashdisk data yang terhapus akan di hilangkan secara permanen dan tidak akan di temukan di Recycle Bin sekalipun anda menghapusnya pada komputer dengan sistem operasi Windows.

Oleh karena itu, file atau data yang terhapus dari Flashdisk tidak bisa dikembalikan lagi tanpa bantuan atau campur tangan software atau perangkat lunak khusus yang memang dibuat untuk mengembalikan data atau file yang terhapus. Apabila anda mengalaminya, solusi terbaik untuk mengembalikan file atau data yang terhapus di flashdisk adalah dengan menggunakan software file recovery.
Namun sebelum melakukan pengembalian file atau data yang terhapus, sebaiknya anda cek terlebih dahulu apakah file atau data yang ada di dalam Flashdisk tersebut terhapus karena virus atau bukan. Lakukan langkah-langkah berikut ini.

  • Klik program Windows Explorer atau dengan tombol Windows+E ada keyboard
  • Pilih drive dimana Flashdisk anda berada, misal letak Flashdisk ada pada drive F:namaflashdisk, kemudian klik kanan - pilih Properties. 
  • Jika pada tab Properties, pada Used spaces nya tidak 0 (nol) alias terpakai, maka bisa dipastikan file atau data di dalam flashdisk tidak terhapus namun hilang karena terhidden (disembunyikan) oleh virus. Agar file atau data yang disembunyikan tersebut muncul atau terlihat, silahkan ikuti langkah-langkah di bawah ini.
Cara Menampilkan File atau Data yang Terhidden atau Disembunyikan oleh Virus

Setelah mengetahui file atau data yang ada di dalam Flashdisk tersebut hanya hilang karena terhidden atau disembunyikan oleh virus, maka yang perlu anda lakukan adalah menampilkannya kembali agar bisa terlihat. Dalam hal ini anda bisa menggunakan tools bawaan Windows yakni Hidden files and folders. Berikut langkah-langkahnya.

1. Tekan tombol logo Windows+E pada keyboard untuk membuka jendela Windows Explorer.
2. Setelah jendela Windows Explorer terbuka, klik tanda panah ke bawah pada pilihan Organize, kemudian pada menu dropdownnya klik pilihan Folder and Search Options.
3. Muncul jendela Folder Options, klik tab View kemudian beri checklist pada pilihan Show hidden files, folders, and drives. Klik tombol OK.
4. Sekarang file atau data yang terhidden/hilang oleh virus yang ada di dalam Flashdisk sudah bisa terlihat atau muncul kembali.

Namun, apabila ketika anda membuka Properties drive Flashdisk dan pada Used spaces nya 0 (Nol) alias tidak terpakai, maka bisa dipastikan file atau data yang ada di dalam Flashdisk tersebut telah terhapus dengan sengaja atau tidak disengaja (buka Format). Jadi cara yang bisa anda lakukan untuk mengembalikan file atau data yang terhapus tersebut adalah mengembalikannya dengan menggunakan bantuan software atau perangkat lunak (Software File Recovery).

Baca juga :

Cara Mengembalikan File Yang Terhapus di Flashdisk dengan Software

Ada banyak software file recovery yang banyak ditawarkan di internet yang berfungsi untuk mengembalikan data atau file yang terhapus, baik yang versi gratis maupun versi berbayar. Berikut beberapa perangkat lunak atau software yang bisa anda gunakan untuk mengembalikan file atau data yang terhapus pada Flashdisk serta langkah-langkah menggunakannya.

1. Runtime GetDataBack for NTFS

Aplikasi selanjutnya yang bisa digunakan untuk mengembalikan file atau data flashdisk yang terhapus adalah dengan menggunakan perangkat lunak runtime GetDataBack, berikut langkah-langkahnya. Pertama-tama silahkan download perangkat lunaknya di situs web resmi berikut.

http://www.runtime.org/datarecovery.html

GetDataBack untuk Windows didistribusikan dalam dua versi, GetDataBack for FAT dan GetDataBack for NTFS. Silahkan pilih salah satu sesuai dengan file system flashdisk yang bersangkutan, untuk mengetahui apakah suatu flashdisk (atau drive lain) memiliki file system FAT (maupun FAT32) atau NTFS silahkan klik kanan pada drive yang bersangkutan lalu pilih Properties.

Jika sudah didownload, silahkan install dengan mengikuti petujuk (wizard) pada saat proses instalasi. Ketika pertama kali di jalankan, GetDataBack akan menampilkan opsi atau pilihan yang disebut "data loss scenario", diantaranya terdapat opsi "I want to recover deleted files", pilih opsi tersebut (karena kita akan mencoba mengembalikan data yang terhapus), klik Next.

Pada tampilan selanjutnya, anda diharuskan memilih drive (partisi) yang akan anda pindai (scan) pilih drive flashdisk yang bersangkutan, klik "Next". Pada tampilan selanjutnya, kembali anda diharuskan memilih rentang sektor dari file system yang akan dipindai, pilih "NTFS at sector 0" atau "FAT at sector 0" untuk memindai flashdisk secara lengkap dari sector ke 0, klik "Next". Tunggu beberapa saat hingga proses scanning selesai.

Setelah selesai anda akan melihat daftar file dan folder yang terdapat pada flashdisk anda termasuk file dan folder yang masih ada. Diantaranya anda akan melihat nama file atau folder yang dicoret misalnya seperti folder dengan nama Catatan. Folder tersebut berarti telah terhapus namun ada kemungkinan masih dapat di kembalikan.
Silahkan anda klik (atau double click) untuk melihat dan memeriksa data dalam folder tersebut. Apabila sudah yakin bahwa data tersebut adalah data terhapus yang ingin anda kembalikan, klik data tersebut. Kemudian klik tombol Copy yang ada di panel bagian atas aplikasi, atau bisa juga dengan klik kanan lalu pilih Copy.

Pilih folder atau direktori (misalnya My Documents) untuk menyimpan data yang akan di recover tersebut, lalu klik OK, tunggu hingga proses Copy (restore) selesai. Silahkan buka My Documents (jika anda memilih folder tersebut) untuk melihat dan memeriksa apakah data yang anda restore berhasil dengan baik atau ada kesalahan.

Apabila tidak berhasil mengembalikan data yang hilang dengan aplikasi Runtime GetDataBack, coba gunakan perangkat lunak Recuva, selain gratis perangkat lunak ini banyak di rekomendasikan oleh banyak blogger dibanyak situs web.

2. Recuva

Saya anggap file atau data tersebut hilang karena tanpa sengaja terhapus dari flashdisk, bukan karena flashdisk tidak sengaja terformat, flashdisk yang terformat akan menurunkan persentase keberhasilan pengembalian data yang hilang. Berikut cara mengembalikan file atau data yang terhapus dengan menggunakan perangkat lunak Recuva. Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah mendownload Recuva pada situs resminya

https://www.piriform.com/recuva

Hindari mengambil / mengunduh perangkat lunak gratis dari situs web yang tidak resmi, karena ada kemungkinan file yang anda download telah tersisipi / disisipi malware. Meskipun ada versi Pro berbayar, anda bisa cukup menggunakan versi gratisnya saja. Pilih versi gratis (klik tombol Download Free Version, lalu klik Free Download, terakhir klik Download from : Piriform.com). File dengan nama rcsetup135.exe (135 merupakan versi perangkat lunak) akan segera di download, ukurannya tidak terlalu besar, sekitar 5.3MB.
Proses download selesai, silahkan install perangkat lunak Recuva pada komputer, ikuti proses installasi sesuai instruksi. Setelah proses installasi Recuva selesai, langkah selanjutnya adalah tancapkan flashdisk, buka Recuva, kemudian lakukan scan file yang terhapus di flashdisk anda tersebut.

Di awal proses anda Recuva akan menampilkan wizard klik Next. Pada tampilan berikutnya, anda dapat menentukan jenis file apa yang ingin anda coba untuk di kembalikan, terdapat pilihan All Files, Pictures, Music, Documents, Video, atau File Compressed (.zip, .rar).

Jika anda yakin jenis file apa yang terhapus dan ingin mengembalikannya, pilih salah satu (misalnya Documents untuk mengembalikan file jenis dokumen), namun jika anda tidak yakin pilih All Files saja, kemudian klik Next. Pada tampilan berikutnya, anda dapat menentukan lokasi file yang terhapus, terdapat pilihan I'm not sure, On my media card or iPod, In My Documents, In the Recycle Bin, In a specific location, atau On a CD / DVD.

Karena pembahasan kita mengenai cara mengembalikan data yang hilang dari flashdisk, maka pilih In a spesific location kemudian Browse ke drive flashdisk anda, lalau klik OK, selanjutnya klik Next. Pada tampilan berikutnya, anda dapat mengaktifkan fitur Deep Scan, namun mengaktifkan fitur tersebut akan membuat waktu yang dibutuhkan untuk "scanning" semakin lama, jadi untuk saat ini fitur tersebut kita abaikan dulu, selanjutnya klik Start untuk memulai proses scanning.

Hasil scanning akan disajikan dalam sebuah tabel. Beberapa detail yang perlu anda perhatikan adalah warna bulatan yang berada di samping nama file, Filename, dan State. Jika warna bulatan hijau dengan state Excellent, maka bisa dipastikan file yang terhapus di flashdisk tersebut bisa kamu kembalikan lagi. Namun jika warna bulatan merah dengan state Unrecoverable, maka bisa dipastikan file tersebut tidak bisa dikembalikan lagi. Sedangkan jika warna bulatan orange dengan state Poor, maka bisa dikembalikan tetapi ada kemungkinan file corrupt. Klik checkbox pada file yang ingin anda kembalikan.

Kemudian klik Recover (tombol di sudut kanan bawah). Setelah itu tentukan lokasi untuk menyimpan file tersebut, misalnya My Documents, lalu klik OK. Buka My Documents untuk melihat file yang telah di recover tersebut.

Demikian tutorial tentang cara mengembalikan file atau data yang terhapus di flashdisk. Silahkan pilih salah satu aplikasi di atas atau anda juga bisa mencoba keduanya sebagai pengalaman. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Penyebab dan Cara Mengatasi Komputer Not Responding

|
HARMANSYAH BLOG | Penyebab dan Cara Mengatasi Program Komputer Not Responding atau " Hang " dengan Mudah dan Lengkap - Komputer PC/Laptop menjadi salah satu perangkat yang sangat dibutuhkan dalam kebutuhan sehari-hari. Namun, ketika sedang beraktifitas menggunakan sebuah perangkat komputer, seorang pengguna pastinya pernah mengalami permasalahan yang disebut dengan Not Responding atau orang biasanya menyebutnya "Hang" pada perangkat komputer yang dimiliki.

HARMANSYAH BLOG


Apa itu Not Responding pada komputer?
Not Responding adalah suatu keadaan dimana software yang digunakan mengalami kegagalan perintah, dan mengakibatkan software tersebut tidak dapat memahami apa yang diperintahkan, dan komputer pun akan memberikan sebuah pertanyaan apakan mau menunggu atau mengakhiri aplikasi ( sofware ) tersebut secara paksa.

Sebagai contoh ketika pengguna membuka sebuah program besar seperti aplikasi Adobe Photoshop, namun sistem tidak mampu merespon untuk menjalankan aplikasi tersebut sehingga tampil sebuah kotak dialog "Applications is not responding" diikuti dengan berubahnya warna layar monitor menjadi keputihan. Terkadang masalah ini juga sering terjadi pada jendela Windows Explorer ketika me-load isi kepingan DVD dan USB Drive atau Flashdisk yang terlalu full dan besar.
Komputer yang mengalami Not Responding akan cenderung lemot, lambat, dan mudah panas hal ini dikarenakan sistem komputer akan bekerja 2 kali atau lebih tinggi saat mengalami Not Responding. Jika ini sering terjadi komputer akan mudah panas dan dapat dipastikan performanya akan turun (lambat), bahkan jika ini berlanjut komputer bisa jadi akan sering restart atau mati sendiri. Ada banyak hal kenapa komputer mengalami Not Responding dan masalah ini tidak hanya disebabkan oleh permasalahan Software saja, tetapi terkadang permasalahan ini kerap timbul karena ada permasalahan pada Hardware komputer.

Bagaimana mengatasi komputer yang mengalami Not Responding?
Untuk mengatasi permasalahan Not Responding pada sebuah perangkat komputer, tentunya anda harus mengetahui dan memahami terlebih dahulu beberapa penyebab komputer mengalami masalah Not Responding. Berikut ini beberapa penyebab komputer mengalami masalah Not Resonding dan cara mengatasinya.

1. Sistem Operasi Windows / Software bermasalah
Apabila sistem operasi Windows di komputer bermasalah , maka tentunya akan membuat kinerja komputer menjadi kurang maksimal, salah satunya terjadi Not Responding. Tidak hanya pada Sistem Operasi saja, software yang corrupt juga bisa membuat kinerja menjadi kurang maksimal. Untuk mengatasinya anda bisa melakukan Repair atau Install Ulang.

Baca juga :
2. Virus dan Malware
Virus dan malware sudah kita ketahui selalu ikut turut andil dalam semua masalah yang terjadi pada komputer. Termasuk masalah komputer Not Responding. Virus dan malware sangat mempengaruhi kinerja sistem dengan merusak sistem Windows pada komputer. Untuk mengatasinya, selalu update database anti virus pada komputer dan lakukan scan secara berkala.

Baca juga :
3. Terlalu banyak aplikasi yang terinstall
Terlalu banyak aplikasi yang terinstall pada komputer merupakan salah satu penyebab komputer sering mengalami Not Responding. Mengapa? Karena proses yang dilakukan oleh system dalam me-load (membuka) semua aplikasi akan menjadi semakin berat, ditambah lagi jika aplikasi tersebut memiliki size/ukuran yang besar hal itu dapat mengurangi kapasitas harddiskdan akibatnya komputer anda akan menjadi lambat dan sering mengalami Not Responding. Untuk mengatasinya, hapus atau uninstall program yang tidak perlu.

4. Terlalu banyak menjalankan aplikasi secara bersamaan / Multitasking
Saat beraktifitas dengan komputer, pastinya anda pernah atau sering menjalankan beberapa aplikasi atau program sekaligus dalam waktu yang bersamaan atau orang biasa menyebutnya multitasking. Melakukan multitasking memang sangat berguna untuk mempercepat pekerjaan anda, akan tetapi terlalu banyak aplikasi yang terbuka secara bersamaan akan mengakibatkan RAM komputer akan terkuras habis, dan kemudian akan mengakibatkan Not Responding. Untuk mengatasinya, kurangi multitasking, namun apabila anda ingin multitasking, batasi saja pada program-program yang relatif memakan porsi RAM kecil dan tidak membutuhkan pemrosesan CPU yang tinggi. Dengan demikian error not responding pasti akan sangat jarang terjadi.

5. Tampilan desktop terlalu berlebihan
Menggunakan tampilan desktop yang kompleks, seperti menggunakan banyak widget, banyak shortcut, aplikasi kalender yang berat dan lain sebagainya dapat membuat banyak resource tersedot untuk menjalankan aplikasi-aplikasi desktop tersebut. Jika hal tersebut dilakukan secara berlebihan akan mengakibatkan RAM komputer akan bekerja lebih ekstra untuk me-load seluruh efek tampilan visual yang ada.
Akibatnya, komputer akan sering mengalami Not Responding. Jadi, jangan terlalu berlebihan memasang dan menginstall berbagai tampilan untuk mengubah tampilan komputer lebih menarik. Oleh karena itu untuk mengatasinya, ada baiknya anda mulai membersihkan desktop komputer anda dari hal-hal yang sekiranya kurang penting. Icon aplikasi yang terlalu banyak, sistem information yang terlalu kompleks dan lain sebagainya sebaiknya anda hapus dari desktop. Dan lebih baik gunakan tema/tampilan standar saja.

6. Banyak aplikasi yang berjalan di latar belakang
Ketikamenggunakan komputer ada beberapa aplikasi yang berjalan di latar belakang. Aplikasi tersebut berjalan secara otomatis ketika anda pertama kali menghidupkan komputer. Terlalu banyak aplikasi yang berjalan di latar belakang akan akan banyak mengambil resource memori dan komputer kamu menjadi sering Not Responding.
Oleh karena itu, untuk mengatasinya, sebaiknya anda menghentikan beberapa aplikasi latar belakang yang benar-benar tidak penting dan dapat jalankan secara manual jika diperlukan. Untuk dapat memeriksa Startup, cukup buka Windows Run (Win+R) dan ketikkan msconfig (untuk Windows XP, Vista dan 7). Lalu di Tab Startup, hilangkan centang pada aplikasi yang tidak ingin anda jalankan secara otomatis.

7. Aplikasi yang tidak kompatibel dengan OS
Aplikasi yang tidak kompatibel dengan OS yang komputer anda miliki merupakan salah satu penyebab mengapa terjadi masalah Not Responding. Oleh karena itu, untuk mengatasinya sebaiknya anda segera menguinstall atau menghapus aplikasi-aplikasi yang dari catatannya sudah ada keterangan bahwa aplikasi tersebut hanya bisa dijalankan pada sistem operasi tertentu. Dengan demikian anda akan menghindari resource conflicts yang dapat menyebabkan sistem operasi sering mengalami crash Not Responding.

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, penyebab komputer sering mengalami masalah Not Responding bukan hanya karena masalah Software/aplikasi, tetapi juga karena masalah Hardware. Silahkan lanjut ke point berikutnya.

8. RAM mengalami kerusakan
Terkadang penyebab masalah Not Responding adalah karena adanya blok memori RAM yang sudah rusak. Untuk mengatasi hal ini, maka tindakan yang perlu anda lakukan adalah dengan mengganti RAM yang terpasang pada komputer. Namun sebelumnya, anda harus melakukan tes memori RAM terlebih dahulu untuk memastikan apakah ada sektor atau blok yang error di RAMmu dengan aplikasi testing memori RAM laptop yang banyak tersedia di internet.

Baca juga : Membersihkan Pin RAM dengan Penghapus

9. Harddisk terlalu penuh
Space harddisk yang terlalu penuh atau hampir penuh dapat menyebabkan komputer mengalami masalah Not Responding. Hal ini dikarenakan komputer akan membutuhkan waktu yang lama untuk membuka atau me-load seluruh file yang ada di dalam harddisk. Untuk mengatasinya, usahakan untuk membuat atau memberi space kosong pada harddisk agar komputrer dapat berjalan dengan lancar dan melakukan Defragment secara berkala dan Disk Clean Up.

Baca juga :
10. Kapasitas RAM yang kurang
Selain sektor memori yang rusak, komputer yang mengalami masalah Not Responding juga dapat disebabkan karena jumlah RAM yang ada pada komputer tidak tersedia untuk menjalankan aplikasi yang membutuhkan RAM lebih besar. Solusinya adalah dengan cara menambah RAM agar tersedia lebih banyak slot memori untuk menjalankan aplikasi yang ingin dijalankan.

Baca juga : Cara Menambah atau Upgrade RAM Komputer PC

Cara Menutup Jendela Program Komputer Yang Mengalami Not Responding atau Hang
Apabila ketika anda sedang beraktifitas menggunakan komputer dan anda mendapati salah satu atau semua jendela program komputer anda mengalami Not Responding atau Hang, untuk mengatasinya anda bisa melakukan langkah-langkah berikut untuk menutup program yang sedang mengalami Not Responding.
1. Buka jendela Tas Manager pada laptop atau komputer dengan menekan koombinasi tombol Ctrl+Alt+Delete secara bersamaan pada keyboard atau anda bisa juga membukanya lewat RUN dan mengetikkan tskmgr, lalu tekan Enter.
2. Setelah jendela Task Manager terbuka, selanjutnya pilih tab Applications. Disitu anda bisa melihat Status beberapa program yang sedang berjalan.
3. Kemudian pilihlah program yang memiliki Status Not Responding, lalu tekan End Task.
4. Setelah tombol End Task diklik, biasanya akan muncul sebuah jendela kecil yang berisi pesan bahwa program tersebut tidak merespon, silahkan klik tombol End Now.

Cara Cepat Menutup Jendela Program Not Responding
Untuk menutup program-program komputer yang sedang mengalami Not Responding dengan cepat tanpa harus membuka jendela Task Manager dengan sekali klik, Anda bisa membuat sebuah Shortcut yang berfungsi untuk menutup program yang mengalami Not Responding dan bisa anda letakkan pada tempat yang jarang bisa dipengaruhi oleh masalah Not Responding yakni Taskbar. Berikut langkah-langkahnya.
1. Pertama klik kanan pada Desktop, lalu pilih New kemudian Shortcut.
2. Muncul jendela create Shortcut, ketikkan perintah di bawah ini ke dalam kotak yang tersedia, lalu klik tombol Next.

taskkill.exe /f /fi “status eq not responding
3. Kemudian ketikkan nama Shortcut pada kotak yang tersedia, lalu klik tombol Finish.
4. Anda bisa mengganti icon Shortcut dengan icon kesukaan anda.
5. Setelah itu, klik kanan Shortcut yang anda buat tersebut kemudian pilih Pin to Taskbar untuk  meletakkannya pada Taskbar.
6. Jadi ketika program komputer mengalami masalah Not Responding, anda tinggal menuju Taskbar lalu meng-klik Shortcut yang anda buat tadi dan anda letakkan pada Taskbar

Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi komputer Not Responding yang dapat anda praktikan sendiri di komputer anda yang sedang mengalami masalah Not Responding serta cara menutup program komputer yang mengalami Not Responding. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Cara Mengganti Profil Google+ ke Profil Blogger Terkait Penghentian Google+

|
Cara Mengganti Profil Google+ ke Profil Blogger Terkait Penghentian Google+ - Google+ atau Google Plus merupakan salah satu media sosial untuk brinteraksi dengan sesama pengguna blogger, Google Plus, dan produk lain yang terkait dengan Google Plus, seperti halnya mdeia sosial lainnya seperti Twitter, Facebook, Instagram dan lain-lain.

Namun baru-baru ini saya mendapatkan sebuah notice atau peringatan dari Google yang muncul di beranda Blogger (Blogspot) berisi tentang penghentian atau penutupan salah satu produk yang dimiliki Google yakni Google+ yang akan dilakukan pada April 2019. Oleh karena itu profil Google+ sudah tidak bisa di akses atau digunakan lagi dan semua layanan yang berhubungan dengan Google Plus akan hilang seperti Komunitas Google+ dan Follower Google+ juga akan hilang. Penutupan ini dilakukan karena minimnya pengguna Google Plus dibandingkan dengan media sosial lain serta tantangan dalam mempertahankan produk dalam memenuhi ekspektasi konsumen.

Baca juga :


Berikut peringatan yang muncul pada beranda Blogger terkait penghentian salah satu produk Google yakni Google Plus.

HARMANSYAH BLOG


Lalu Apa Dampak Penghentian Google Plus ini pada Blog Blogspot atau Blogger?

Sebenarnya tidak ada dampak yang cukup signifikan yang akan terjadi pada blog Blogspot, selama di dalam kode template blog yang digunakan tidak terpasang link vcard author yang otomatis menampilkan penulis blog. Vcard author ini biasanya terpasang pada bagian judul artikel dan di akhir artikel blog. Namun berbeda jika didalam kode template blog sudah terpasang tag vcard auhtor, maka akan membuat struktur kode HTML blog akan terpengaruh yaitu akan memunculkan link tidak valid pada link vcard author tersebut. Link vcard author ini terhubung ke profil Google+ atau profil Blogger, jika link profil ini tidak bisa di akses maka akan ada error karena halaman tersebut sudah hilang karena imbas dari penutupan produk Google ini. Selain itu, karena di Blogger terdapat pengaturan profil yang menggunakan akun Google+, beberapa widget yang terkait Google+, dan sistem komentar yang terintegrasi dengan Google+ otomatis semua komentar akan terhapus dan tidak bisa dipindahkan ke sistem komentar Blogger. Apabila link VCard author tidak dapat diakses serta komentar blog yang menggunakan Google Plus akan hilang, maka segeralah untuk mengalihkan pengturan profil blog, yakni dari profil Google Plus ke profil Blogger. Silahkan anda ikuti langkah-langkah berikut.

Cara Mengalihkan Profil Google Plus atau Google+ ke Profil Blogger

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah silahkan masuk ke akun Blogger anda. Kemudian menuju ke menu Setelan atau Setting, lalu pilih menu Setelan Pengguna pada menu drop down. Alihkan pandangan anda ke bilah sebelah kanan, di bagian menu Umum (General) pada pilihan Profil Pengguna, silahkan pilih Blogger dan klik tombol Simpan setelan yang terletak di pojok kanan atas.

HARMANSYAH BLOG


Selanjutnya anda akan dibawa ke halaman seperti gambar di bawah ini, silahkan klik tombol Alihkan ke profil Blogger.

HARMANSYAH BLOG


Pada halaman Selamat datang di Blogger, ketikkan Nama Tampilan yang akan tampil pada profil Blogger dan Blog anda sesuai dengan keinginan anda. Kemudian klik tombol Lanjutkan ke Blogger.

HARMANSYAH BLOG


Sampai disini anda sudah berhasil mengalihkan profil yang anda gunakan pada Blog, yakni dari profil Google Plus ke profil Blogger. Untuk hasilnya bisa anda lihat sendiri pada blog. Setelah nerhasil mengalihkan profil blog, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengedit pengaturan pofil Blogger. Untuk mengedit pengaturan profil Blogger, silahkan anda kembali lagi ke menu Setelan pengguna. Pada pilihan Profil Pengguna, klik tulisan Edit yang letaknya tepat di bawah pilihan Blogger, seperti gambar berikut.

HARMANSYAH BLOG


Setelahnya anda akan dibawa ke halaman seperti gambar berikut. Silahkan ubah dan isi data-data yang diperlukan sesuai dengan keinginan anda. Untuk pilihan checklist dalam hal ini saya tidak memberikan checklist pada pilihan Tampilkan alamat email saya dan Perlihatkan situs yang kuikuti. Jangan lupa, setiap melakukan perubahan pada pengaturan profil Blogger tidak lupa untuk menekan tombol Simpan Profil, agar perubahan yang anda lakukan bisa langsung tersimpan.

HARMANSYAH BLOG


Untuk melihat hasil perubahan yang anda lakukan, silahkan klik Lihat Profil yang Telah Diperbarui, seperti gambar berikut.

HARMANSYAH BLOG


Anda akan dibawa ke halaman profil Blogger anda, seperti profil Blogger saya berikut ini.

HARMANSYAH BLOG


Langkah terakhir yang harus dilakukan adalah menghapus widget serta link-link yang terkait dengan Google+ atau Google Plus yang pernah anda pasang pada Blog, seperti Lencana Google+, tombol share Google+ dan lain sebagainya.

Semoga dengan dihentikannya media sosial Gogle Plus ini, pihak Google akan menciptakan media sosial baru yang lebih baik dan bisa bersaing dengan media sosial lain.
Demikian informasi tentang penghentian layanan Google+ dan cara mengalihkan profil Google+ ke profil Blogger. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Cara Defragment pada Windows 7

|
Cara Defrag atau Defragment Hard disk pada Komputer Windows 7 - Defrag atau Defragmentasi adalah sebuah proses untuk mengatur, menyusun, atau merapikan kembali data yang mengalami Fragmentasi internal di dalam sebuah hard disk. Berkas atau data bisa dibilang mengalami Fragmentasi apabila sebuah berkas atau data tidak menempati ruangan yang saling berdekatan dalam penyimpanan fisik. Fragmentasi dapat menyebabkan subsistem media penyimpanan melakukan operasi pencarian data yang lebih banyak, sehingga dengan kata lain berkas atau data yang mengalami Fragmentasi dapat memperlambat kerja sistem, khususnya pada saat melakukan operasi yang berkaitan dengan media penyimpanan.

Untuk lebih jelasnya, berikut kondisi dimana Fragmentasi dapat terjadi pada berkas atau data yang ada di dalam hard disk komputer.
  • Pada saat pengguna membuat berkas, partisi di mana pengguna hendak menyimpan berkas tersebut tidak memiliki unit alokasi yang saling berdekatan yang cukup besar untuk menyimpan berkas yang bersangkutan. Sistem berkas akan memecah berkas tersebut ke dalam beberapa fragmen (yang setiap fragmennya berukuran sama dengan ukuran unit alokasi), sebelum disimpan dalam media penyimpanan.
  • Pada saat pengguna menyunting berkas, berkas tersebut ternyata "membengkak" melebihi unit alokasi yang sebelumnya dialokasikan oleh sistem berkas terhadap berkas yang bersangkutan. Ketika sebuah berkas menghabiskan semua unit alokasi yang telah dialokasikan, maka sistem berkas akan mengalokasikan tambahan unit alokasi yang didapat dari unit alokasi yang belum dialokasikan (masih bebas), di lokasi yang kadang berdekatan, atau kadang-kadang berjauhan. Pada saat lokasi yang dialokasikan sistem berkas saling berjauhan, maka dapat dikatakan bahwa berkas tersebut terfragmentasi, karena berkas disimpan dalam beberapa fragmen yang tidak disusun secara berdekatan.
Oleh karena itu diperlukan sebuah tool yang berfungsi untuk men-defrag berkas atau data yang ada di dalam hard disk. Untungnya Windows sendiri sudah menyediakan sebuah tool pada sistemnya untuk melakukan defrag pada berkas atau data di dalam hard disk, bernama Disk Defragmenter. Dengan melakukan defragmentasi terhadap hard disk bisa mengoptimalkan kinerja komputer anda, bisa lebih baik lagi. Cara menggunakan tool bawaan Windows ini pun sangat mudah. Pada Windows 7, anda dapat men-defrag hard disk komputer secara manual setiap saat, atau mengatur jadwal defrag secara teratur menggunakan Disk Defragmenter.

Baca juga : Cara Mempercepat Kinerja Windows 7

Cara Defragment pada Windows 7

Membuka jendela Disk Defragmenter dengan cara :
1. Klik tombol Start (logo Windows) pada komputer Windows 7 anda, kemudian ketik "Disk Defragmenter" pada kotak Search lalu tekan Enter pada keyboard.
2. atau Klik Start Menu (logo Windows) >> All Programs >> Accessories >> System Tools >> kemudian pilih dan klik Disk Defragmenter.
3. atau Buka Windows explorer, klik kanan pada harddrive yang ingin di Defrag >> pilih Properties >> pilih tab Tools >> kemudian klik tombol Defragment now...

Setelah jendela Disk Defragmenter terbuka seperti gambar di bawah ini akan terlihat daftar Disk yang ada pada komputer. Beri tanda salah satu Disk yang ingin di Defrag, misalkan pada contoh ini saya akan men-Defrag Disk D, kemudian setelah itu klik tombol Defragment disk.

HARMANSYAH BLOG


Gambar dibawah ini menunjukkan proses Defragment yang sedang berlangsung. Silahkan tunggu hingga proses Defragment selesai. Lama tidaknya proses tersebut tergantung dari kapasitas hard disk yang ada pada komputer. Apabila sudah selesai, silahkan klik tombol Close untuk menutup jendela Disk Defragmenter.

HARMANSYAH BLOG


Mengatur Jadwal Disk Defragmenter

Sembari menunggu proses Defrag yang sedang berjalan yang cukup memakan waktu, anda bisa membuat pengaturan jadwal Defrag secara berkala yang akan berjalan secara otomatis sesuai dengan aturan jadwal yang sudah anda buat. Jadi anda tidak perlu lagi repot melakukan Defrag ke hard disk komputer anda secara manual. Berikut langkah-langkahnya.

Pada jendela Disk Defragmenter, bagian Schedule silahkan klik tombol Configure schedule... sehingga keluar jendela Disk Defragmenter : Modify Schedule seperti gambar di bawah ini. Silahkan atur jadwal Defrag sesuai keinginan anda.

HARMANSYAH BLOG


Penjelasan :
Frequency : Silahkan pilih, apakah proses Defrag akan berjalan secara otomatis dengan mode Daily (setiap hari), Weekly (setiap minggu), atau Monthly (setiap bulan).
Day : Silahkan pilih hari apa proses Defrag akan berjalan secara otomatis
Time : Silahkan pilih jam atau waktu berapa proses Defrag akan berjalan secara otomatis. Pastikan untuk memilih jam atau waktu komputer selalu dalam kondisi hidup.
Disks : Silahkan beri tanda checklist pada disk yang akan di defrag secara otomatis. Apabila anda ingin melakukan Defrag secara otomatis pada disk baru, silahkan beri tanda checklist pada pilihan Automatically defragment new disk.

Jangan lupa untuk memastikan pada pilihan Run on a schedule (recommended) sudah tercentang atau belum. Setelah semuanya sudah sesuai dengan keinginan silahkan klik tombol OK, kemudian Close untuk menyimpan preferensi Disk Defragmenter anda. Komputer anda akan di-defrag secara teratur di hari dan waktu yang anda pilih dalam jadwal tersebut. Pada bagian Schedule akan terlihat jadwal yang anda atur pada jendela Modify Schedule.

HARMANSYAH BLOG


Catatan :
  • Sebelum melakukan defrag secara manual, periksa jadwal yang ada pada jendela utama Disk Defragmenter untuk melihat apakah komputer anda sudah di-defrag atau belum. Jadwal tersebut akan menampilkan waktu dan tanggal ketika proses defrag terbaru dijalankan.
  • Apabila anda menggunakan komputer di tempat kerja atau di jaringan publik, anda mungkin memerlukan kata sandi administrator untuk menjalankan Disk Defragmenter di Windows 7.
  • Klik Analyze Disk di dalam jendela utama Disk Defragmenter sebelum menjalankan defrag secara manual. Proses Analyze Disk akan memberitahu apakah komputer anda perlu di-defrag di waktu tertentu atau tidak.
  • Atur jadwal proses defrag secara otomatis ketika komputer anda dalam keadaan hidup, tetapi tidak digunakan, seperti selama istirahat makan siang atau menjelang berakhirnya jam kerja anda. Ini akan mencegah Disk Defragmenter memperlambat komputer atau mengonsumsi CPU ketika anda masih menggunakannya.
Dengan melakukan Defragment pada berkas atau data yang di dalam hard disk komputer menggunakan tool bawaan Windows, maka selain untuk mempercepat kerja sistem juga untuk menjaga stabilitas dan menghindarkan hard disk dari bad sector yang buruk bagi komputer.

Demikian tutorial sederhana mengenai bagaimana cara defragment berkas atau data pada hard disk komputer Windows 7. Semoga bermanfaat and " Happy Blogging "

Cara Menonaktifkan Auto Updates Adobe Acrobat Reader DC

|
Cara Menonaktifkan atau Mematikan Automatic Updates Adobe Acrobat Reader DC - Adobe Acrobat adalah perangkat lunak pertama yang mendukung Portable Document Format (PDF) milik Adobe Systems, sejenis format data dokumen. Terdiri dari Adobe Reader yang hanya dapat menampilkan dan mencetak dokumen dan tersedia secara cuma-cuma, dan Adobe Acrobat untuk menyunting dokumen. ( Wikipedia )

Tidak dapat dipungkiri bahwa membiarkan fitur auto update pada software atau aplikasi Adobe Acrobat Reader DC merupakan hal yang sangat penting. Hal ini terkait dengan masalah patch security dan berbagai fitur baru yang memang sebaiknya diupayakan agar selalu up to date. Namun menurut sebagian pengguna bahwa fitur Auto Update yang terdapat pada Adobe Acrobat Reader DC ini sangat mengganggu. Karena program tersebut termasuk ke dalam salah satu program yang sering sekali melakukan pengecekan otomatis ke Internet. Dan tentu saja hal itu akan sangat mengurangi bandwidth Internet anda, selain itu program ini sangat tidak efektif karena dapat mempengaruhi kinerja komputer akibat dari notifikasi yang sering muncul dan proses update yang lama.

Maka dari itu banyak pengguna yang ingin mematikan atau menonaktifkan fitur Auto Update pada software/aplikasi Adobe Acrobat Reader DC yang terinstall di komputer yang mereka miliki. Apabila anda bingung bagaimana cara mematikan atau menonaktifkan fitur auto update pada software/aplikasi tersebut. Pada artikel kali ini akan saya jabarkan bagaimana cara mematikan atau menonaktifkan fitur Auto Update pada aplikasi Adobe Acrobat Reader DC secara lengkap.

Cara Mematikan atau Menonaktifkan Fitur Automatic Updates Adobe Acrobat Reader DC pada Komputer

Berikut ini 2 metode yang bisa anda gunakan untuk mematikan atau menonaktifkan fitur Automatic Update pada aplikasi atau software Adobe Acrobat Reader DC.

Metode 1 Menoonaktifkan atau Mematikan fitur Auto Update Adobe Acrobat Reader DC melalui Layanan

1. Pertama-tama tekan logo Windows+R untuk menampilkan kotak Run
2. Pada kotak Run yang tersedia, silahkan ketik services.msc lalu tekan Enter

HARMANSYAH BLOG

3. Setelah muncul jendela Services, cari Adobe Acrobat Update Service, lalu klik 2 kali untuk membuka Adobe Acrobat Update Service Properties

HARMANSYAH BLOG

4. Ganti Startup type dari Automatic ke Disable

HARMANSYAH BLOG

5. Tekan tombol OK, kemudian restart komputer.
Setelah mengikuti langkah di atas, aplikasi Adobe Acrobat Reader DC tidak akan melakukan download dan menginstal pembaruan secara otomatis lagi. Apabila anda ingin melakukan download dan menginstal update baru secara manual, silahkan lakukan update manual melalui menu Adobe Acrobat Reader DC dengan pilih menu Help >> Check for Updates...

Metode 2 Menoonaktifkan atau Mematikan fitur Auto Update Adobe Acrobat Reader DC melalui Registry Editor

1. Tekan tombol logo Windows+R untuk menampilkan kotak Run
2. Pada kotak Run yang tersedia, silahkan ketik regedit lalu tekan Enter
Sebelum melakukan editing pada Registry Editor, ada baiknya anda melakukan backup terlebih dahulu registry melalui menu utama dengan klik File dan pilih Export... lalu tentukan tempat penyimpanan atau tujuan (terserah anda), kemudian beri nama file (contoh : RegistryBackup) dan terakhir tekan tombol Smpan. Jika sudah silahkan ikuti langkah selanjutnya
3. Pada jendela Registry Editor, alihkan pandangan anda ke panel sebelah kiri kemudian cari HKEY_LOCAL_MACHINE >> SOFTWARE >> Adobe >> Adobe ARM >> Legacy >> Reader >> {AC76BA86-7AD7-1033-7B44-AC0F074E4100} hingga menjadi seperti berikut

Computer\HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Adobe\Adobe ARM\Legacy\Reader\{AC76BA86-7AD7-1033-7B44-AC0F074E4100}

HARMANSYAH BLOG


4. Kemudian alihkan pandangan anda ke panel sebelah kanan, klik 2 kali pada Mode dan pada kotak Data Nilai atau Value data, ubah data nilai dari 3 menjadi 0 (nol), kemudian tekan tombol OK

HARMANSYAH BLOG


Penjelasan nilai kemungkinan Mode :
: Jangan mengunduh/mendownload atau menginstal pembaruan secara otomatis.
: Mengunduh/mendowload pembaruan secara otomatis tetapi membiarkan pengguna memilih kapan akan menginstalnya.
: Mengunduh dan menginstal pembaruan Secara otomatis. (Nilai default)
: Memberi tahu bahwa download/unduhan updates/pembaruan pengguna tersedia tetapi jangan mengunduhnya/mendowloadnya.

5. Terakhir tutup jendela Registry Editor dan Restart komputer.
Mulai sekarang, Adobe Reader DC tidak akan mengunduh/mendownload dan menginstal pembaruan secara otomatis tetapi anda selalu dapat mendownload dan menginstal pembaruan baru secara manual, dengan memilih opsi Periksa Pembaruan di menu utama Adobe Reader DC dengan pilih Help >> Check for Updates...

Apabila anda ingin menghilangkan pilihan "Check for Updates..." pada menu utama Help di Adobe Acrobat Reader DC, ikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Buka kembali jendela Registry Editor, kemudian arahkan ke kunci berikut

HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Adobe\Acrobat Reader\DC\FeatureLockDown
2. Pada ruang kosong panel sebelah kanan, klik kanan lalu pilih New >> DWORD (32-bit) Value
3. Isi Value name dengan bUpdater
4. Jika sudah, klik 2 kali bUpdater yang anda buat tadi
5. Isi Value data dengan nilai 0 (Nol)
6. Terakhir tutup jendela Registry Editor dan Reboot komputer

Dengan mematikan atau menonaktifkan automatic updates pada aplikasi / software Adobe Acrobat Reader DC, maka anda tidak akan terganggu lagi dengan kemunculan sebuah notifikasi update serta proses update yang begitu lama. Walaupun begitu anda tetap bisa melakukan updates aplikasi tersebut, dan tentunya dengan cara manual melalui menu "Help" aplikasi dengan catatan anda tidak melakukan langkah paling bawah, yakni menghilangkan pilih "Check for Updates...".

Demikian tutorial sederhana mengenai bagaimana mematikan atau menonaktifkan auto update adobe acrobat reader dc. Semoga bermanfaat and " Happy Bloging "